Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Tuesday, 15 May 2018

20 Trik Agar Foto Lebih Tajam

azcreative     May 15, 2018    




Belfot ingin membagi 20 trik agar hasil foto anda lebih tajam. Ikuti dibawah ini:

1. Gunakan Tripod.

Kalau saat memotret kamera kita bergoyang dan bergerak, pasti susah menghasilkan foto tajam. Jadi beli dan pakailah tripod. Pastikan anda membeli tripod yang stabil dan kokoh. Sebelum membeli, cek artikel belfot mengenai tripod seperti ini. Selain agar foto selalu tajam, ada 12 alasan kenapa tripod sebaiknya dibeli lho.

2. Jangan Lupa Kepala Tripod.

Tripod sudah, eits.. jangan lupa kepala tripod alias head. Kepala tripod hampir sama pentingnya dengan tripod itu sendiri. Pastikan anda tahu apa saja pertimbangan saat memilih tripod head.

3. Cara Memegang Kamera?

Saat tidak menggunakan tripod, pelajari cara memegang kamera yang baik dan benar supaya kamera lebih stabil dan tidak gampang bergoyang.

4. Gunakan Kabel Rilis.

Cable release bisa membuat kita tak perlu menekan tombol shutter dengan tangan kita, jadi mengurangi kemungkinan kamera bergoyang. Cable release bisa berbentuk kabel yang secara fisik menempel ke kamera maupun yang sudah lenih canggih menggunakan remote nirkabel.

5. Manfaatkan Timer Kamera.

Tidak punya tripod? Lupa belum membeli kabel rilis? Hmmm, gunakan saja timer bawaan kamera. Coba-coba cari cara mengaktikan fitur self timer ini, setiap kamera pasti dibekali fitur ini.

6. Mirror Lock Up

Kalau anda menggunakan kamera DSLR, kamera ini dibekali cermin (mirror) yang berguna untuk menampilkan gambar di viewfinder. Hampir semua kamera DSLR dilengkapi fitur yang bisa mengunci cermin agar tidak bergoyang saat kamera mengambil exposure, fitur ini biasanya dinamai mirror lock up. Aktifkan fitur ini karena goyangan cermin bisa berefek pada ketajaman (meski tidak selalu). Kalau anda pakai kamera mirrorless?.. wong mirror-less berarti nggak ada cerminnya lho.

7. Aktifkan Stabilizer Lensa atau Kamera

Image stabilization, vibration reduction, apapun namanya bisa dimanfaatkan untuk menambah ketajaman foto. Fitur ini ada yang tersedia di lensa atau menempel di kamera. Perhatikan bahwa ada IS/VR yang perlu disesuaikan saat anda memakai tripod.

8. Beli Lensa Terbaik (yang anda mampu)

Kalau mau suara yang mantab, belilah sound system terbaik. Kalau mau motor yang ngacir, belilah motor yang terbaik. Kalau mau foto yang tajam? belilah lensa terbaik. Lensa terbaik yang lumayan enteng buat kantong? lensa 50mm.

9. Gunakan depth of field yang cukup

Kalau semuanya sudah anda coba namun foto masih belum tajam, siapa tahu anda menggunakan depth of field yang terlalu sempit. Manfaatkan tombol DOF Preview di kamera untuk memeriksa. Anda juga bisa memanfaatkan DOF calculator yang banyak tersedia di internet seperti ini.

10. Letakkan Fokus Ditempat Yang Benar

Saat memotret portrait, mata harus tajam. Saat memotret landscape, pastikan foreground tajam. Apapun obyek foto anda, ketahui titik kritis yang harus terlihat tajam dan taruh titik fokus kamera disana.

11. Gunakan Shutter Speed Yang Memadai

Kenapa harus memadai? karena didunia ini tidak ada yang ideal. Maunya sih selalu memotret di shutter speed 1/2000 detik. Sayangnya tidak mungkin. Namun paling tidak gunakan shutter speed tercepat yang mungkin untuk kondisi pemotretan yang anda hadapi.

12. Memotretlah Dalam Pencahayaan Yang Bagus

Saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang cukup dan bagus, autofokus akan mampu mengunci fokus dengan lebih cepat. Dan obyek dalam foto pun akan TAMPAK lebih tajam dibandingkan saat dipotret di remang-remang. BUkan berarti tidak bisa menghasilkan foto tajam dalam kondisi kurang cahaya, hanya lebih sulit.

13. Manfaatkan Live View Kamera

Hampir semua kamera sekarang memberi fitur live view. DAlam banyak situasi, fitur ini sangat berguna untuk lebih akurat menempatkan titik fokus. Saat anda memotret makro sebuah bunga misalnya, dengan menggunakan live view kita bisa tahu

14.Bersihkan dan rawat lensa

Kalau anda memiliki lensa yang mulai berumur tua, cobalah sesekali bawa ke tempat servis untuk dikalibrasi dengan body kamera anda. Kebersihan lensa terutama bagian optiknya juga membantu kecepatan autofokus. Selalu rawat barang berharga ini.

15. Pelajari trik memotret benda bergerak

Saat memotret benda yang bergerak menjauh atau mendekat, ada banyak setting yang perlu dipertimbangkan, terutama shutter speed yang cukup dan juga cara mengunci fokusnya: pelajari beberapa mode autofokus dan mekanismenya supaya anda bisa mengantisipasi dengan baik.

16. Gunakan Lensa Di Sweet Spotnya

Setiap lensa memiliki area dimana dia bisa menghasilkan foto yang paling tajam, orang sono menamainya sweet spot. Anda bisa melakukan tes yang rumit untuk mengetahui dengan pasti dimana sweet spot lensa. Namun aturan gampang adalah, rata-rata lensa memiliki sweet spot di aperture 2 x aperture maksimalnya. Sebagai contoh kalau anda memiliki lensa dengan aperture maksimal f/2.8, maka besar kemungkinan sweet spot lensa ini di f/5.6 sampai f/8.

17. Saat shutter speed tidak mencukupi , dorong ISO-nya

Lima tahun yang lalu, menggunakan ISO 1000 di kamera kelas Rp. 20 Juta-an bisa menghasilkan noise digital yang cukup mengganggu di hasil foto. Tidak saat ini. Sekarang kamera dibawah Rp. 10 Juta pun oke dibawa ke ISO 1000. Jadi jangan takut memotret dengan ISO tinggi saat situasi membutuhkannya. Gunakan fitur auto ISO di kamera.

18. Diopter Adjustment

Hal ini cukup sepele namun banyak yang tidak tahu atau kadang memang lupa. Di kamera kita tersedia tombol diopter adjustment untuk membantu menyesuaikan ketajaman viewfinder, spesifik dengan kondisi mata si pemilik kamera. Gunakan jika anda merasa viewfinder tampak kurang fokus. Dengan viewfinder tampak tajam dan jelas, ini bisa membantu kita mengamati titik fokus dengan lebih akurat.

19. Mata, mata dan mata

Saat memotret orang, pastikan matanya menjadi titik fokus. Kalau anda memotret dengan depth of field yang sangat sempit (f/1.8 misalnya), jadikan mata yang paling dekat kamera sebagai titik fokus.

20. Manfaatkan Sharpening

Kita semua bergumul dengan software fotografi, ada yang sering ada yang sesekali. Entah dengan photoshop atau dengan alternatifnya, semuanya menyediakan cara untuk mempertajam hasil akhir foto alias sharpening. Saat konversi RAW, gunakan sharpening yang sangat minimal, lalu gunakan sharpening lagi di langkah terakhir.
Nah selamat mencoba.

9 Rekomendasi Setting Untuk Kamera DSLR/Mirrorless Baru

azcreative     May 15, 2018    



Jadi anda baru saja membeli kamera “serius”, entah itu kamera DSLR atau Mirrorless, untuk pertama kalinya. Yang paling asyik sih langsung dipakai. Namun kemudian anda melihat banyaknya tombol dan roda kontrol yang tersedia lalu mulai bingung bagaimana dengan setting kamera baru anda.
Dalam artikel ini, kita akan membahas dan merekomendasikan beberapa setting kamera DSLR/Mirrorless  dasar yang akan memudahkan anda.

1. Kartu Memori

Segera setelah anda membuka kemasan, masukkan kartu memori ke kamera DSLR/Mirrorless anda. Format kartu memori tersebut agar bekerja secara serasi dengan manajemen file yang ditentukan oleh masing-masing kamera.
Slot kartu memori nikon
Masuklah ke menu utama kamera, kemudian cari perintah format. Di Nikon D5500 misalnya, anda masuk ke Menu >> Setup Menu >> Format. Sementara di Fuji X-E2 and pencet Menu OK >> geser ke bawah di Setup Menu 3 >> Format.

2. Tentukan Ukuran Dan Kualitas Gambar

Karena kamera anda sekarang cukup “serius”, ada baiknya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan foto dengan kualitas terbaik yang ada. Gunakan format JPEG dengan kualitas tertinggi (Extra Fine atau Highest Quality) dengan ukuran file Large.
Canon 100d menu qual
Jika tertarik dengan format RAW yang menyimpan informasi foto yang lebih banyak, anda juga bisa menggunakannya. Pastikan anda paham beda antara file foto dengan format JPEG vs RAW. Saat memakai format RAW, pastikan komputer anda memiliki perangkat lunak dan spesifikasi yang mencukupi untuk membaca dan konversi RAW ke format standar.

3. ISO

Setelan ISO di kamera menentukan berapa banyak cahaya uang dibutuhkan kamera untuk memproduksi foto.
ISO tinggi seperti 6400 berguna saat anda memotret di tempat dengan cahaya yang remang namun beresiko menghasilkan foto dengan bintik/noise. Sementara ISO rendah seperti 100 atau 200 menghasilkan foto tanpa noise yang lebih jernih dan dengan kualitas terbaik namun membuat foto rentan blur saat anda memotret di dalam ruangan.
Untuk tahap awal penggunaan, setelan ISO terbaik yang bisa anda pilih adalah Auto.

4. White Balance

Dial nikon d800
Setelan white balance kamera memengaruhi akurasi warna foto. Sebagaimana di bahas dalam artikel mengenai white balance ini, warna kulit atau warna baju mungkin akan tampak aneh saat kamera menggunakan white balance yang tidak pas.
Untungnya, kamera saat ini sudah amat canggih sehingga jarang meleset. Gunakan setelan auto white balance sebagai awalan sembari bereksperimen dengan setelan white balance yang lain.

5. Metering

Setelan metering menentukan bagaimana kamera mengukur cahaya yang dipantulkan objek lalu bagaimana mereka menghasilkan kombinasi shutter speed dan bukaan lensa yang sesuai hasil pengukuran tadi.
Di saa-saat awal menggunakan kamera DSLR/Mirrorless baru anda, pergunakan mode metering Evaluative (Canon) atau Matrik (Nikon). Sesuai penambahan jam terbang bersama kamera anda, mulailah gunakan mode metering yang lain sesuai kondisi pemotretan dan objek yang anda foto: center weighted, spot dan lainnya.
Pilihan-pilihan mode metering bisa anda pahami lebih rinci dalam artikel Memahami Mode Metering Kamera DSLR.

6. Fokus

Lensa di kamera yang anda pakai bisa secara otomatis mencari fokus dengan memanfaatkan sistem autofokus kamera atau secara manual dengan memutar cincin fokus di lensa.
Di tahap awal ini, manfaatkan sistem autofokus (AF) kamera dan gunakan mode Single AF (One Shot AF atau Single Area AF). Dalam mode ini, lensa akan mengunci fokus pada satu titik yang telah anda tentukan saat anda memencet tombol shutter separuh. Gunakan titik tengah fokus dan mulailah berlatih agar tangan anda lincah mengubah-ubah titik fokus.
Panel lcd
Pilihan mode AF yang lain misalnya AI-Servo atau AF-C bisa anda pakai saat anda akan memotret anak yang terus berlarian. Pembahasan mengenai mode autofokus bisa anda baca di sini.

7. Drive Mode

Drive mode kamera menentukan kecepatan kamera dalam mengambil eksposure. Mode Single Shot cocok dipakai dalam mayoritas kondisi pemotretan dan objek foto sehari-hari. Set kamera di mode ini saat anda pertama menggunakannya. Dalam mode ini, setiap kali kita memencet penuh tombol shutter, kamera akan membuat foto.
Mode lain yang tersedia adalah Continuous Mode, berguna saat memotret objek bergerak. Kamera akan terus menerus membuat foto begitu kita memencet penuh tombol shutter, mode berondongan kata para fotografer senior. Ada juga mode Delay atau Remote yang bisa dipakai dalam kondisi lain. Baca lebih jauh tentang Drive Mode di artikel ini.

8. Mode Eksposure

Ada dua mode yang cukup bersahabat untuk pemilik kamera baru: Mode Auto, Scene dan Mode Program. Dalam kedua mode ini, kamera menentukan semua atau sebagian besar setelan kamera sehingga anda bisa berfokus mengambil gambar.
Sayangnya saat kamera berada dalam kedua mode tersebut, banyak parameter yang di matikan kamera. Di hari pertama, sah-sah saja anda menggunakan salah satu dari 3 mode tersebut.
Selanjutnya, mulailah menggunakan Aperture Priority maupun Shutter Priority. Dan silakan juga mulai bereksperimen dengan mode Manual. Baca kembali mengenai Mode Ekpsoure Kamera.

9. Bagaimana Agar Hasil Foto Tajam ?

Salah satu pertanyaan terbanyak yang masuk ke halaman kontak adalah kenapa foto yang dihasilkan tetap blur, tidak tajam. Pastikan anda membaca 20 Trik Agar Foto Tajam dan mengetahui 5 Penyebab Foto Kenapa Foto Belum Tajam.
Nah selamat menikmati kamera baru anda.

Memahami Shutter Speed Dalam Fotografi

azcreative     May 15, 2018    
Untuk “membekukan” gerakan cheetah berlari cepat seperti ini, butuh kecepatan shutter yang sangat tinggi, 1/4000 detik. ISO 100, f/4.5, 200mm. (Foto karya Cara Fuller)

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter (jendela) di yang menutup sensor di kamera kita terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto.
Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:
  • Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
  • Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
  • Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization
  • Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
  • Shutter speed sangat tinggi dibutuhkan untuk membekukan gerakan seperti foto cheetah di atas. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.


Dibutuhkan shutter speed 5 menit (300 detik) untuk melembutkan efek gerakan awan dan gelombang permukaan air seperti dalam foto ini.
300 detik, F/9 ISO 100. (Foto karya Cedric Klei)

  • Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Foto long exposure di bawah menggunakan shutter speed 300 detik untuk membuat awan bergerak dan gelombang air menjadi selembut sutra. Butuh mode Bulb dan tripod yang sangat stabil untuk membuat foto seperti ini.

11 Tips Memotret Dengan Kamera Smartphone

azcreative     May 15, 2018    


Kamera smartphone dan handphone adalah kamera yang selalu kita bawa kemana – kemana. Itu fakta. Mungkin anda sekalian punya kamera DSLR atau mirrorless, namun tetap saja smartphone-lah yang menemani kita dari kelas di kampus sampai meeting di kantor bahkan di meja makan. Praktis dan multifungsi.
Itulah kenapa, kemampuan memaksimalkan kamera yang ada di smartphone dan handphone anda adalah salah satu skill wajib yang dimiliki manusia modern, ya nggak sih? Nah artikel ini berisi 11 tips yang bisa dipakai untuk memaksimalkan hasil foto dari kamera smartphone, apapun brand-nya. Silakan:

1. Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto

Lensa di kamera smartphone biasanya memilik panjang focal 25 sampai 28mm yang dalam ranah fotografi dikenal sebagai lensa sudut lebar, itulah sebabnya obyek jadi terlihat lebih kecil dibandingkan sebenarnya. Dan kita seringkali tergoda untuk melakukan pinch to zoom saat memotret dengannya. Hindari hal ini, karena zooming secara digital seperti ini layaknya anda melakukan cropping foto di komputer, resolusi foto jadi turun dan terpotong. Makin dahsyat kita melakukan zoom, makin besar degradasi resolusi foto.
Untuk menghindari hal ini, zoom-lah dengan kaki anda, dekati obyek foto dan fotolah dari dekat. Kalau anak anda akan mendapat piala karena juara pidato di sekolah dan anda nekat memotret dengan kamera smartphone, pasti ada kecenderungan untuk zoom-in. Kalau bisa keluarlah dari bangku dan dekati panggung, fotolah momen penting ini dari jarak sedekat anda bisa, tidak perlu malu.
Lebih baik lagi dan kalau anda mampu, belilah smartphone yang memiliki kamera ganda ala iPhone 8 Plus yang dilengkapi lensa lebar dan lensa semi-tele, jadi tidak perlu zoom secara digital.

2. Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi

Kamera handphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan  agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.

3. Pegang handphone se-stabil mungkin

Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.

Banyak orang memotret makanan dengan kamera smartphone, kalau anda serius dan mampu, belilah tripod meja seperti ini.

Tripod meja untuk smartphone

4. Baca tips tentang komposisi

Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini. Beberapa kaidah komposisi membantu membuat foto yang lebih “rapi” dan terlihat lebih kuat. Tapi jangan terlalu kaku bahwa semua foto harus mengikuti aturan komposisi, karena selera dan intuisi fotografer juga layak diikuti.

5. Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa


Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya jongkoklah dan memotretlah dari sudut yang lebih rendah dari objek fotonya. Dengan begitu foto kita memberi kesan khusus yang tidak biasa dilihat mata manusia normal.

6. Pilih smartphone terbaik yang anda mampu

Mau tidak mau harus diakui, smartphone dengan spesifikasi kamera yang lebih baik akan memudahkan fotografer menghasilkan foto yang lebih baik dibandingkan smartphone yang biasa-biasa saja. Kamera di iPhone X atau Pixel 2 atau Galaxy S9 memiliki dynamic range, reproduksi warna dan kemampuan memotret di kondisi kurang cahaya dengan lebih baik. Mereka juga memiliki fitur yang lebih canggih seperti mode portrait seperti foto di bawah ini.
Belize
Kalau smartphone premium seperti itu ada diluar jangkauan, beberapa smartphone kategori budget bisa jadi pilihan. Smartphone alternatif dengan harga lebih terjangkau seperti Huawei Honor, Moto G atau Xiaomi Mi6 dikenal memiliki kamera yangsangat baik dengan harga jauh dibawah 3 nama premium tadi.

7. Pastikan lensa selalu bersih

Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.

8. Kenali waktu jeda shutter

Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Tidak seperti kamera DSLR yang secepat kilat mengambil foto setelah kita memencet eksposur, handphone lumayan lelet. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.

9. Pilih app edit foto yang bagus

Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), cobalah pilih app edit foto yang berkualitas bagus sehingga memudahkan kita melakukan editing penting. Silakan baca app fotografi terbaik untuk Andorid dan untuk IOS.
tips-foto-handphone-smartphone-1

10. Foto sesering mungkin

Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin sampai memory di handphone anda penuh, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus

11. Beri efek filter yang pas, jangan berlebihan

Sebenarnya ini subjektif sih, namun menurut kebanyakan orang kalau foto sudah terlalu banyak difilter, hasilnya malah jadi tidak bagus. Editlah dengan tujuan utama untuk memperkuat kesan foto, bukan untuk menghiasnya. Jika anda menggunakan app edit foto yang bagus seperti poin di atas, cukup sesuaikan kontras, vignette, crop dan tambahkan mood yang membantu foto tampak lebih keren tanpa berkesan diber filter berlebihan. Lihatlah galeri foto para nominasi penghargaan fotografi dunia dengan smartphone ini dan apa kesan yang timbul? menurut belfot mayoritas foto yang terpilih adalah foto yang memberi kesan sederhana dan tidak terlalu banyak dipoles.

5 Cara Mengasah Kemampuan Komposisi Dalam Fotografi

azcreative     May 15, 2018    


Mata yang jeli terhadap komposisi adalah salah satu modal terpenting yang bisa membedakan fotografer biasa dengan mereka yang luar biasa. Salah satu cara paling ampuh yang bisa kita lakukan untuk mengasah kemampuan komposisi tadi adalah dengan melakukan satu hal yang sama sampai fasih baru beranjak ke hal yang lain.
Perulangan memang bisa membosankan, tapi yang sering dikatakan oleh orang tua kita, bahwa practice makes perfect, memang benar. Tanyalah kepada mereka yang sedang mengasah skill menguasai piano, baru setelah mahir fingering lalu mereka beranjak ke skill yang lain.
Berikut ini 5 contoh praktis yang bisa anda mulai detik ini juga:

1. Gunakan Hanya Satu Lensa

Panjang focal lensa sangat berpengaruh pada bagaimana sebuah foto tampak secara visual. Dan cara terbaik untuk memahami sebuah lensa dan bagaimana dia akan mewujudkan visi foto kita adalah dengan memaksakan diri memakai lensa tersebut dalam periode waktu yang cukup.
Idealnya, cukup gunakan 1 lensa prime selama sebulan misalnya. Kalaupun anda hanya punya lensa zoom, kunci-lah (atau selotip) lensa tersebut pada satu panjang focal.
Petani lebar

Petani tele
Objek sama, setting sama, namun foto yang dihasilkan lensa lebar 24mm (atas) secara visual sangat berbeda dengan foto bawah (lensa tele 130mm).
Punya banyak lensa memang menguntungkan, namun kita jadi cenderung gampang gonta-ganti lensa tanpa kenal dan paham dengan sifat masing-masing lensa. Sementara ini jangan gonta-ganti lensa, gonta-ganti pacar saja (…plakkk).

2. Belajar Membuat Foto Hitam Putih

Meskipun warna juga merupakan elemen komposisi, seringkali warna terlalu mendominasi foto. Elemen lain seperti garis, pola, dan lainnya menjadi kabur dan susah di apresiasi. Singkirkan elemen warna dari foto dan kita akan “dipaksa” untuk menyusun foto dengan lebih hati-hati agar foto tetap tampak bagus.


Dan sekali kita menyadari harus memanfaatkan elemen lain selain warna (garis, tekstur, pola dll) , makin jeli mata kita mencari elemen-elemen komposisi tadi.

3. Mencari Pola Berulang

Pola/pattern secara gampang bisa diartikan sebagai pengulangan. Pengulangan disini biasanya adalah pengulangan bentuk, garis, warna, benda atau objek, dan pengulangan-nya dalam format yang mendekati teratur. Dalam contoh foto diatas kita bisa melihat bagaimana pola garis dalam daun sedemikian teratur dan indah sehingga menyusun komposisinya sendiri. Dan juga tiap kelompok daun memiliki keteraturan yang mirip dengan kelompok daun yang lain.
Kalau anda memilik lensa makro, foto diatas bisa juga didekati dari jarak yang sangat dekat dan kita bisa mengekspoitasi garis-garis dalam satu daun saja. Belfot telah menulis lebih jauh tentang pola berulang di sini.

4. Mencari Garis

Dalam foto, garis lurus yang terentang dari satu sisi foto ke sisi yang lain memberi rasa rasa aman. Sementara garis diagonal memberi kesan dinamis. Kurva, garis lengkung, memberi kesan dinamis, anggun dan luwes, serta kemungkinan besar, seksi.
Dalam foto landscape, kita sering melihat gabungan serasi antara garis lurus dan garis lengkung sehingga memberi kesan landscape yang anggun dan megah sekaligus. Elemen garis dalam komposisi dibahas di sini, sementara mengenai kurva disini.

5. Ruang Negatif

Ruang negatif kerap dimanfaatkan oleh fotografer untuk memperkuat objek utama. Luas dan sepi-nya ruang negatif membuat mata kita bisa ter-fokus pada objek utama yang jadi menonjol meski ukurannya kecil. Dengan memperkuat objek utama, sebuah foto menjadi lebih mudah dicerna dan dinikmati.
Selamat mencoba. Lakukan masing-masing langkah di atas satu persatu. Pahami dan kuasai satu tema, lalu beralih ke yang lain.

Friday, 20 April 2018

Mengenal Beberapa Menu Mode Pada Camera

azcreative     April 20, 2018    

Thursday, 22 March 2018

Pelajari Teknik Mudah Membuat Foto Levitasi

azcreative     March 22, 2018    
 Pernah dengar istilah levitasi?
Jika belum, apakah kamu pernah melakukan foto grup sambil loncat?
Pelajari Teknik Mudah Membuat Foto Levitasi, Cara Memotret Objek Melayang
“Ayo.. loncat ya, pada hitungan ketiga pas difoto semua sementara di udara…!” Seru fotografernya
“Siap…? Satu… dua….”
Jlebb… Kameranya mati, habis baterai. Lalu senyap.
Hehehehe…
Kalau kamu pernah mendengar atau malah melakukan dialog absurd di atas, setidaknya kamu sudah mengerti bagaimana dasar foto levitasi itu, meskipun mungkin kamu belum tahu kalau itu yang dinamakan foto levitasi (levitation photography).

Foto Levitasi Dan Objek Yang Melayang

Foto levitasi adalah jenis foto yang memiliki kesan unik. Kesan utama dalam sebuah foto levitasi adalah objek yang tampak melayang, iya melayang di udara seolah-olah melawan gravitasi.
Objek foto di sini bisa manusia, hewan ataupun benda-benda mati yang dibuat melayang.
Sekedar peringatan, jangan bermain-main dengan vas bunga kesayangan ibu kamu untuk dibuat levitasi, bahaya.. Hehe.
Tahukah Kamu?
“Sejarah foto levitasi bahkan sudah dimulai sejak tahun 1905 lewat karya foto Jacques Henri Lartigue, teknik foto ini kemudian dipopulerkan kembali oleh Natsumi Hayashi, seorang fotografer wanita asal negeri Sakura.”

Meski di bagian awal kita menyinggung soal foto loncat-loncat, tapi foto levitasi yang murni lebih dari itu. Soalnya kalau orang loncat kan kelihatan banget dalam fotonya, “Oh.. ni orang lagi loncat”.
Berbeda dengan foto levitasi, meski dilakukan dengan cara serupa (loncat dsb), tapi ekspresi dan feelnya akan terasa beda, ceileh.. hehe.

Membuat Foto Levitasi

Bagi yang selama ini sudah sering foto
alaysambil loncat-loncat, pasti sudah mengerti bagaimana membuat foto levitasi tadi. Pada dasarnya membuat foto jenis ini ada dua cara, yaitu dipotret natural ataupun menggunakan software editing (photoshop dkk).
Baca juga:
Mari kita lihat cara yang pertama dulu.
Memotret Levitasi Natural
Prinsip utama kita dalam memotret objek yang tampak melayang adalah dengan memanfaatkan shutter speed yang tinggi, karena dengan shutter speed yang tinggi kita bisa membekukan gerakan objek yang difoto.
foto levitasi 4
Foto karya Vitaly Vlasov. Nikon 1 J1 | ƒ/5.0 | 10mm | 1/80 | ISO 100
Yang belum paham soal penggunaan shutter speed tinggi ini, bisa dibaca di artikel tentang shutter speed ini.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu praktekkan langsung untuk memotret levitasi saat ini juga
  • Pastikan kamera yang kamu punya bisa diatur shutter speednya (DSLR atau mirrorless).
Pilihan mode pada DSLR/mirrorless bisa menggunakan Manual (M) atau Shutter Priority (S/Tv), di kedua mode tersebut silakan putar roda dial kamera untuk menambah shutter speed, umumnya diputar ke kanan. Shutter speed  1/500-1/1000 sudah mencukupi.
Untuk kamera saku ataupun smartphone, gunakan mode sport/olahraga untuk bisa membekukan gerakan objek, biasanya mode ini disimbolkan dengan gambar orang berlari atau gambar mobil.
Rata-rata aplikasi foto di hape android ataupun ios sudah banyak yang memungkinkan penggunanya mengatur shutter speed sendiri.
  • Memotretlah di lokasi yang memiliki pencahayaan cukup
Untuk mendapatkan cahaya maksimal, silakan memotret di luar ruangan. Jika terpaksa harus memotret di dalam ruangan, sesuaikan ISO serta aperture yang ada. Jika memungkinkan gunakan teknik strobist.
foto levitasi 2
Foto karya Kevin Tao. Canon EOS 5D Mark III | lensa: 24-70mm | ƒ/6.3 | 24mm | 1/800 | ISO 100
Ingat saat menggunakan shutter speed yang tinggi maka kita membutuhkan cahaya yang lebih banyak ketimbang shutter speed normal atau lambat.
  • Pilih objek foto yang masuk akal
Hal berikut yang perlu kamu perhatikan adalah objek yang ingin dibuat melayang, pilihlah yang masih masuk akal ya.
Orang atau benda-benda kecil mungkin masih normal. Soalnya orang kan tinggal loncat bisa, beda kalo kamu mau buat rumah kamu melayang yaaah sulit, kecuali diphotoshop.
  • Pilih Background Dan Latar Cerita
Background dalam foto levitasi sangat penting karena menunjang ‘cerita’ utama dalam foto levitasi kamu. Contoh sederhana adalah foto di bawah ini, sang fotografer menonjolkan si model yang baru saja keluar dari pintu bus. Kali aja dia mau mengunjungi mantannya kan.. eh.
foto levitasi 3
Foto karya jedlocquiao. Sony NEX-5R |lensa E 24mm F1.8 ZA |ƒ/2.5 | 24mm | 1/800s | 100
Menentukan cerita dibalik foto levitasi itu penting lho, jangan cuma sekedar loncat-loncat saja. Setidaknya orang yang melihat foto kamu, tahu maksud dari balik foto tersebut, atau bisa menangkap pesan yang ingin kamu  tunjukan.
  • Mulai Memotret
Oke, jangan kelamaan mikir. Mari mulai memotret. Setelah kamu sudah punya ceritanya, udah dapat background atau lokasi yang paling pas, model sudah siap, silakan segera memotret.
Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sementara memotret antara lain:
Jaga fokus tetap pada objek atau model dengan menggunakan focus continuous serta burst mode di kamera (bagi yang pake DSLR/mirrorless). Ada baiknya kamu gunakan bukaan lensa kecil semacam f/8 agar foto tetap tajam keseluruhannya.
Baca juga:
Kalau kamu mengincar foto bokeh, maka bukaan besar mulai dari f/1.8 bisa dicoba. Tapi ingat, bukaan besar seperti itu jadi rentan missfocus, percobaan beberapa kali tentu tak masalah bagi kamu yang memang ‘niat’.
Khusus buat yang jadi modelnya, cobalah untuk terlihat natural. artinya kalau mau loncat yah jangan sekedar loncat saja, setidaknya kamu sudah tau arah tangannya akan seperti apa, posisi kaki mengarah kemana dan sebagainya.
Properti foto juga patut kamu coba! Buku, payung, balon dan semacamnya akan menambah kesan unik serta menarik di dalam foto kamu. Jangan lupa untuk disesuaikan dengan latar cerita dan background yang kita bahas tadi ya.
****
Salah satu fotografer terbaik untuk urusan foto levitasi adalah Natsumi Hayashi. Dia begitu terkenal dengan  seri foto “Today’s Levitation”yang  benar-benar ‘niat’ hehehe. Karya-karyanya itu dimuat di blognya Yowayowacamera.
Hingga kini blog tersebut masih bisa dikunjungi, meskipun serial foto satu hari satu foto levitasinya telah berakhir pada bulan Juni 2011 silam. Natsumi jugalah yang mempopulerkan gaya foto ‘mengambang’ ini.
Kamu yang butuh inspirasi bisa coba mengunjungi blog tersebut.
foto levitasi natsumi hayashi
Salah satu foto karya Natsumi Hayashi dari serial “Levitation Today”
Selain itu, di Indonesia juga ada komunitas khusus untuk foto-foto levitasi lho, yaitu LevitasiHore. Buat yang ingin dapat banyak kawan sambil belajar foto levitasi, bisa coba gabung di komunitas tersebut. Kamu bisa coba hubungi di akun twitternya @levitasihore atau websitenya www.levitasihore.net.
Demikian tips untuk kamu yang gemar ataupun tertarik untuk membuat foto levitasi. Nah bagaimana dengan cara buat foto levitasi menggunakan Photoshop? Untuk tips tersebut akan kami hadirkan di artikel khusus kategori edit foto, so pantengin terus Saveseva.com aja.

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .