Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Monday, 22 January 2018

Hindari Hacker Dengan Aktifkan Google Adcanced Protection

azcreative     January 22, 2018    
Belum lama ini Google menyediakan berbagai fitur canggih seperti alert login dan otentikasi dua faktor untuk menjaga akun Google Anda aman dari serangan penjahat cyber. Namun, jika Anda ekstra paranoid, Google baru saja memperkenalkan fitur keamanan terkuat yang disebut dengan nama "Advanced Protection," yang membuat lebih mudah bagi pengguna dalam melindungi akun Google dari risiko tinggi serangan online yang semakin marak.


    "Kami mengambil langkah yang tidak biasa ini karena ada minoritas dari pengguna yang mengabaikan seranga online yang beresiko sangat tinggi," kata perusahaan itu dalam sebuah posting blog. "Misalnya, seorang wartawan yang perlu untuk melindungi kerahasiaan sumber-sumber mereka"

Bahkan jika seorang hacker entah bagaimana melakukan serangkaian serangan melalui phishing, eksploitasi zero-day atau spyware dan mencoba untuk mengakses akun Google Anda, mereka tidak akan bisa masuk. Untuk mengaktifkan fitur Advanced Protection Google, Anda akan membutuhkan dua kunci keamanan fisik yang bekerja dengan FIDO Universal 2nd Factor (U2F) - yang menawarkan otentikasi dua faktor berbasis hardware yang tidak memerlukan kode rahasia melalui SMS atau email.

Untuk login ke akun Google Anda dari komputer atau laptop akan membutuhkan USB stick khusus saat mengakses dari smartphone atau tablet dan akan membutuhkan dongle Bluetooth-enabled, dihubungkan dengan telepon Anda.

    "perangkat keamanan menggunakan public-key cryptography dan digital signatures untuk membuktikan kepada Google bahwa itu benar-benar Anda,". "Seorang penyerang yang tidak memiliki Kunci Keamanan secara otomatis diblokir, bahkan jika mereka memiliki password Anda."

Perlindungan Lanjutan Google menawarkan tiga fitur untuk menjaga aman akun Anda:
  • Physical Security Key: Masuk ke akun Anda memerlukan kunci keamanan U2F, mencegah orang lain (bahkan dengan akses ke password Anda) dari login ke account Anda.
  • Limit data access and sharing: Mengaktifkan fitur ini memungkinkan hanya aplikasi Google untuk mendapatkan akses ke akun Anda untuk saat ini, meskipun aplikasi Web lainnya akan ditambahkan dari waktu ke waktu.
  • Blocking fraudulent account access: Jika Anda kehilangan kunci keamanan U2F Anda, proses pemulihan akun akan melibatkan langkah-langkah tambahan, "termasuk ulasan tambahan dan permintaan untuk rincian lebih lanjut tentang mengapa Anda kehilangan akses ke akun Anda" untuk mencegah akses akun penipuan.

Fitur Perlindungan canggih tidak dirancang untuk semua orang, tapi hanya untuk wartawan, pejabat pemerintah dan aktivis, yang berada pada risiko target tinggat tinggi oleh pemerintah atau hacker canggih. Saat ini, jika Anda ingin mendaftar dalam Program Perlindungan Lanjutan, Anda akan memerlukan Google Chrome, karena hanya Chrome yang mendukung U2F standard for Security Keys. Namun, diharapakan browser lain dimasukkan dalam fitur terbaru Google tersebut.

Google Menambahkan ESET Malware Detection untuk Chrome. Google juga telah membuat perubahan penting dengan bermitra dengan perusahaan perangkat lunak anti-virus ESET untuk memperluas cakupan deteksi malware dan perlindungan dalam browser melalui fitur Cleanup Chrome. Chrome Cleanup sekarang memiliki mesin deteksi malware dari ESET, yang bekerja bersama-sama dengan teknologi sandbox Chrome.

Cara Menggunakan Prime Lens dengan Benar

azcreative     January 22, 2018    
Dalam dunia fotografi tentu akan mengenal beragam lensa yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Salah atau lensa yang digunakan adalah lensa prime atau juga dikenal dengan lensa fixed. Selain mengenal, mengetahui cara menggunakan prime lens pun menjadi hal yang perlu untuk dipahami. Lensa prime atau lensa fixed sendiri merupakan lensa yang tidak memiliki elemen yang bergerak, focal length yang tetap namun memiliki aperture yang lebar. Secara fisik, lensa ini memiliki fisik yang lebih ringkas dan tidak besar seperti lensa zoom.
Cara Menggunakan Prime Lens
Bagi fotografer profesional, cara menggunakan prime lens mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Pasalnya, lensa prime ini sangat bagus digunakan untuk memotret subjek dengan teknik apapun baik landscape, portrait, wildlife dan lain sebagainya. Meskipun kemampuannya hanya terbatas pada focal length namun gambar yang dihasilkan sangat tajam. Hal ini dikarenakan bukaan aperturenya yang luas sehingga meminimalisir penggunaan ISO yang tinggi. Nah, untuk mengetahui cara menggunakan prime lens ini secara lebih mendalam, mari kita simak ulasan di bawah ini!
Cara Menggunakan Lensa Fix

cara menggunakan prime lens

Untuk bisa menggunakan lensa prime, perhatikan cara penggunaan lensa prime di bawah ini:
  1. Kuasai Manual Focus
Jika kamu masih menggunakan lensa prime buatan yang lama maka kendala yang sering kamu jumpai adalah titik fokusnya yang tidak berubah. Sehingga untuk cara menggunakan prime lens jenis ini kamu harus mengaturnya secara manual untuk mendapatkan titik fokus yang kamu inginkan. Dengan menguasai manual focus ini akan memudahkan kamu dalam menjalankan lensa prime. Sedangkan untuk lensa prime saat ini sudah memiliki autofokus yang baik sehingga kamu tidak perlu mengotak-atik secara manual.
  1. Gunakan Lensa Prime yang Lebih Besar
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap kamera yang diatur dengan bukaan lensa sekitar f/1.4 hingga f/1.8 lebih baik daripada bukaan lensa f/3.0 atau seterusnya. Begitu pula dengan cara menggunakan prime lens, dengan bukaan lensa sekitar f/1.3-f/1.8 akan lebih bagus digunakan untuk menangkap gambar sehingga hasilnya pun lebih tajam. Dengan menggunakan aperture sekitar f/1.3 hingga f/1.8 tersebut maka akan memungkinkan shutter speed yang sangat tinggi dengan depth of field yang lebih sempit. Dengan kemampuan yang dihadirkan lensa prime tersebut justru akan menguntungkan karena ketika berada di tempat yang ramai akan mudah untuk mengisolasi subjek.
Lensa prima yang menggunakan aperture sekisar f/1.4 atau f/2.8 akan membantu kamu memotret subjek dalam kondisi sedikit suram atau lowlight sehingga akan menghasilkan bokeh yang menakjubkan. Maka dari itu, cara menggunakan prime lens dengan menggunakan shutter speed yang tinggi justru tidak akan membuat gambar goyang atau shake.
  1. Fokuskan Objek Yang Lebih Dekat
Dengan menggunakan lensa prime maka kamu bisa lebih fokus terhadap sasaran kamu. Karena lensa ini akan lebih fokus pada subjek yang lebih dekat. Namun sebagian lensa prime ada yang membatas lensanya untuk menangkap lebih dari empat subjek.
  1. Bergerak Lebih Aktif
Karena lensa prime merupakan lensa yang tidak bisa di zoom maka satu-satunya langkah yang perlu kamu lakukan dalam cara menggunakan prime lens adalah dengan lebih aktif bergerak. Ya, untuk mendapatkan hasil close up maka kamu harus bergerak mendekat ke subjek agar hasil lebih maksimal.
  1. Gunakan Lensa Wide Fix
Jika kamu menginginkan street fotography, traveling atau dokumenter maka cara menggunakan prime lens ini sangat direkomendasikan untuk menggunakan lensa wide fix. Sebab hasilnya akan lebih maksimal dan menjangkau subjek lebih maksimal.
Cara Menggunakan Lensa Fix 50mm F1.8
Dengan demikian, setelah mengetahui penggunaan cara menggunakan prime lens ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengambil gambar. Selain itu, kamu bisa mendapatkan visual gambar yang lebih menakjubkan dari yang sebelumnya. Selain itu, dengan mengetahui infromasi ini pun semakin menambah wawasan sobat dalam dunia fotografi. Nah, AZ_Creative rasa cukup sekian ulasan yang dapat diberikan mengenai cara menggunakan prime lens ini. semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Lensa yang Cocok untuk Foto Model

azcreative     January 22, 2018    
Sebagai fotografer pemula, pernahkah kamu bingung untuk menggunakan lensa yang cocok untuk foto model? Pastinya pikiran tersebut pernah terlintas dalam benak kamu bukan ? Nah, untuk dapat memotret model yang cantik dengan maksimal, maka kamu perlu mengetahui beberapa lensa yang cocok digunakan untuk memotret sang foto model. Bukan tanpa alasan, jika kawan-kawan menggunakan lensa yang cocok untuk foto model tentu gambar yang dihasilkan juga akan sempurna.
Lensa Kamera Yang Cocok Untuk Foto Model
Tak perlu bingung-bingung, pasalnya pada kesempatan kali ini DIYKamera akan membahas lensa yang cocok untuk foto model ini secara lengkap. Tentunya pembahasan kali ini akan sangat bermanfaat bagi kawan-kawan yang berniat untuk menjadi fotografer model profesional. Baiklah, tak perlu berlama-lama, mari kita sama-sama simak ulasan mengenai lensa yang cocok untuk foto model ini secara langsung di bawah ini.
Lensa Yang Cocok Untuk Foto Model

Lensa yang Cocok untuk Foto Model

  1. Lensa Tele
Lensa Tele
Lensa telephoto yang cocok digunakan untuk memotret model adalah yang memiliki fokal lebih dari 50 mm. Meski demikian, lensa tele yang paling populer dan sering digunakan adalah yang memiliki panjang fokal 85 mm, 135 mm, atau 70-200 mm. Lensa dengan fokal yang panjang tersebut tentunya sangat baik digunakan untuk menciptakan blur atau bokeh pada background dengan baik, sehingga sang model dapat terlihat lebih menonjol dari latar dan terkesan tiga dimensi.
Alasan lain lensa ini menjadi lensa yang cocok untuk foto model adalah bisa membuat sang model nyaman untuk mengeluarkan ekspresinya karena dengan adanya lensa tele photo dengan fokal yang panjang tersebut, maka jarak antara fotografer dengan model dapat menjadi lebih jauh ketika proses pemotretan tersebut.
Adanya jarak diantara model dengan fotografer tersebut tentunya juga dapat membantu dari segi perspektif, sehingga apabila sang model misalnya memiliki hidung yang agak ‘besar’, maka dengan lensa tele tersebut fotografer dapat menjaga perspektif dari hidung model tersebut agar terlihat proporsional dengan menampilkan muka secara keseluruhan.
Keunggulan lainnya dari lensa yang cocok untuk foto model yang satu ini, yaitu lensa tele tersebut dapat mengabadikan kecantikan sang model secara close-up. Sang fotografer pun dapat membidik dengan menggunakan komposisi yang ketat, misalnya hanya membidik wajah model saja, sehingga hasilnya dapat lebih beragam.
  1. Lensa Wide
Lensa Wide
Selain lensa tele, lensa lainnya yang juga cocok dan sering digunakan untuk pemotretan model pada umumnya yaitu lensa wide. Lensa ini menjadi lensa yang cocok untuk foto model karena dapat menghasilkan gambar yang lebih unik dibandingkan dengan menggunakan lensa tele. Selama ini panjang fokal lensa wide yang kebanyakan digunakan oleh fotografer pro untuk memotret model adalah lensa 16-35 mm, 24-70 mm, atau 24 mm fixed.
Akan tetapi, meski dapat menghasilkan gambar yang lebih unik dan memukau, sayangnya lensa wide ini memiliki kelemahan, yaitu adanya distorsi yang dapat mempengaruhi postur tubuh atau wajah dari sang model. Meski demikian, tak selamanya distorsi tersebut merugikan pembidik. Distorsi tersebut dapat digunakan pula oleh fotografer untuk menambah kecantikan sang model, yakni dengan cara mengusung-frame model pada posisi vertikal, maka kaki sang model akan terlihat lebih panjang akibat adanya distorsi tersebut. Oleh karenanya, distorsi tersebut lebih tepat digunakan untuk memotret model ketika menggunakan gaun, sehingga akan terkesan natural dan lebih tinggi, serta langsing.
Hal lain yang membuatnya menjadi lensa yang cocok untuk foto model salah satunya yaitu dapat digunakan untuk mengkombinasikan kecantikan snag model dengan keindahan pemandangan sekitar atau background tempat diambilnya gambar tersebut. Tak jarang, sang fotografer pun juga sengaja ingin menonjolkan lokasi pemotretannya dengan berkreasi menggunakan komposisi atau elemen-elemen, serta suasana yang ada disekitar lokasi pemotretan tersebut sehingga dapat menghasilkan gambar yang menawan.
Lensa Yang Cocok Untuk Foto Modeling
Dengan memilih untuk menggunakan salah satu dari kedua lensa yang cocok untuk foto model tersebut, maka kamu pun dapat memotret sang model dengan sempurna, tentunya dengan menerapkan berbagai teknik yang kamu pelajari juga. Nah, AZ_Creative rasa cukup sampai di sini penjelasan yang dapat disampaikan. Semoga penjelasan mengenai lensa yang cocok untuk foto model tersebut dapat bermanfaat bagi kawan-kawan.

Mengenal Komposisi Framing pada Fotografi

azcreative     January 22, 2018    
Dalam mendalami dunia fotografi, tentu sobat harus mengenal komposisi framing pada fotografi. Pasalnya, framing dalam dunia pemotretan merupakan komposisi dasar yang mana kita harus bisa memposisikan subyek utama foto atau Point of Intereset (POI) dalam posisi yang sedemikian rupa sehingga dikelilingi elemen lain dalam foto. Framing dalam fotografi ini bisa kawan dapatkan, yang salah satunya yaitu dengan memposisikan elemen dasar foto yang jaraknya dekat dengan kamera sebagai latar depan (foreground) yang mengelilingi point of interest. Lantas, dalam mengenal komposisi framing pada fotografi, kira-kira apa saja sih yang perlu kita ketahui lagi?
Mengenal Komposisi Framing Pada Fotografi
Sebelum jauh membahas tentang mengenal komposisi framing pada fotografi, perlu diketahui bahwa  Di sisi lain, secara tak langsung pun teknik ini akan memperkuat kesan dimensi dalam foto karena ada lapisan yang dibentuk antara frame dengan POI sehingga secara visual nantinya akan tampak lebih menarik. Tak hanya itu saja, tentunya dengan membuat elemen lain mengisolasi subyek utama, kita bisa menuntun mata dan perhatian orang yang melihat foto ke arah subyek utama yang kita maksudkan sebelumnya. Nah, untuk mengetahui atau mengenal komposisi framing pada fotografi secara lebih jelas, yuk simak saja ulasan lengkapnya di bawah ini!
Teknik Komposisi Fotografi

Mengenal Komposisi Framing pada Fotografi

Berikut beberapa hal yang perlu sobat pahami dalam mengenal komposisi framing pada fotografi. Di bawah ini penjelasan lengkapnya :
  1. Teknik Komposisi Framing pada Fotogafi
Sebagai seorang fotografer pemula, mengenal komposisi framing pada fotografi merupakan hal dasar yang patut dipahami dan dicoba. Sebab, teknik yang satu ini kita bisa memanfaatkan beberapa frame untuk membangun komposisi guna dijadikan obyek apa saja. Contohnya saja seperti ranting pohon, jendela, rangka besi, cermin sampai struktur bangunan. Selain itu, perlu untuk kawan pahami juga bahwa framing tidak harus mengisolasi keempat sisi subyek utama. Dengan kata lain, kita hanya memasukkan unsur framing pada foto untuk menuntun seseorang yang melihat foto ke arah obyek foto yang terfokus. Tak hanya itu, mengenal komposisi framing pada fotografi pun juga tak lepas dari kematangan atau kesesuaian antara foto, pikiran fotografer, dan irama antara latar depan dan background. Maka, untuk menerapkan teknik framing dalam fotografi ini tentu diperlukan intuisi yang perlu dilatih agar lebih tajam.
  1. Tujuan Komposisi Framing pada Fotografi
Selain kita mengenai teknik dari mengenal komposisi framing pada fotografi, tentu juga kita tak lepas begitu saja dari apa tujuan teknik foto framing. Memang, sepintas tujuan dari teknik ini sudah disebutkan pada pembahasan awal tadi. Hanya saja, secara detailnya, penerapan teknik fotoframing di sini lebih mengedepankan pada ketegasan yang ditampilkan dari konteks foto. Bukan tanpa alasan mengingat frame disini seolah-seolah berfungsi membatasi dan memberi pengantar bagi pemahaman kita pada lingkungan sekitar foto. Selain itu, tujuan komposisi framing pada fotografi pun juga terletak pada bagaimana foto diambil dari sebuah kondisi di mana fokus obyek foto akan lebih mengena melalui framing yang mengelilingi obyek foto. Sehingga, pengenalan foto pun bisa tersampaikan pada setiap yang melihatnya.
Contoh Framing
Dilihat dari kedua ulasan terkait topik mengenal komposisi framing pada fotografi tentu akan menjadi salah satu pengertian yang akan memudahkan kawan-kawan untuk mengenal lebih jauh. Di samping itu, dari pengertian teknik komposisi framing hingga tujuan teknik tersebut, tampaknya kita bisa memahami bahwa teknik framing di sini lebih mengedepankan pada fokus obyek foto yang terbingkai secara alami dengan beberapa unsur di sekitar obyek. Nah, kiranya sampai di sini dulu ya kawan terkait dengan pemahaman dalam mengenal komposisi framing pada fotografi. Semoga bisa bermanfaat.

Honda CR-V Tuai Catatan Positif di 2017

azcreative     January 22, 2018    
Pada tahun 2017 yang lalu Honda meluncurkan varian terbaru dari CR-V yang diluncurkan pada bulan April 2017. Sebagai generasi penerus, mobil ini memang sebenarnya telah memiliki segmen konsumen setianya. Tak heran jika pada tahun 2017 tersebut mobil ini berhasil terjual cukup banyak yakni 15.905 unit.
Catatan Positif CR V
Angka tersebut pun terbilang cukup banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan mencapai dua kali lipat. Pasalnya, pada tahun 2016 PT HPM hanya mampu menjual CR-V sebanyak 7.853 unit saja. Meningkatnya penjualan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pembaruan yang dilakukan Honda tersebut yang menarik minat para konsumennya.
Bukan tanpa alasan Honda menghadirkan pembaruan tersebut, pasalnya pabrikan tersebut memang memiliki komitmen untuk menghadirkan SUV kelas dunia di Indonesia. “Kehadiran CR-V di Indonesia merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan produk SUV kelas dunia, dan kami bersyukur mendapatkan sambutan baik dari masyarakat,” ujar Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy.
Di samping itu, mesin CR-V terbaru yang dibekali dengan mesin 1.5-liter DOHC Direct Injection VTEC Turbo dengan Earth Dreams Technology juga disinyalir semakin banyak konsumen yang tertarik memilikinya. Tak hanya itu saja, teknologi lain juga dibekalkan pada mobil SUV terbaru tersebut.
Untuk diketahui, CR-V ini sendiri pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 2000. Di mana semenjak pertama kali diluncurkan tersebut, mobil ini telah mampu terjual sebanyak 188.281 unit. dengan pencapaian tersebut, mobil ini diklaim sebagai SUV paling laris di pasar otomotif Nasional. “Sejak generasi pertama hingga kelima, CR-V telah diakui sebagai mobil global yang memiliki reputasi sangat baik di seluruh dunia,” kata Jonfis lagi.
Saat ini, segmen SUV sendiri memang semakin ramai dengan kehadiran berbagai produk dari berbagai pabrikan. Nahkan Honda sendiri diketahui memiliki beberapa SUV yang menyasar segmen berbeda. Salah satu yang saat ini mampu bersaing adalah HR-V yang masih terus bersaing dengan SUV lain buatan Toyota maupun pabrikan lainnya yang juga memiliki produk serupa.

Sunday, 21 January 2018

Mengenal Ukuran Cetak Foto

azcreative     January 21, 2018    
Pengetahuan terkait dengan mengenal ukuran cetak foto merupakan salah satu hal yang patut untuk sobat cermati. Memang, dalam dunia fotografi pemahaman mengenai ukuran cetak foto tak terlalu berkaitan erat. Apalagi, saat ini foto bisa dibagikan melalui file digital. Tentu saja, hal tersebut membuat ukuran cetak foto menjadi hal yang mungkin terpinggirkan. Padahal, adakalanya kita akan membutuhkan cetakan foto sekaligus ukurannya. Dengan begitu, bukan suatu perkara yang salah jika kita setidaknya mau mengenal ukuran cetak foto yang mungkin nantinya bisa bermanfaat.
Mengenal Ukuran Cetak Foto
Memang, mengingat jarangnya mencetak foto, mungkin ada beberapa dari kita yang belum mengenal ukuran cetak foto. Padahal, jangan lupa bahwa ukuran kertas foto tidak sama dengan ukuran sensor film pada kamera. Dengan demikian maka pada saat dicetak ada bagian gambar yang terpotong dan tentunya jadi tidak sedap dipandang. Dari situ, perlunya kita memahami ukuran cetak foto menjadi topik yang tak bisa dilepaskan atau dipandang sebelah mata begitu saja. Tapi jangan khawatir, untuk mengenal ukuran cetak foto lebih jauh, berikut DIYKamera akan mengulasnya secara lebih mendalam pada segmen-semen di bawah ini!
Ukuran Cetak Foto Lengkap

Mengenal Ukuran Cetak Foto

Dalam mengenal ukuran cetak foto, ada beberapa hal yang harus sobat pahami. Antara lain sebagai berikut :
  1. Ukuran Standar Kertas Cetak Foto
Dalam proses mengenal ukuran Cetak Foto tampaknya kita juga harus memahami ukuran standar kertas cetak foto. Kertas cetak foto punya ukuran standar yang digunakan dengan kode format nR, dimana n mewakili sisi terpendek dari foto dalam satuan inchi. Kertas cetak alternatif disebut SnR, yang memiliki rasio 3:2. Dengan ukuran tersebut maka dipastikan bakal cocok dan sesuai untuk ukuran film 35 mm dengan sisi terpanjang sekitar 8 inchi. Untuk ukuran standar kertas cetak foto yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut :
  • 2R = 6 x 9 cm
  • 3R = 8,9 x 12,7 cm
  • 4R = 10,2 x 15,2 cm
  • 5R = 12,7 x 17,8 cm
  • 6R = 15,2 x 20,3 cm
  • 8R = 20,3 x 25,4 cm
  • 8R Plus = 20,3 x 30,5 cm
  • 10R = 25,4 x 30,5 cm
  • 10R Plus = 25,4 x 38,1 cm
  1. Ukuran Maksimal Kertas Foto Pada Cetakan Hasil Kamera
Selain ukuran standar, dalam mengenal ukuran cetak foto yang perlu kawan pahami juga yaitu ukuran standar maksimum pada kertas foto cetakan kamera. Umumnya, satuan ukurannya berdasarkan atas pixels yang dimiliki kamera tersebut. Sebut saja pada kamera 0.1 mega pixel (352 × 228) maka maksimal ukuran cetak foto = 2×3 cm. Berikut di bawah ini rincian detailnya :
  • 3R = 1051 pixel × 1500 pixel
  • 4R = 1205 pixel × 1795 pixel
  • 5R = 1500 pixel × 2102 pixel
  • 6R = 1795 pixel × 2551 pixel
  • 8R = 2398 pixel × 3000 pixel
  • 8R Plus = 2398 pixel × 3602 pixel
  • 10R = 3000 pixel × 3602 pixel
  • 10R Plus = 3000 pixel x 4500 pixel.
Ukuran Cetak Foto
Nah, dari pemahaman dalam mengenal ukuran cetak foto di atas, bisa kita pahami bahwa tak selamanya ukuran kertas cetakan sesuai dengan ukuran foto. Maka dari itu, diperlukan sebuah penyesuaian ukuran foto dengan kertas foto yang tersedia. Tentu, dengan melihat data ukuran di atas maka kawan-kawan bisa memperhitungkan berapa ukuran kertas foto yang pas. Semoga dengan pembahasan terkait mengenal ukuran cetak foto tersebut bisa menjadi pedoman bagi kawan-kawan semua.

Cara Menggunakan Prime Lens dengan Benar

azcreative     January 21, 2018    
Dalam dunia fotografi tentu akan mengenal beragam lensa yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Salah atau lensa yang digunakan adalah lensa prime atau juga dikenal dengan lensa fixed. Selain mengenal, mengetahui cara menggunakan prime lens pun menjadi hal yang perlu untuk dipahami. Lensa prime atau lensa fixed sendiri merupakan lensa yang tidak memiliki elemen yang bergerak, focal length yang tetap namun memiliki aperture yang lebar. Secara fisik, lensa ini memiliki fisik yang lebih ringkas dan tidak besar seperti lensa zoom.
Cara Menggunakan Prime Lens
Bagi fotografer profesional, cara menggunakan prime lens mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Pasalnya, lensa prime ini sangat bagus digunakan untuk memotret subjek dengan teknik apapun baik landscape, portrait, wildlife dan lain sebagainya. Meskipun kemampuannya hanya terbatas pada focal length namun gambar yang dihasilkan sangat tajam. Hal ini dikarenakan bukaan aperturenya yang luas sehingga meminimalisir penggunaan ISO yang tinggi. Nah, untuk mengetahui cara menggunakan prime lens ini secara lebih mendalam, mari kita simak ulasan di bawah ini!
Cara Menggunakan Lensa Fix

cara menggunakan prime lens

Untuk bisa menggunakan lensa prime, perhatikan cara penggunaan lensa prime di bawah ini:
  1. Kuasai Manual Focus
Jika kamu masih menggunakan lensa prime buatan yang lama maka kendala yang sering kamu jumpai adalah titik fokusnya yang tidak berubah. Sehingga untuk cara menggunakan prime lens jenis ini kamu harus mengaturnya secara manual untuk mendapatkan titik fokus yang kamu inginkan. Dengan menguasai manual focus ini akan memudahkan kamu dalam menjalankan lensa prime. Sedangkan untuk lensa prime saat ini sudah memiliki autofokus yang baik sehingga kamu tidak perlu mengotak-atik secara manual.
  1. Gunakan Lensa Prime yang Lebih Besar
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap kamera yang diatur dengan bukaan lensa sekitar f/1.4 hingga f/1.8 lebih baik daripada bukaan lensa f/3.0 atau seterusnya. Begitu pula dengan cara menggunakan prime lens, dengan bukaan lensa sekitar f/1.3-f/1.8 akan lebih bagus digunakan untuk menangkap gambar sehingga hasilnya pun lebih tajam. Dengan menggunakan aperture sekitar f/1.3 hingga f/1.8 tersebut maka akan memungkinkan shutter speed yang sangat tinggi dengan depth of field yang lebih sempit. Dengan kemampuan yang dihadirkan lensa prime tersebut justru akan menguntungkan karena ketika berada di tempat yang ramai akan mudah untuk mengisolasi subjek.
Lensa prima yang menggunakan aperture sekisar f/1.4 atau f/2.8 akan membantu kamu memotret subjek dalam kondisi sedikit suram atau lowlight sehingga akan menghasilkan bokeh yang menakjubkan. Maka dari itu, cara menggunakan prime lens dengan menggunakan shutter speed yang tinggi justru tidak akan membuat gambar goyang atau shake.
  1. Fokuskan Objek Yang Lebih Dekat
Dengan menggunakan lensa prime maka kamu bisa lebih fokus terhadap sasaran kamu. Karena lensa ini akan lebih fokus pada subjek yang lebih dekat. Namun sebagian lensa prime ada yang membatas lensanya untuk menangkap lebih dari empat subjek.
  1. Bergerak Lebih Aktif
Karena lensa prime merupakan lensa yang tidak bisa di zoom maka satu-satunya langkah yang perlu kamu lakukan dalam cara menggunakan prime lens adalah dengan lebih aktif bergerak. Ya, untuk mendapatkan hasil close up maka kamu harus bergerak mendekat ke subjek agar hasil lebih maksimal.
  1. Gunakan Lensa Wide Fix
Jika kamu menginginkan street fotography, traveling atau dokumenter maka cara menggunakan prime lens ini sangat direkomendasikan untuk menggunakan lensa wide fix. Sebab hasilnya akan lebih maksimal dan menjangkau subjek lebih maksimal.
Cara Menggunakan Lensa Fix 50mm F1.8
Dengan demikian, setelah mengetahui penggunaan cara menggunakan prime lens ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengambil gambar. Selain itu, kamu bisa mendapatkan visual gambar yang lebih menakjubkan dari yang sebelumnya. Selain itu, dengan mengetahui infromasi ini pun semakin menambah wawasan sobat dalam dunia fotografi. Nah, AZ_Creative rasa cukup sekian ulasan yang dapat diberikan mengenai cara menggunakan prime lens ini. semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .