Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Sunday, 25 February 2018

Mercedes Benz Terancam Absen dari GIIAS, Kenapa Ya?

azcreative     February 25, 2018    
Melangkah di tahun pertama 2018, kabar otomotif dalam negeri dikejutkan dengan kabar terkait dengan hengkangnya Mercedes-Benz Indonesia, dari keanggotaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Berita yang begitu mengagetkan ini pun terungkap melalui surat resmi pemberhentian yang telah dikirimkan ke pihak asosiasi pada Kamis (15/2/2018).
Mercy Tak Terdaftar Lagi Di GIIAS
Tentu saja, dengan tidak menjadi anggota lagi maka merek asal Jerman ini otomatis terbebas dari kewajiban, salah antara lain membayar iuran dan menyerahkan data penjualan wholesales dan produksi. Namun, di sisi lain Mercy juga akan mendapat dampak buruk. Dimana, pabrikan asal Jerman tersebut pun nantinya juga akan kehilangan kesempatan khusus yang hanya dimiliki para anggota Gaikindo, salah satunya jadi peserta pameran yang digagas Gaikindo.
Terkait dengan hal tersebut, Jongkie D Sugiarto sebagai Ketua I Gaikindo pun turut angkat bicara dan mengatakan bahwa kesempatan untuk mengikuti pameran masih ada. Hanya saja, kalau masih tersedia lahan di lokasi pameran.
“Ikut GIIAS bisa saja, kalau ada lahan atau tempat yang tersisa. Kami mengutamakan anggota Gaikindo terlebih dahulu,” kata Jongkie pada Minggu (18/2/2018).
Tak berbeda jauh dengan Jongkie, pendapat senada pun juga disampaikan Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara. Di mana, dalam hal ini pihaknya telah menyebut kalau kesempatan memang masih terbuka, meski tak lagi menjadi prioritas. Pasalnya status Mercedes-Benz Indonesia yang sudah bukan lagi anggota.
“GIIAS diutamakan bagi anggota, kalau masih ada tempat luang siapa saja bisa Ikut,” kata Kukuh.
Akan tetapi meski begitu, kembali ke kasus Mercedes-Benz Indonesia, Jongkie sendiri juga telah mengungkapkan kalau Mercedes-Benz diharapkan bisa kembali lagi menjadi anggota Gaikindo.
“Iya, itu harapan kami semua. Semoga pihak kantor pusat Jerman bisa menerima aturan-aturan yang ada di Indonesia,” kata Jongkie.
Namun, satu hal yang pasti bahwa meski sudah keluar dari GIIAS, Mercy tetap menjadi salah satu produsen otomotif ternama dengan produk-produk mobilnya yang begitu bergengsi.

Segera Masuk Indonesia, Harga Bentley Bentayga V8 Lebih Menggoda

azcreative     February 25, 2018    
Tampaknya, mobil buatan Bentley siap masuk kembali ke pasar otomotif di Indonesia untuk menyasar di segmen kelas mobil mewah. Bahkan, menurut kabar yang beredar, versi murah Bentayga yang merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) mewah keluaran Bentley akan segera masuk ke Indonesia tahun 2018 ini.
Harga Bentley Bentagya V8 Kian Menggelitik
Satu hal yang menarik dari mobil mewah ini yaitu pada sisi spesifikasi mesinnya. Dimana, apabila sebelumnya Bentayga menggunakan mesin W12 6.000 cc, kini model terbaru yang segera ditawarkan di Indonesia diketahui bakal dibekali dapur pacu yang lebih mungil yakni V8 4.000 cc.
“Bentayga V8 akan masuk Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini,” ujar Dhani Yahya selaku Brand Director Bentley Jakarta, di showroom Bentley, Jakarta pada Kamis (22/2).
Tentu saja, dengan bekalan tipe mesin berteknologi V8 diklaim lebih irit dengan konsumsi bahan bakar kombinasinya yang sanggup tembus 8,7 km/liter. Tak cukup sampai di situ saja, bahkan Dhani sendiri juga telah membeberkan harganya juga lebih terjangkau dibanding Bentayga W12 yang mana justru di tahun 2017 lalu dibanderol Rp 10 miliar.
“Harganya pasti akan lebih terjangkau dan range harganya bisa turun Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar lebih murah dari Bentayga W12,” ujarnya.
Selain itu, di pihak Dhani sendiri pun juga menjelaskan bahwa model yang bernama Bentayga bermesin V8 ini tidak jauh berbeda dengan Bentayga W12.
“Mesinnya V8, konfigurasinya itu enggak terlalu kecil juga. Secara dimensi mobil masih sama, transmisi masih sama, hanya gear rasio-nya saja yang berbeda,” pungkasnya.
Di samping itu, sebagai tambahan informasi saja bahwa Bentayga bermesin V8 ini diklaim bakal mampu memompa tenaga sebesar 550 Tk dan torsi 770 Nm. Tentu saja, dengan tenaga yang tetap besar meski mesin mengecil, Bentayga V8 diklaim mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 4,5 detik saja. Kecepatan puncaknya menembus angka 290 km/jam. Sebuah raihan power yang terbilang sangat gahar untuk sekelas mobil mewah.

Monday, 19 February 2018

Egois - Merdunya Elis Natalis

azcreative     February 19, 2018    

Saturday, 17 February 2018

Memahami Mode Eksposur Auto, P, S, A, M Pada Kamera

azcreative     February 17, 2018    
Siapa sangka, ternyata seorang yang berniat serius menggeluti dunia fotografi, harus memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera. Bukan tanpa alasan mengingat hampir pada setiap kamera digital, DSLR, atau Mirrorless maupun kamera saku (yang agak canggih), selalu tersedia roda di bagian atas kamera di mana kita bisa memilih mode operasi kamera. Selain itu, nantinya juga akan ditawarkan beberapa pilihan seperti ini: Auto, P, S (Tv), A (Av), M dan Scene. Dengan kata lain, untuk membentuk sebuah eksposur maka perlu menerapkan 3 pengaturan elemen di atas. Lalu, sebenarnya apa sih hal yang perlu diketahui dalam memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera itu?Memahami Mode Eksposur Auto, P, S, A, M Pada Kamera
Sebelumnya, memahami mode Eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera merupakan salah satu elemen yang umumnya ada pada kamera DSLR. Selain itu, bersandingan dengan beberapa elemen tersebut, ada juga mode pemotretan khusus, seperti Potrait, Landscape, Close Up, Sports, Fire-Works, Panorama. Sekilas memang tampak begitu rumit namun siapa sangka ternyata jika kita bisa mengenal beberapa mode eksposur tersebut, tentunya kita akan mendapatkan hasil foto yang sesuai dengan yang kita harapkan. Nah, di bawah ini kita akan mengulas tentang memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera. Yuk, kita simak bersama.
Menu Kamera DSLR Canon

Jenis-Jenis Mode Eksposure Pada Kamera

  1. Mode Auto
Untuk memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera, tentunya bisa kita mulai dari mode auto. Dimana, Dalam mode ini, kamera akan berusaha menganalisis objek yang kita foto lalu menentukan semua setelan kamera. Selain itu, Dalam mode auto, kamera akan menentukan ukuran ISO, Shutter Speed, Aperture menggunakan alur kerja komputer yang ditentukan oleh pembuat kamera berdasarkan kondisi cahaya saat kita memencet shutter separuh (melakukan metering).
  1. Mode P
Selanjutnya, saat berada di Mode Program (P) kamera akan secara otomatis menentukan besar setelan shutter speed dan aperture. Meskipun begitu, kita bisa mengubah kombinasi aperture atau shutter speed. Cara untuk mengubah setelan yang sudah dipilih kamera adalah dengan memutar roda kendali kamera.
  1. Mode S
Berikutnya, memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera juga perlu memahami mode S. Dimana, secara manual mengatur nilai shutter speed dan kamera secara otomatis akan memilih nilai aperture berdasarkan jumlah cahaya yang masuk melalui lensa.
  1. Mode A
Sementara itu di sisi lain, ada juga mode A. Mode yang satu ini merupakan setelah aperture secara manual dan kamera akan menentukan besar shutter speed sesuai jumlah cahaya yang masuk lensa. Dengan menggunakan mode ini, kita memiliki kontrol penuh atas depth of field (ruang tajam), karena kita bisa menurunkan atau menaikkan bukaan lensa dan membiarkan kamera yang menghitung shutter speed.
  1. Mode M
Nah, dalam memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera, yang terakhir yaitu mode M atau manual. Sebagaimana dengan namanya, nantinya kita akan menentukan besar aperture dan shutter speed kamera secara manual sepenuhnya. Kamera hanya akan melakukan pengukuran cahaya dan memberi rekomendasi lewat skala metering, namun tidak akan melakukan apa-apa selain itu.
Menu Kamera DSLR Canon 700d
Dari ulasan terkait dengan memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera tentu beberapa penjelasan di atas sudah memberikan setidaknya ringkasan yang cukup jelas. Sehingga, sobat tak perlu bingung lagi. Demikian memahami mode eksposur Auto, P, S, A, M pada kamera. Sekian dan terimakasih.

Friday, 2 February 2018

Tips Mengurangi Flare Pada Foto dengan Mudah

azcreative     February 02, 2018    


Tips Mengurangi Flare Pada Foto – Bagi kawan-kawan pecinta fotografi yang kerap mengalami masalah flare pada foto, tips mengurangi flare pada foto tentu akan sangat bermanfaat untuk diketahui. Flare pada foto sendiri merupakan kilauan warna membentuk bulatan tertentu yang akan muncul akibat subjek berhadapan langsung dengan sumber cahaya. Dalam fotografi terdapat dua jenis flare yang perlu diperhatikan. Dengan mengetahui kedua jenis flare tersebut sedikit banyak akan membantu dalam tips mengurangi flare pada foto. Yang pertama disebut dengan specular flare yaitu flare yang akan muncul di sepanjang frame pada foto. Sedangkan yang kedua disebut dengan veiling flare yang mana masuk ke bagian gelap dalam foto sehingga mengurangi kontras, ketajaman dan definishing detail. Untuk jenis veiling flare lebih tersamar dan tidak terlalu mencolok. Nah, lantas bagaimana sih tips mengurangi flare pada foto?
Tips Mengurangi Flare Pada Foto
Jangan khawatir, DIYKamera kali ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai tips mengurangi flare pada foto yang tentunya akan sangat berguna bagi kawan-kawan. Masalah flare ini sendiri sebenarnya tidak hanya terjadi pada fotografer yang masih awam saja melainkan bisa juga terjadi pada orang yang sudah profesional sekalipun. Namun, flare biasanya juga terjadi tergantung dari kualitas optik maupun coating lensa yang dipakai. Dalam dunia fotografi, tips mengurangi flare pada foto sangatlah penting pasalnya flare sangat mengganggu karena dapat menutupi objek yang sedang difoto namun untuk dunia sinematografi efek flare lensa justru menjadi daya tarik sendiri. Nah, untuk menghindari flare pada fotografi sebaiknya mengusahakan agar cahaya tidak langsung menabrak bagian depan lensa. Selain itu juga ada beberapa tips mengurangi flare pada foto yang bisa kamu lakukan yang akan DIYKamera jelaskan pada segmen di bawah ini.
Cara Menghilangkan Flare Di Photoshop

Tips Mengurangi Flare Pada Foto

  1. Mengurangi Flare dengan Tangan
Jika objek yang akan kita potret berada tepat berhadapan dengan lensa kamera, tips mengurangi flare pada foto yang dapat kamu lakukan adalah dengan memanfaatkan tangan. Kamu bisa menggunakan ibu jari kamu untuk menutupi cahaya matahari. Tenang saja, ibu jari yang muncul pada foto bisa kawan hapus dengan pengolahan gambar. Menggunakan ibu jari agar mengurangi flare bisa kamu lakukan dengan cara berikut:
  • atur pengambilan foto sesuai dengan angle yang kamu inginkan.
  • Kemudian setting kamera pada pengaturan ideal mulai dari shutter speed, aperture dan ISO-nya.
  • Setelah sudah menyetting kamera dengan benar, selanjutnya gunakan ibu jari kamu untuk menghalangi matahari pada frame.
  • Agar tidak kesulitan saat mengobntro kamera dengan mengangkat jari maka gunakan hitungan mundur 2 detik caranya dengan mengubah Drive Mode kamera kamu.
  1. Mengubah Posisi
Tips mengurangi flare pada foto lainnya yang cukup mudah dilakukan adalah mengubah posisi angle atau mengubah sudut pandang lensa kamu. Namun cara ini akan menghasilkan frame tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun, jika cara kamu dalam mengambil posisi tepat maka objek gambar akan tetap terlihat menarik.
  1. Gunakan Lensa Hood
Lensa hood atau tudung lensa sangat tepat untuk mengatasi flare pada foto. Biasanya lensa hood ini dipasang pada ujung lensa semacam pelindung bagian optik lensa. Lensa hood ini berfungsi seperti layaknya kita sedang menggunakan topi ketika di bawah teriknya sinar matahari sehingga bisa menangkal sinar matahari yang jatuh ke permukaan optik lensa kamera kamu. Sayangnya tips mengurangi flare pada foto dengan lensa hood ini dinilai tidak begitu efektif jika digunakan pada lensa dengan sudut yang lebar notabene sangat rentan terkena flare.
  1. Pilih Coating Lensa yang Berkualitas Baik
Seperti yang telah disinggung di atas bahwa flare bisa muncul karena kualitas coating lensa yang kurang baik. Biasanya lensa yang sudah modern sudah dirancang dengan bagian optik dilapisi dengan teknik tertentu sehingga bisa mengurangi adanya flare pada gambar. Maka dari itu, sebelum memilih lensa sebaiknya untuk memastikan bahwa lensa tersebut menggunakan teknik yang sudah mereduksi flare.
  1. Rawat Lensa Agar Tidak Kotor dan Berembun
Kadangkala kita lupa untuk merawat lensa kamera ketika sudah digunakan. Untuk itu, tips mengurangi flare pada foto yang tergolong mudah namun jarang diperhatikan adalah melakukan perawatan terhadap lensa dengan rutin agar tidak menimbulkan flare pada gambar ketika digunakan. Hal ini bisa terjadi jika berada di tempat yang lembab maka dari itu, sebaiknya untuk menggunakan silica gel agar lensa pada kamera tidak mudah berembun atau berminyak. Selain itu, kawan juga dapat membersihkan secara rutin dengan kain pembersih kaca yang seperti digunakan untuk membersihkan lensa pada kacamata.
Cara Menghilangkan Pantulan Cahaya Di Photoshop
Beberapa tips mengurangi flare pada foto di atas bisa mengatasi flare yang kerap kali mengganggu tampilan gambar hasil jepretan. Pastikan untuk melakukannya dengan benar dan penggunaan lensa yang tepat agar foto yang dihasilkan terlihat jernih. Dengan beberapa cara di atas, tentu kini kawan-kawan yang sering mengalami masalah flare saat melakukan pengambilan gambar kini tidak perlu khawatir. Demikian beberapa hal mengenai tips mengurangi flare pada foto yang telah DIYKamera sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekan!!

Cara Merawat Kamera DSLR Agar Anti Jamur dan Debu

azcreative     February 02, 2018    


Cara Merawat Kamera DSLR – Setiap barang elektronik yang kita punya harus kita rawat dengan baik agar awet dan tidak mudah rusak. Salah satunya Cara Merawat Kamera DSLR ini dimana kamera merupakan salah satu barang elektronik yang sensitif. Tidak seperti barang lainnya yang bisa dengan gampang Anda bersihkan, ada alat khusu yang harus Anda gunakan untuk membersihkan kamera dan lensa. Peralatan pembersih kamera bisa disebut dengan cleaning kit yang bisa Anda dapatkan di toko kamera terdekat. Dalam cleaning kit terdapat kasa pembersih, cairan pembersih, bloser, tissue, dan lain-lain. Anda bisa menggunakan cleaning kit untuk membersihkan kamera dan lensa. Setelah Anda selesai memotret terutama setelah memotret di luar ruangan, segeralah bersihkan kamera dan lensa agar tidak kotor dan debu yang menempel bisa hilang. Membersihkan kamera dan lensa secara benar dan teratur bisa menjadi salah satu cara merawat kamera DSLR.
Cara Merawat Kamera DSLR

Cara Merawat Kamera DSLR

Banyak cara merawat kamera DSLR  yang harus Anda ketahui salah satunya adalah Anda harus menghindarkan kamera dari air. Meskipun ada beberapa kamera yang memiliki teknologi waterproof atau anti air namun Anda harus menjauhkan kamera dari air karena bisa mengakibatkan kerusakan internal. Jika lensa atau kamera Anda berembun, seger bersihkan dengan menggunakan cleaning kit. Anda juga harus memiliki tas khusus kamera yang bisa Anda gunakan untuk hunting foto. Menggunakan tas kamera untuk membawa kamera akan membuat kamera aman dan terhindar dari kerusakan. Dalam tas kamera terdapat sekat berbusa yang melindungi kamera dari benturan. Selain itu terdapat sekat yang bisa Anda gunakan untuk menaruh lensa, charger, flash, dan lain-lain. Ukuran tas kamera sangat beragam tergantung dari kebutuhan Anda. Dalam cara merawat kamera DSLR  ini jika Anda menaruh kamera pada tas biasa yang tidak memiliki pelindung, dikhawatirkan kamera akan rusak jika tas Anda terbentur sesuatu.
Cara Merawat Kamera DSLR Dengan Benar
Adapun cara merawat kamera DSLR adalah dengan memasang pelindung layar pada LCD kamera. Hal ini bertujuan agar LCD tidak terkena goresan serta melindunginya dari debu dan air. Anda bisa mendapatkan pelindung layar ini dengan mudah dan harganya lumayan murah. Banyak fotografer yang tidak memasang pelindung layar ini, padahal pemasangannya sangat penting untuk melindungi layar LCD kamera. Dalam cara merawat kamera DSLR ini DIYKamera menyarankan untuk memasang filter pada lensa untuk menjaga kebersihan lensa dan melindungi lensa dari pengaruh buruk sinar UV. Filter yang dipasang pada lensa biasanya berupa filter, sesuaikan ukuran filter dengan ukuran lensa Anda. filter yang menempel pada lensa juga harus sering Anda bersihkan agar bisa bekerja secara maksimal. Cara membersihkannya sangat mudah, Anda hanya perlu menggosok secara hati-hati dengan menggunakan kain halus.
Cara Merawat Kamera DSLR Yang Benar
Cara merawat kamera DSLR yang selanjutnya adalah dengan memasang lens hood. Memasang lens hood pada kamera memang membuat kamera DSLR tampak lebih keren. Namun ada fungsi yang lebih utama dari penggunaan lens hood yaitu untuk mencegah cahaya berlebih masuk ke sensor kamera. Masuknya cahaya yang berlebih akan bisa mengurangi kepekaan sensor kamera. Oleh karea itu saat Anda sedang melakukan aktivitas fotografi outdoor alangkah baiknya Anda menggunakan lens hood. Selain itu dalam cara merawat kamera DSLR ini anda harus mengetahui shoulder strap yang merupakan salah satu bagian dari kamera yang mempunyai fungsi sangat vital. Fungsi dari strap ini adalah untuk melindungi kamera agar tidak terjatuh. Saat Anda memotret gantung strap pada leher Anda agar kamera tidak terjatuh saat Anda sedang memotret.
Menyimpan kamera dengan benar juga salah satu cara merawat kamera DSLR. Simpan kamera dan perlengkapan fotografi lainnya pada dry box. Dry box berfungsi untuk menjaga kamera agar tetap kering serta menghindarkan kamera dari kelembaban. Kamera memang harus disimpan pada suhu tertentu agar suhu tetap kering. Jika kamera Anda simpan sembarangan maka bisa mengakibatkan kamera lembab dan hal ini bisa memicu tumbuhnya jamur pada kamera. Jika sudah begini maka akan mempengaruhi fungsi dari kamera. Selain itu menyimpan kamera pada dry box juga bisa menjaga kebersihan kamera dari debu dan air. Dengan cara merawat kamera DSLR menggunakan cara yang benar maka akan bisa membuat kamera Anda awet dan tidak mudah rusak.

Manfaat Lens Hood yang Wajib Diketahui Fotografer Pemula

azcreative     February 02, 2018    


Manfaat Lens Hood – Bagi sebagian besar fotografer professional tentu sudah mengetahui manfaat lens hood, lens hood merupakan aksesori pelengkap DSLR yang tak boleh dilewatkan begitu saja ketika melakukan aktivitas pemotretan. Lens hood merupakan sebuah bulatan pada bagian depan optik yang dapat dilepas pasang. Bentuk dan manfaat lens hood pun bermacam-macam, tetapi yang umum ditemui adalah bentuk bung tulip dan bentuk bundar.
Manfaat Lens Hood
Lensa hood tersebut banyak ditemui pada berbagai kamera DSLR, kecuali pada lensa kit 18-55 mm. untuk lensa kit 18-55 mm tersebut, bukan bawaan dari pabrik sehingga pengguna harus membelinya secara terpisah. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai lens hood dan manfaat lens hood, mari kita simak ulasan di bawah ini!
Manfaat Menggunakan Lens Hood

Manfaat Lens Hood

  1. Untuk Melindungi Lensa
Dalam hal ini, manfaat lens hood dapat melindungi lensa dari bahaya benturan maupun air dan debu. Dengan adanya lens hood yang melingkar pada lensa kamera, maka tentunya lensa tak akan tersentuh langsung oleh berbagai kotoran dan juga dapat dari berbagai benturan. Hanya benturan dengan benda-benda tertentu saja yang dapat masuk ke dalam lensa tersebut.
Tak hanya itu saja, dengan manfaat lens hood tersebut, maka juga akan meminimalisir potensi kerusakan pada lensa, seperti lensa pecah atau terkena goresan ketika sedang memotret di luar ruangan. Oleh karenanya, banyak fotografer pro yang menggunakan lens hood ini karena merasakan manfaatnya secrara nyata, yaitu lebih melindungi lensa kamera.
  1. Mencegah Flare
Manfaat lens hood yang satu ini memang cukup vital. Flare merupakan sebuah cahaya atau dapat dikatakan sebagai pancaran cahaya yang muncul akibat mekanisme pembentukan citra yang tidak diinginkan. Bisanya flare tersebut terjadi karena adanya pantulan internal maupun bahan atau material lensa yang kurang homogen. Di sinilah lens hood tersebut berperan.
Dengan adanya lens hood yang melingkari optik depan lensa, manfaat lens hood dapat mencegah flare masuk. Apabila flare tersebut masuk, maka akan sangat mengganggu foto yang dihasilkannya seperti hilangnya detail foto maupun foto tampak buram dan berkabut. Dengan demikian, maka ketika memotret terutama di luar ruangan atau di bawah terik matahari, maka kamu harus membawa lens hood untuk mengatasi flare itu.
  1. Lebih Kelihatan Professional
Manfaat lens hood yang satu ini memang tidak berpengaruh secara teknik, namun tentu hal ini akan mempengaruhi kepercayaan diri. Pasalnya, orang yang melihatmu tentu akan berbeda dibandingkan kamu tak menggunakan lens hood. Jika kamu menggunakan lens hood, maka kamu akan terlihat seperti fotografer profesional yang tampak benar-benar paham aktivitas fotografi yang sedang dikerjakannya. Oleh karenanya, jika fotografi kamu anggap sebagai profesimu, maka kamu harus menggunakan aksesori satu ini untuk menampilkan kesan yang baik, terutama ketika kamu akan memotret pelangganmu.
Lens Hood Adalah
Meski manfaat lens hood ini cukup banyak, namun lens hood ini juga tak lepas dari kekurangan. Beberapa hal yang menjadi kekurangan dari penggunaan lens hood tersebut antara lain dapat terjadi vignetting, flash, maupun dapat menghabiskan ruang. Namun demikian, tentu saja kita tidak bisa mengesampingkan manfaat lens hood tersebut yang terbilang akan cukup berpengaruh pada hasil dan kualitas gambar. Nah, DIYKamera rasa demikian ulasan yang dapat diberikan untuk kawan-kawan. Semoga ulasan mengenai manfaat lens hood tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi kawan-kawan semua.

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .