Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Monday, 15 October 2018

7 TIPS KHUSUS UNTUK FOTO STILL-LIFE

azcreative     October 15, 2018    
Still-life fotografi lebih dari sekadar menangkap suasana/moment yang ada pada saat pemotretan, melainkan menciptakan sebuah gambar yang menarik. Still life fotografi adalah jenis fotografi yang menggambarkan objek / benda mati, dan biasanya menampilkan benda-benda yang saling berhubungan seperti menceritakan sesuatu. Dalam menyusun foto anda, maka mulailah dari memperhatikan latar belakang, kemudian subjek, dan selanjutnya pencahayaan.
Jika anda menggunakan subjek benda mati seperti anggur, apel, kunci, dan segelas susu, maka subjek anda cenderung diam/tidak bergerak sehingga memungkinkan anda untuk mengambil waktu dalam melakukan berbagai perbaikan terhadap pencahayaan, serta bereksperimen dengan komposisi anda. Ini adalah cara yang sangat menyenangkan dalam memotret, karena anda tidak memerlukan peralatan yang mewah untuk melakukannya. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk belajar mengenai pencahayaan dan komposisi, dimana hal-hal tersebut merupakan elemen-elemen kunci untuk setiap jenis fotografi.
Jenis fotografi still-life berbeda dari jenis fotografi lainnya seperti landscape atau portrait. Still life dapat memberikan ruang yang cukup bagi fotografer untuk menyusun elemen desain dalam sebuah komposisi. Namun, untuk jenis fotografi seperti ini, fotografer dituntut untuk lebih menghadirkan  ‘rasa’ dan penggunaan pencahayaan yang halus dan lembut. Kadang-kadang, kualitas gambar still-life yang bagus menjadikannya menantang untuk difoto. Hal itu dikarenakan mereka sangat dekat, sehingga mudah untuk melihat ketidaksempurnaan pada subjek tersebut, seperti cacat pada sepotong buah yang biasanya berlalu tanpa disadari.
Potret mengenai kehidupan (still life photography), baik itu benda hidup/mati memiliki banyak kegunaan. Misalnya, anda ingin mengambil gambar dari karang yang indah atau mungkin mengambil gambar dari produk yang anda jual di eBay. Tidak peduli apapun alasan yang anda miliki, fotografi still-life tetaplah merupakan ketrampilan yang bagus untuk dipelajari.
Kecuali anda memotret produk atau gambar tertentu untuk tugas majalah, maka anda memiliki akses yang tak terbatas untuk menghasilkan fotografi still-life yang keren. Dibalik kepercayaan masyarakat pada umumnya, still-life photography tidak hanya terbatas pada gambar apel dan anggur serta segelas kopi atau kunci.Bahkan sesuatu seperti gulungan seni yang terikat oleh benang bisa menjadi hal yang menarik serta memberikan daya tarik visual yang luar biasa.
Pada umumnya, orang-orang masih menganggap bahwa fotografi still-life jauh lebih mudah untuk dilakukan dari pada jenis fotografi lainnya seperti olahraga atau landscape. Karena dengan menggunakan subjek benda mati seperti kunci, apel, dan anggur, anda memiliki kontrol penuh terhadap komposisi anda serta bagaimana mengatur atau menampilkan subjek benda mati tersebut persis seperti yang anda inginkan.
Meskipun menantang, tapi anda dapat menciptakan sebuah gambar berkualitas tinggi mengenai still-life subjek dengan menggunakan ketrampilan dasar fotografi yang anda miliki, dan kemudian diikuti dengan melakukan beberapa tips dibawah ini. Nah, tanpa panjang lebar lagi, maka berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan foto still life yang keren dan menakjubkan yang bisa kami (foto.co.id) sediakan buat anda.

1.  BUATLAH PERSIAPAN YANG MATANG

Bertolak-belakang dengan persepsi umum, anda tidak memerlukan sebuah studio atau lokasi yang mewah untuk membuat awal yang luar biasa dengan still-life photo anda. Anda dapat memulainya dengan hanya menggunakan ruang sederhana yang ada dirumah anda, misalnya, menempatkan meja anda dekat pada jendela, kemudian dilengkapi dengan latar belakang yang sederhana, yaitu dengan memanfaatkan beberapa lampu yang ada.
Hal ini tentunya bervariasi untuk foto landscape atau portrait, dimana anda diperhadapkan dengan pilihan variabel yang cukup sulit, misalnya, menggunakan sebuah gunung yang menakjubkan sebagai subjek, atau subjek lainnya yang menarik perhatian anda. Tapi dalam still-life photography, pilihan variabel pemotretan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan foto landscape atau portrait, sehingga membuat anda sebagai fotografer memiliki kontrol penuh atas situasi, termasuk subjek anda, tetapi anda perlu kreatif dalam berpikir, sehingga anda dapat menangkap subjek tersebut dengan cara yang menarik disertai dengan hasil yang menarik.

2.  CARILAH OBJEK YANG TEPAT

Pemilihan objek untuk pemotretan, sepenuhnya adalah pilihan anda. Lakukanlah pencarian di sekitar rumah untuk melihat apakah anda dapat menemukan sesuatu yang sederhana tapi menarik untuk memulai still-life photo anda. Jangan merasa/berpikir bahwa anda seharusnya mengambil foto mengenai buah atau bunga karena orang lain juga melakukan hal tersebut, tapi berpikirlah di luar kebiasaan banyak orang, dan jangan ambisi. Carilah objek yang anda sukai, seperti benda-benda yang anda koleksi, makanan / minuman, baju, perhiasan, tas, sepatu, hewan peliharaan, dan bunga. Dengan memilih objek yang menarik bagi kita, biasanya kita akan lebih semangat dan bergairah dalam memotret untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Jika anda keluar untuk berjalan-jalan disekitar rumah anda, dan kemudian sesuatu yang menarik muncul pada pemandangan anda, maka ambilah beberapa untuk dibawah pulang (tidak mencuri), atau kalau tidak bisa, buatlah catatan tentang hal itu untuk diingat, dan kemudian ambilah gambar tersebut dalam bentuk still-life photo. Cobalah untuk menghindari permukaan yang dapat memberikan pantulan cahaya seperti kaca dan logam saat anda hendak memulainya, karena hal tersebut berkaitan dengan pencahayaan yang tepat. Setelah anda menguasai potret tentang objek tunggal, maka cobalah untuk menggabungkannya, yaitu menggabungkan objek yang berbeda bentuk, warna, tekstur/tampilan, dan lihatlah yang anda hasilkan.

3.  LAKUKAN PENCAHAYAAN DENGAN TEPAT

Dalam fotografi, kualitas cahaya terbaik adalah cahaya matahari. Namun, tanpa adanya perencanaan yang matang, maka cahaya matahari bisa menyebabkan gambar menjadi kurang bagus. Pencahayaan tidaklah harus mahal. Ingat bahwa anda memiliki kontrol penuh atas foto anda. Jadi, jika anda ingin menemukan sebuah ruangan di mana anda dapat memblokir semua cahaya alami dengan menggunakan jendela atau tirai, maka anda menciptkan teknik yang bagus untuk memiliki kontrol penuh terhadap cahaya pada subjek anda.
Penggunaan lampu standar untuk fotografi still-life dapat berjalan dengan sangat baik jika digunakan secara efektif. Pastikan untuk mencoba beberapa posisi pengaturan, karena tidak seharusnya semua cahaya muncul dari depan objek anda, melainkan dari samping dan belakang, sehingga dapat menambah daya tarik tersendiri terhadap foto anda. Atau, pilihlah ruangan dengan jendela yang pas untuk memperoleh cahaya yang tepat dalam jumlah yang sesuai. Cahaya alami dari satu sisi dapat menerangi subjek anda, dan anda dapat memanipulasi cahaya yang anda terima secara langsung dengan menggunakan reflector, sehingga membuat foto anda terlihat hidup, tajam, dan penuh daya tarik.

4.  GUNAKANLAH TRIPOD

Penggunaan tripod tergantung pada situasi pencahayaan anda. Tripod memungkinkan anda untuk mengamati dan memperhatikan subjek anda. Disamping itu juga, tripod memungkinkan anda untuk menggunakan shutter speed lebih lama dari biasanya. Namun, jangan biarkan kamera anda melumpuhkan kreativitas anda. Pastikan untuk memvariasikan sudut dan ketinggian dimana anda memotret. Jika tidak, sebelum anda tahu, anda memiliki koleksi foto dengan mengambil titik sudut yang sama-persistanpa adanya variasi. Buatlah variasi sedikit. Cobalah untuk mengambil gambar pada posisi yang serupa dengan subjek anda, atau cobalah untuk menggunakan teknik bird’s eye view (pandang seperti burung), yaitu melihat dari atas kebawah kepada subjek anda, tapi berhati-hatilah jika anda bergerak di sekitar lokasi pemotretan agar tidak melemparkan bayangan pada subjek anda.
Tripod pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kamera anda agar tidak goyang sehingga mencegah terjadinya getaran yang bisa mengakibatkan gambar menjadi kurang bagus. Karena itu, bawalah Tripod setiap kali anda pergi memotret.

5.  PILIHLAH LATAR BELAKANG YANG COCOK

Memilih latar belakang yang cocok untuk subyek anda, memainkan peranan penting dalam keberhasilan secara menyeluruh suatu pemotretan. Adalah hal yang sangat bagus untuk tetap menjaga latar belakang tetap kelihatan bagus dan sederhana, agar tidak mengganggu subjek anda. Misalnya, sebuah dinding polos yang dicat atau selembar kertas besar berwarna putih/polos. Disamping itu juga, pikirkan tentang bagaimana pilihan latar belakang anda kontras dengan subjek anda. Apakah anda ingin latar belakang yang netral, atau variabel lain yang dapat memberikan nuansa yang berbeda kedalam subjek anda. Latar belakang yang tepat memberikan anda hasil yang bagus.

6.  PERHATIKAN KOMPOSISI ANDA

Unsur komposisi untuk still life photography merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa pekerjaan anda menarik dan unik. Pertimbangkan prinsip the rule of thirds, bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pemotretan anda untuk menciptakan komposisi yang kuat. Pastikanlah bahwa tidak ada gangguan yang berarti dalam pemotretan anda, yang mana hanya terdapat subjek serta latar belakang.
Pastikan juga untuk memvariasikan komposisi subjek anda melalui bidikan dan berpikirlah kreatif. Misalnya, kemana mata anda memandang saat mengambil gambar? Apakah anda memanfaatkan ruang negative dalam mengambil gambar atau hanya mencoba untuk mengisi frame anda? Apakah ciri khas dari subjek anda? Digunakan untuk? Dan, apakah subjek anda bagus jika hanya ditempatkan sendiri tanpa adanya variasi?

7.  MANFAATKAN WAKTU ANDA

Jika ada orang yang mempercayakan kamu untuk untuk fotografi still life maka jangan disia-siakan. Ambil pekerjaan itu dan tunjukan profesionalismemu sekalipun itu merupakan kali pertama buat anda untuk melakukannya. Jangan mencoreng kualitas anda hanya karena persoalan ‘budget’ / ‘anggaran’. Demi kepuasan klien, maka pastikan bahwa semua aspek harus sempurna sebelum dijalankan / dieksekusi. Ingatlah bahwa rata-rata pemotretan still life dilakukan di dalam ruangan sehingga anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
Tidak seperti foto landscape, dimana kondisi pencahayaan terasa lebih cepat berubah dan terbatas untuk bergerak lebih leluasa karena hanya bisa sampai sore hari. Sedangkan still life, anda memiliki waktu yang banyak dan tidak harus bergantung pada cahaya di siang hari. Oleh sebab itu, anda lebih leluasa membuat pengaturan anda, seperti tata letak subjek, lighting, posisi kamera, backdrop dan lain sebagainya karena anda punya waktu sehari penuh untuk melakukan semuanya itu.

KESIMPULAN

Fotografi Still-life merupakan ketrampilan yang sangat menyenangkan untuk dipelajari. Dimulai dari menemukan subjek yang tepat sampai pada bagaimana menciptakan komposisi yang pas untuk subjek anda, menolong setiap fotografer untuk menciptakan gambar yang bagus. Sebagaimana jenis fotografi pada umummnya, untuk menghasilkan gambar yang bagus membutuhkan proses. Itulah sebabnya, teruslah berlatih dan belajar sampai anda menghasilkan foto yang sesuai dengan keinginan anda. Jangan menyerah saat anda gagal, tapi jadikanlah kegagalan tersebut sebagai pelajaran serta motivasi untuk menghasilkan gambar yang bagus.
Demikianlah artikel mengenai still life fotografi yang bisa kami sediakan buat anda semua. Kiranya artikel ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba …

10 CARA SEDERHANA UNTUK MENGGUNAKAN KAMERA DSLR BUAT PEMULA

azcreative     October 15, 2018    
Jika anda menganggap bahwa diri anda adalah seorang pemula yang tidak yakin mengenai bagaimana cara mengatur kamera anda sepenuhnya, maka bacalah artikel ini. Artikel ini dibuat untuk menolong anda mengerti dalam menggunakan kamera DSLR anda pada setiap pemotretan yang anda lakukan. Jangan biarkan kamera anda mengambil alih kontrol anda saat pengambilan gambar karena kurangnya pengetahuan yang anda miliki mengenai kamera anda. Itulah sebabnya, bacalah artikel dibawah ini dengan seksama dan cobalah untuk lakukan. Pemahaman yang benar mengenai kamera anda dapat menolong anda untuk menghasilkan gambar yang bagus dan menakjubkan.
Kamera DSLR hadir dengan kemampuan untuk mengambil gambar dengan tampilan yang lebih tajam, detail, dan kreatif. Kamera ini hadir dengan fitur yang banyak disertai dengan teknologi yang baru. Itulah sebabnya, banyak fotografer pemula sedikit kewalahan dan butuh waktu untuk beradaptasi secara langsung dengan kamera dslr. Banyak gambar yang bagus bisa diperoleh dengan kamera DSLR jika saja anda tau cara mengatur dan menggunakannya.
Nah, tanpa harus panjang lebar lagi, bagi anda yang tidak sabar lagi untuk menggunakan kamera DSLR buat fotografi anda, maka inilah 10 cara sederhana bagi anda kaum pemula yang hendak menggunakan kamera DSLR yang bisa kami (foto.co.id) sediakan.

1.  JANGAN BUANG KAMERA ANDA

Saat anda membeli kamera dslr pertama kali, janganlah membuangnya ketika hasil yang diperoleh tidaklah sesuai dengan yang diinginkan. Ingatlah selalu bahwa kamera anda merupakan teman terbaik anda. Karena itu, bacalah dan pelajarilah kamera anda sesering mungkin, terutama dalam bulan-bulan pertama setelah anda membeli kamera DSLR. Simpanlah selalu pada tempat yang berguna, misalnya dalam tas kamera anda. Jangan biarkan kamera anda diam. Teruslah gunakan kamera anda dan berusahalah.
Memang bulan-bulan pertama akan sangat melelahkan karena anda perlu menyesuaikan diri dengan kamera anda, namun jangan menyerah. Gunakan setiap waktu yang ada untuk pergi bersama kamera dslr yang anda miliki dan ambilah gambar sebanyak mungkin. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai anda bisa menguasai kamera anda dengan baik dan benar. Kemudian, hasilkanlah foto-foto sesuai dengan keinginan anda.

2.  BELILAH FILTER UV (ULTRA VIOLET) UNTUK SETIAP LENSA YANG ANDA MILIKI

Adalah lebih mudah untuk mengganti lensa filter (saringan) yang tergores dari pada lensa anda yang sebenarnya yang telah ada pada kamera anda. Karena itu, selalu sediakan lensa filter cadangan setiap kali anda hendak pergi memotet, karena anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama pemotretan. Hal tersebut sangat cocok dengan sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa adalah lebih baik untuk “sedia payung sebelum hujan”. Sebagai tambahan, bagian penting lainnya yang perlu diingat adalah perlengkapan dalam pemotretan yang mencakup penempatan tripod dan kontrol jarak jauh. Hal-hal ini sangat berguna saat anda mengambil gambar yang membutuhkan shutter speed yang lama.

3.  BELAJARLAH CARA MENGGUNAKAN SEMUA PENGATURAN KAMERA DSLR ANDA

Cara terbaik untuk bisa mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan adalah belajar. Belajarlah cara menggunakan kamera DSLR yang anda miliki dengan baik dan benar, bahkan untuk hal-hal yang belum pernah anda lakukan, seperti cara mengatur ISO. Untuk memperoleh pencahayaan yang baik maka anda perlu memperhatikan keseimbangan antara nilai shutter speed, aperture, dan juga ISO. Dalam memilih nilai ISO yang hendak digunakan, seorang fotografer harus sangat berhati-hati karena semakin tinggi nilai ISO maka semakin cepat pula reaksi sensor terhadap cahaya.
Dalam menjaga keseimbangan pengaturan selama pemotretan, maka jika anda menggunakan nilai ISO seperti 600 dan 800, anda perlu memilih untuk menggunakan shutter speed yang cepat, demikian pula sebaliknya. Jadi, belajarlah cara mengubah pengaturan pada kamera anda seperti ISO, aperture, dan shutter speed, sehingga anda tahu kegunaan mereka seperti anda mengetahui/mengenal diri anda. Hanya dengan belajar dan berlatih, maka anda dapat meningkatkan kualitas foto anda.

4.  JANGAN SENTUH ATAUPUN MENIUP CERMIN YANG ADA DI DALAM KAMERA ANDA SAAT LENSA OFF

Hati-hati ketika anda hendak membersihkan cermin kamera anda saat lensa sedang off paskah pemotretan, karena jika anda merusak sensor, maka anda mungkin juga perlu untuk membeli bodi kamera yang lain, dan hal tersebut membuat anda mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Itulah sebabnya, jika anda melihat bintik-bintik muncul di foto anda, maka belilah kit pembersih atau peniup debu yang ada disetiap toko kamera sekitar rumah anda. Kit pembersih atau peniup debu selalu merupakan alternatif yang baik saat anda hendak membersihkan cermin kamera anda dari bintik-bintik yang muncul pada sebuah foto.

5.  JANGAN MENGGANTI LENSA KAMERA ANDA DI LUAR JIKA SEDANG BERANGIN

Ketika anda hendak pergi untuk memotret di alam terbuka, pastikanlah terlebih dahulu bahwa lensa anda sudah terpasang dengan benar pada kamera yang nantinya akan anda gunakan. Adalah lebih baik untuk memasang lensa utama pada kamera anda sebelum anda keluar rumah dibandingkan ketika anda sudah berada di lokasi pemotetan. Kenapa? Karena debu bisa saja membuat lensa kamera anda kotor. Namun, jika anda perlu untuk mengganti lensa anda di luar, maka adalah lebih baik untuk mengarahkan kamera anda ke bawah gantinya keatas. Karena hal tersebut akan membuat debu mudah masuk. Dengan melakukan hal ini (mengarahkan kamera anda kebawah), maka debu tidak akan masuk ke sensor kamera anda.

6.  JIKA ANDA MENDAPATI LEBIH AWAL BAHWA BANYAK DARI FOTO YANG ANDA AMBIL KABUR, MAKA UBAHLAH SHUTTER SPEED ANDA MENJADI LEBIH CEPAT

Semakin cepat foto diambil, maka kesempatan untuk mempengaruhi foto anda semakin sedikit. Artinya adalah semakin cepat foto diambil maka getaran / goyangan yang bisa saja terjadi dan mengakibatkan gambar menjadi kabur bisa dihindari. Karena itu, peganglah kamera anda lebih dekat ke tubuh anda atau menempatkan kamera anda pada objek foto yang terdekat merupakan cara terbaik juga dalam memotret dengan shutter speed yang cepat. Jika anda mengambil gambar mengenai alam, maka bersandarlah pada sebuah pohon untuk mengurangi getaran/goyangan terhadap kamera anda.

7.  PELAJARI APA ITU FORMAT FILE MENTAH (RAW FORMAT FILE)

Raw adalah jenis format file kamera yang hampir sama seperti jpeg. Tapi format file yang dihasilkan tidaklah diperkecil (compressed) sehingga ukurannya jauh lebih besar dari jpeg. Itulah sebabnya penting untuk memperhatikan kapasitas memori card kamera anda saat mengambil gambar di raw. Sekalipun besar, aturlah kamera digital anda untuk mengambil gambar di RAW, karena hal itu sangat berguna bagi para pemula SLR fotografi. Jika pengaturan gaya untuk foto anda salah saat sedang mengambil gambar atau pengaturan kamera untuk white balance tidak sesuai, maka anda dapat mengubahnya nanti dengan menggunakan editor RAW yang ada pada komputer anda. Akan ada waktu juga dimana anda hanya mendapatkan satu kesempatan untuk mengambil foto. Misalnya, burung tidak akan terbang kembali ke masa lalu dimana anda sedang mengatur kamera white balance anda sehingga menyebabkan anda kehilangan kesempatan untuk mengambil gambar tersebut. Ingat, waktu tidak akan kembali lagi. Itulah sebabnya, manfaatkanlah waktu yang ada sebaik mungkin. Rencanakanlah segala sesuatu, sebelum anda mulai memotret.

8.  CARA TERBAIK UNTUK MEMPELAJARI APA YANG DAPAT ANDA HASILKAN DENGAN KAMERA DSLR ANDA ADALAH MELALUI EKSPERIMEN/PERCOBAAN

Jika anda mengambil foto air yang mengalir, cobalah menggunakan shutter speed yang lambat maupun cepat untuk melihat sendiri perbedaan yang dihasilkan keduanya. Atau jika anda memotret pemandangan yang indah, cobalah pengaturan aperture yang berbeda. Anda akan terkejut melihat betapa banyak foto yang bisa anda dapatkan dengan mengambil gambar yang sama tapi pengaturan yang berbeda.

9.  TEKAN TOMBOL SHUTTER SETENGAH SETIAP KALI ANDA INGIN MENETAPKAN TITIK FOKUS FOTO ANDA. KEMUDIAN TEKANLAH SELURUHNYA JIKA ANDA SUDAH MENENTUKANNYA.

Hal ini merupakan salah satu tips yang sangat berguna untuk para pemula kamera DSLR, karena biasanya hal ini akan menghasilkan foto yang lebih jelas setiap kali anda mengambil gambar. Hal ini juga sangat berguna dalam mengantisipasi kemana arah subjek anda hendak diletakkan/diposisikan sebelum anda mulai memotret.

10.  ISO ADALAH UKURAN DARI SEBERAPA SENSITIF SENSOR KAMERA ANDA TERHADAP CAHAYA.

Perhatikan ISO anda. Semakin rendah angka ISO pada kamera anda, maka semakin banyak cahaya yang anda miliki. Jadi jika anda mengambil gambar di alam yang terbuka pada hari yang cerah maka aturlah ISO anda pada posisi angka 100-200. Hal ini akan membuat gambar anda terlihat tajam dan jelas. Tapi, jika anda bekerja di dalam ruangan dengan kualitas cahaya yang rendah, maka aturlah atau sesuaikan ISO anda untuk memungkinkan sensor kamera mendapatkan cahaya yang lebih banyak. Perlu diingat bahwa setiap kamera itu Itulah sebabnya, anda harus berlatih dengan kamera anda untuk melihat kemampuan kamera anda perihal ISO. ISO 800 adalah baik untuk kamera DSLR, tapi jika lebih dari itu, foto yang dihasilkan akan terlihat kasar atau kurang bagus. Jadi, perhatikanlah ISO anda.

KESIMPULAN

Jika anda memiliki pemahaman yang benar tentang kamera DSLR anda, maka anda dapat menciptakan gambar yang luar biasa keren. Mengapa? Karena anda tahu manfaat kamera anda. Misalnya cara menggunakan shutter, aperture, dan ISO. Semakin sering anda mencoba dan melakukan eksperimen dengan kamera anda, semakin tahulah anda tentang kemampuan yang dimiliki oleh kamera anda. Jangan mudah menyerah ketika foto yang anda hasilkan belum memuaskan. Teruslah belajar dan bereksperimen sampai anda menghasilkan gambar yang sesuai dengan keinginan anda.
Fotografi bukanlah sekadar teori yang bisa kita pelajari dari buku, majalah, internet, dan lain-lain. Fotografi adalah action. Tanpa aksi, maka fotografi itu mustahil untuk dilakukan. Karena sekalipun seorang fotografer tahu banyak mengenai fotografi tapi ia sendiri tidak mau untuk melakukan apa yang ia ketahui maka hal tersebut percuma saja. Karena itu, belajar dan berlatih merupakan sarana yang sangat bagus untuk meninkatkan kemampuan seorang fotografer dalam menciptakan gambar yang menarik dan menakjubkan.
Jangan berhenti berusaha ketika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan anda. Teruslah berusaha dan belajar sampai anda bisa. Ingat, usaha dan kerja keras akan terbayar ketika anda sudah menciptkan gambar yang spektakuler. Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan buat anda semua pecinta fotografi. Kiranya artikel ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba …

Wednesday, 19 September 2018

Kesalahan-kesalahan Pemula Saat Merekam Video Menggunakan DSLR

azcreative     September 19, 2018    
Mungkin Anda pernah merekam video dengan DSLR tapi hasilnya tidak memuaskan. Gelap, pecah, goyang, suara buruk, dll. Maklum mungkin Anda lebih banyak menggunakan DSLR hanya untuk foto-foto. Sekali menggunakannya untuk merekam video, Anda bingung dengan setting-annya dan hasilnya tidak seperti yang Anda harapkan. Kesalahan-kesalahan berikut mungkin penyebabnya. 

1. Tidak menentukan resolusi video

Kesalahan banyak pemula saat merekam video adalah langsung merekam. Padahal banyak pengaturan kamera yang harus diperhatikan. Salah satunya menentukan resolusi video.
Jangan lupa bahwa resolusi video berbeda dengan resolusi foto. Dalam foto Anda mengenal Large (L), Medium (M), atau Small (S). Video tidak menggunakan ukuran tersebut. Kalau Anda lihat di menu video, Anda akan menemukan:
  • 640 x 480
  • 1280 x 720
  • 1920 x 1080
Kalau Anda ingin kualitas HD, pilihlah 1280 x 720. Resolusi ini adalah resolusi paling aman dan paling umum yang bisa Anda gunakan karena hampir kompatibel di semua media digital saat ini (handphone, tablet, internet, dll). Tapi kalau Anda mau lebih tinggi resolusinya, Anda bisa memilih 1920 x 1080. Inilah resolusi yang disebut Full HD. Namun Anda harus mempertimbangkannya untuk merekam dalam resolusi ini, karena akan memboroskan kartu memori.

2. Tidak menentukan frame rate

Banyak pemula yang mungkin tidak paham dengan istilah frame rate dalam video, sehingga tidak pernah memperhatikannya. Padahal frame rate sangat menentukan kehalusan gerakan objek yang tertangkap kamera.
Frame rate adalah banyaknya gambar yang ditangkap dalam satu detik. Jika misalnya sebuah bola dilempar dan direkam dalam 25 fps (frame per second), maka kamera akan menangkap sebanyak 25 perubahan posisi bola setiap detiknya. Oleh karena itu semakin tinggi frame rate,  semakin halus juga gerakan objek.
Pilihan frame rate di DSLR umumnya: 24, 25, 30, 50, dan 60. 24 dan 25 fps sudah cukup untuk merekam video–di DSLR frame size & frame rate jadi sepaket (lihat gambar). Tapi kalau Anda suka dengan slow-motion, pilihlah frame rate yang lebih tinggi, seperti 50 fps. Karena dengan frame rate tinggi, gerakannya akan tetap halus ketika diperlambat di software editing.
VRAM0

3. Tidak mengatur shutter speed

Yang tak kalah penting dan jarang diperhatikan adalah shutter speed. Shutter speed adalah kecepatan sensor kamera dalam menangkap cahaya. Semakin cepat shutter speed, semakin cepat juga gerakan objek terrekam. Akibatnya objek yang cepat pun tetap tertangkap kamera dengan tajam.
Tapi tunggu dulu! Dalam video, gambar tajam tidak selalu baik. Dalam kehidupan nyata, manusia terbiasa mempersepsikan ‘kecepatan’ dengan pandangan yang ‘blur’–lebih tepat kalau disebut motion-blur. Kalau Anda merekam video dengan shutter speed tinggi, pergerakan objek akan terlihat kaku–bayang-bayang objek tampak jelas. Anda harus menjaga nilai shutter speed agar objek terlihat normal saat bergerak (objek tampak blur). Dalam hal ini Anda harus ingat rumusnya: shutter speed harus 2x frame rate. Contoh, jika Anda sudah mengatur frame rate 25 fps, maka shutter speed harus dipertahankan di 1/50.

4. Tidak menggunakan tripod (stabilizer)

Jika Anda menggunakan DSLR, sangat disarankan menggunakan tripod untuk merekam video–kecuali Anda sudah terlatih dengan tangan kosong. DSLR mempunyai body yang kecil (dibandingkan kamera profesional yang besar), sehingga sangat rentan terhadap getaran tangan saat memegangnya. Apalagi jika menggunakan lensa 50 mm atau di atasnya (tele). Memang tidak akan terlalu terlihat di monitor DSLR, tapi dalam ukuran sebenarnya getaran tangan akan terlihat jelas.
Selain tripod, banyak asesoris stabilizer kamera yang bisa menghilangkan getaran dan guncangan, bahkan bisa mempermanis gerakan kamera. Contohnya: Glidecam, DSLR Rig, 3-axis gimbal, slider, dll

5. Tidak menggunakan perekam suara eksternal

DSLR adalah perekam suara yang buruk. Apalagi di tengah keramaian, suara-suara di sekitar sangat mengganggu sekali. Biasakan untuk merekam suara secara terpisah, terutama jika suara itu sangat penting–misalkan merekam wawancara. Nantinya Anda bisa menggabungkannya di editing. Kalau Anda tidak punya perekam suara profesional (seperti Tascam, atau Zoom), cukup menggunakan smartphone. Smartphone-smartphone yang ada saat ini cukup bagus untuk merekam suara.

13 Tips Cara Shooting Video untuk Menghasilkan gambar lebih baik

azcreative     September 19, 2018    
13 Tips Cara Shooting Video untuk Menghasilkan gambar lebih baik
Untuk menghasilkan video yang menarik perlu keahlian terus belajar dan  latihan. Ada beberapa tips yang dapat anda pelajari. Hal itu akan membantu anda membuat film yang akan disukai oleh keluarga yang menontonnya selama bertahun-tahun ke depan.
Memiliki kamera canggih bukan jaminan gamba anda bagus, tanpa tahu cara shooting yang benar. Kamera video yang canggih nasibnya bisa jatuh lebih rendah dari kamera handycam. Seharusnya seiring peningkatan jenis kamera, meningkat pula lah penguasaan kamera, serta cara pengambilan gambar menjadi semakin mahir.
Berikut ini adalah Tips untuk melakukan Shooting Video untuk hasil yang lebih baik
1 ) Kurangi Zoom . Terlalu sering menggunakan zoom adalah masalah umum, dan dapat menyebabkan video yang terlihat amatir, atau bahkan lebih buruk, bisa membuat orang pusing menonton videonya. Jika Anda perlu untuk memperbesar dan memperkecil, lakukan secara lambat dan mantap, jangan terlalu cepat. Anda mungkin perlu menghindari penggunaan zoom digital – itu cukup banyak melakukan kesalahan, khususnya close up menari. Optical zoom tidak akan membuat Anda dekat dengan subjek Anda, Anda akan dihargai lebih tinggi kualitas video ketika Anda mendekati objek anda.
2 ) Tempatkan Frame Shooting  Video dengan baik. Jangan takut untuk menempatkan subjek sedikit tidak center, jangan semua mau di tengah. Misalnya, ketika film anak-anak di kolam renang, itu cenderung lebih visual dan menarik untuk menshoot anak-anak berbicara, tertawa, atau menyelam sedikit ke pusat kiri atau kanan. Framing subjek Anda ke salah satu sisi memungkinkan Anda menangkap lebih dari lingkungan dan suasana dalam foto Anda.
3 ) Gunakan gambar hemat. Anda mungkin ingin men-shooting luas seluruh lokasi, tapi setelah itu, mendapati sedikit lebih spesifik. Fokuslah pada hal-hal detail-detail dan kecil, seperti lentera merah tergantung di jalan Kampung atau perahu matahari di pantai tropis, dapat berbuat lebih banyak untuk menyampaikan atmosfer lebih luas, gambar umum dari sebuah jalan sibuk atau bentangan panjang pantai.
4 ) Shoot dari beberapa titik pandang (angle) yang berbeda. Merekam seluruh pertandingan Liga dari bangku bisa menjadi sedikit membosankan untuk menonton nanti. Rekaman diambil dari samping base pertama, bagian atas bangku-bangku, dan ruang istirahat dapat mengakibatkan campuran jauh lebih menarik dari gambar, dan dapat meningkatkan drama momen penting. Juga, gunakan sudut pemotretan yang paling efektif : berlutut untuk mendapatkan level yang sama dengan subjek Anda, bila sesuai, atau naikkan kamera di ketinggian untuk survei adegan.
Berada di level yang sama dengan subjek Anda, terutama anak-anak, menciptakan efek yang jauh berbeda dari yang menjulang di atas mereka saat perekaman.
5 ) Hindari backlighting. Hanya karena kita bisa melihat wajah orang-orang ketika mereka sedang backlit bukan berarti kamera bisa. Terlalu sering, shooting backlight menghasilkan cahaya terang nyaman haloing utama sosok gelap dengan tidak ada fitur terlihat sehingga Anda kehilangan ekspresi wajah besar orang yang dicintai. Anda dapat meningkatkan situasi backlight dengan berpindah ke satu sisi atau yang lain. Beberapa camcorder bahkan memiliki fitur yang memungkinkan Anda mengurangi efek backlighting.
Hindari backlighting
Backlighting membuat perbedaan besar dalam penampilan dan nada rekaman Anda .
Hindari backlighting
6 ) Kecuali Anda berencana untuk mengedit, merekam hanya saat-saat penting. Jika Anda akan mengedit rekaman Anda, pergi ke depan dan merekam setiap detik pernikahan sepupu Anda. Jika tidak, maka ingatlah bahwa cuplikan dari DJ menguji mike atau pelayan masuk dan keluar dari dapur mungkin memiliki manfaat sejarah, tapi menawarkan sedikit kenikmatan melihat.
7 ) Jika Anda memiliki TV layar lebar, gunakan layar lebar (widescreen). Banyak kamera digital saat ini menawarkan mode perekaman layar lebar 16:9 . Ini memungkinkan Anda merekam rekaman yang cocok dengan TV layar lebar, tanpa peregangan atau distorsi gambar. Anda mungkin ingin mengambil keuntungan dari pilihan ini jika Anda memiliki HDTV di rumah. (Namun, jika Anda merekam rekaman untuk mengirim ke kakek suka yang masih memiliki TV RCA di era 70-an, Anda mungkin ingin beralih kembali ke bentuk layar standar 4:3). Pengambilan gambar video yang cocok dengan TV layar lebar (widescreen) memungkinkan Anda untuk menangkap lebih dari tindakan.
8 ) Jangan terlalu sering menggunakan efek khusus langsung di kamera. Itu keren memang Anda bisa “solarize” rekaman atau membuat “sepia”, atau mencoba sejumlah pengaturan perekaman menyenangkan lainnya. Tapi menghindari fitur menyenangkan ketika Anda syuting adegan penting. Setelah semua, jika Anda memutuskan kemudian bahwa bagian dari video harus benar-benar telah dishoot hitam – putih, ada dapat dengan mudah untuk menggunakan software editing film (kadang-kadang gratis dengan komputer) untuk membuat efek tersebut. Rekam pernikahan dalam full warna dan kemudian mengganti efek di kemudian hari. Dengan cara ini, Anda akan mampu melestarikan rekaman asli Anda saat Anda melakukan percobaan dengan efek artistik dan mengedit.
Saran umum untuk pemotretan. Dari sekarang mari kita lihat beberapa tips umum yang dapat meningkatkan kualitas gambar dan membuat menggunakan camcorder anda lebih nyaman.
Siapkan Media Perekaman berupa memori atau kaset kosong
Jangan menunggu sampai Anda kehabisan ruang pada kartu memori, tape, atau disk untuk membeli lebih banyak – pastikan Anda memiliki satu atau dua cadangan di tangan untuk menghindari stres harus menemukan toko yang menjual mereka nanti .
9 ) Bawa tripod. Hasil video goyang atau shaky adalah salah satu penyebab terbesar ketika datang ke film buruk rumahan. Meskipun banyak camcorder datang dengan berbagai teknologi image stabilization, fitur dalam kamera hanya dapat melakukan begitu banyak untuk memperbaiki genggaman. Menshoot dari permukaan yang datar atau lebih baik lagi, menggunakan tripod, adalah cara yang baik untuk mengatasi masalah ini. Dan Anda mungkin akan terkejut dengan bagaimana bisa ada tripod kecil yang terjangkau dan portabel.
10 ) Siapkan banyak kartu memori, kaset, atau cakram di tangan. Kehabisan ruang rekaman di tengah-tengah syuting sungguh tidak menyenangkan, sehingga Anda akan ingin memastikan bahwa Anda memiliki lebih banyak media yang tersedia. Pastikan untuk mengambil cakram tambahan, kaset atau kartu memori, bahkan jika camcorder juga dilengkapi dengan memori bawaan. Dan jika Anda bepergian, jangan berharap dan mengandalkan membeli media ekstra di tempat tujuan Anda. Kebanyakan tempat-tempat wisata menjual berbagai terbatas kartu memori, kaset, dan cakram dengan harga mark-up yang melampaui batas. Bahkan anda sangat mungkin tidak menemukannya. Kalau ada pun – MAHAL. Siapkan selalu media, kaset atau memori kosong di rumah, ditas kamera. Suatu saat anda pergi mendadak, anda sudah tidak perlu payah-payah mencarinya atau membelinya.
Jika Anda mulai kehabisan space, dan tidak memiliki media cadangan di tangan, Anda dapat beralih ke LP (long-play ) mode. Ini bukan sesuatu yang akan sering anda lakukan, karena menghemat ruang pada media dengan mengorbankan kualitas gambar. Tetapi jika pertandingan sepak bola anak Anda masuk ke liburan, misalnya, Anda mungkin ingin beralih ke mode LP sehingga Anda dapat merekam lebih dari saat-saat akhir.
Backup hard drive
Ingin memiliki film produksi rumahan Anda beberapa tahun yang akan datang? Pastikan untuk menyalin rekaman Anda ke hard drive (selain hardisk) yang terpisah untuk cadangan.
11 ) Siapkan baterai cadangan. Daya baterai cadangan sama pentingnya dengan menjaga kaset atau cakram tambahan di tangan. Beberapa baterai cadangan menawarkan waktu perekaman lebih lama dari baterai yang disertakan dalam kemasan pabrik, jadi pastikan untuk memeriksa pilihan Anda sebelum Anda membeli.
12. Carilah Job dengan Camera Video anda
Setelah anda menguasai teknik shooting dan editing yang lumayan. Anda dapat juga menerima jasa atau order video shooting, Lumayan kan untuk tambah-tambah uang saku anda. Atau sekedar sukarela menshoot gambar teman,
13 ) Back up video Anda. Kaset dan cakram dapat menyimpan rekaman Anda selama bertahun-tahun, tetapi jika sesuatu terjadi pada mereka, Anda beruntung – ada pergi langkah pertama atau liburan yang luar biasa. Jadi harap ingat untuk backup/cadangan video Anda – baik ke harddisk tambahan atau hard drive eksternal. Kami merekomendasikan menggunakan harddisk komputer Anda untuk menyimpan semuanya jangka panjang, karena video digital terkompresi memakan banyak ruang – sekitar 1 gigabyte untuk setiap 5 menit dari rekaman – dan karena hard drive komputer rentan terhadap kegagalan akhirnya.

Tips Shoot Video Cinematic

azcreative     September 19, 2018    
Halo, sahabat - sahabat blogger, kali ini saya ingin berbagi tips buat kalian tentang Bagaimana sih membuat video Cinematic yang benar seperti di film - film. Seperti yang kita ketahui Youtuber yang terkenal Video Cinematicnya di Indonesia yaitu Chandraliaow (Time2One). Tanpa basa - basi lagi, mari langsung kita bahas.

Apa Yang Harus Di perhatikan Untuk Membuat Video Cinematic ?

1. Kamera


Hal utama yang harus dimiliki ialah Kamera. Mengapa? kalaw tidak ada kamera kan kita mau merekam pakai apa ? menggunakan webcam kan engga mungkin, hehehe. Setelah itu, kamu juga harus memperhatikan iso. Silahkan kalian atur - atur iso nya mau berapa? yang pastinya sesuai kan iso dengan keadaan di sekitar kalian.

2. Angle - angle ( Sudut pandang)

Nah yang paling harus diperhatikan, shot cinematic memerlukan angle - angle yang bagus.  Jika kalian bisa menentukan angle, pasti hasilnya pun akan terlihat maksimal.

3. Objek
Sumber: Liputan6.com
Menentukan objek gambar biar video lebih terlihat cinematic style. Yang kalian shoot yaitu objeknya, terus bagaimana kalaw ada yang menganggu objek kita ? Kalian dapat mengatur titik fokus pada kamera.

4. Petahankan stabilitas kamera



Video yang saat shoot nya bergoyang menjadi masalah saat pembuatan video cinematic ini. Caranya kalian dapat menggunakan stabilizer lazypod, gorilapod, tripod.

Tetapi jika kalian shoot video secara mendadak dan tidak membawa stabilize, kalian dapat mengambil gambar dengan cara tangan dan tubuh ikut bergerak mengikuti arah objek tersebut.

5. Gunakan Lensa
Sumber: Teknorus.com



Apabila kalian menggunakan hp pasti membutuhkan lensa karena apabila kita melakukan zoom langsung di hp hasilnya akan terlihat buruk. Lensa yang dapat kalian gunakan yaitu lensa micro, wide, dan tele.

6. Microphone
Sumber: Tabloidmusik.com

Sound juga sangat memengaruhi walaupun di video kita nantinya diberi backsound. Cara termudah yang dapat kalian lakukan dengan membeli microphone agar suara objek kalian terlihat jelas.

7. Pencahayaan

Karena mengatur iso saja tidak cukup untuk mengatur pencahayaan di tempat yang sangat gelap, kita membutuhkan lighting baik itu outdoor ataupun indoor. Dengan begitu cahaya yang ditimbulkan sesuai dengan keinginan kamu.

8. Editing



Tahap terakhir setelah kalian mengshoot video kalian membutuhkan editing karena tidak setiap frame video akan kalian gunakan. Misalkan diantara 15 video yang berdurasi masing - masing nya 7 menit, kalian hanya akan mengambil 20 detik dari setiap video.

Sekian artikel tentang Tips shoot video cinematic, semoga dapat bermanfaat dan apabila ada yang ingin kalian tanyakan bisa kalian cantumkan di kolom komentar dengan senang hati saya akan membalas pertanyaan kalian.

7 Teknik Dasar Belajar Cinematography

azcreative     September 19, 2018    
Mengenal dunia perfilman pasti kebanyakan juga mengenal cinematografi, berbeda sedikit dengan fotografi yang hanya memotret dan menghasilkan sebuah gambar atau foto. Sedangkan sinematografi adalah merekam sebuah momen / kejadian yang menghasilkan sebuah video. Biasanya orang menyukai sinematografi dikarenakan menyukai film film terkenal secara teknis seperti editing film marvel, transformer, avanger dan lain-lain.


7 Teknik Dasar Belajar Cinematography

Beberapa film Indonesia yang terkenal hingga kepelosok dunia seperti The Raid, Jalanan, Modus Anomali, Merantau, Sang Pemimpi, Laskar Pelangi, 3 Doa 3 Cinta, Berbagi Suami, Pasar Berbisik dan beberapa lainnya.

Tentunya jaman sekarang di era modern ini sudah semakin canggih muncul teknologi-teknologi kamera bukan hanya untuk memotret tetapi juga dapat merekam, biasanya kamera bertipe Canon DSLR.

Apa itu Cinematography ?

Sebelum membahas secara teknik mengenai cinematography, saya akan menjelaskan pengertian dari cinematography. Cinematography dalam Bahasa Indonesia Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita berupa video.

Apa itu Cinematography ?
Sedangkan orang yang mengambil video atau merekam adalah seorang sinematografer, dalam industri perfilmnya sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab dari semua aspek visual yang mencakup film tersebut.
Sinematografer adalah juga kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of Photography atau disingkat menjadi DoP. DoP akan dibantu beberapa kru atau anggota dari pembuatan film tersebut, diantaranya :
  1. 1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.
  2. Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.
  3. Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.
  4. Grip adalah bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.
  5. Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP, Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.
  6. Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.
Karena film adalah sebuah kerja tim (Team Work) maka sangatlah penting untuk seorang sinematografer atau DoP untuk mempunyai tim yang bisa bekerja sama secara tim dengannya. Artinya tidak bekerja secara individu.

7 Teknik Dasar Belajar Cinematography

Mengenal dunia perfilman pasti kebanyakan juga mengenal cinematografi, berbeda sedikit dengan fotografi yang hanya memotret dan menghasilkan sebuah gambar atau foto. Sedangkan sinematografi adalah merekam sebuah momen / kejadian yang menghasilkan sebuah video. Biasanya orang menyukai sinematografi dikarenakan menyukai film film terkenal secara teknis seperti editing film marvel, transformer, avanger dan lain-lain.

7 Teknik Dasar Belajar Cinematography

Beberapa film Indonesia yang terkenal hingga kepelosok dunia seperti The Raid, Jalanan, Modus Anomali, Merantau, Sang Pemimpi, Laskar Pelangi, 3 Doa 3 Cinta, Berbagi Suami, Pasar Berbisik dan beberapa lainnya.

Tentunya jaman sekarang di era modern ini sudah semakin canggih muncul teknologi-teknologi kamera bukan hanya untuk memotret tetapi juga dapat merekam, biasanya kamera bertipe Canon DSLR.

Apa itu Cinematography ?

Sebelum membahas secara teknik mengenai cinematography, saya akan menjelaskan pengertian dari cinematography. Cinematography dalam Bahasa Indonesia Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita berupa video.

Apa itu Cinematography ?
Sedangkan orang yang mengambil video atau merekam adalah seorang sinematografer, dalam industri perfilmnya sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab dari semua aspek visual yang mencakup film tersebut.
Sinematografer adalah juga kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of Photography atau disingkat menjadi DoP. DoP akan dibantu beberapa kru atau anggota dari pembuatan film tersebut, diantaranya :
  1. 1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.
  2. Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.
  3. Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.
  4. Grip adalah bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.
  5. Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP, Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.
  6. Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.
Karena film adalah sebuah kerja tim (Team Work) maka sangatlah penting untuk seorang sinematografer atau DoP untuk mempunyai tim yang bisa bekerja sama secara tim dengannya. Artinya tidak bekerja secara individu.


7 Teknik Dasar Mengenal Sinematografi

Seperti yang sudah saya jelaskan mengenai pengertian sinematografi, sekarang saya akan jelaskan teknis bagaimana pengambilan video (capture) untuk membuat video anda seperti film dilayar lebar.

Menentukan Ukuran Pengambilan Video (Shot Size)

Menentukan Ukuran Pengambilan Video (Shot Size)
Terlebih dahulu anda menentukan seberapa besar ukuran take shot anda untuk membantu sebuah cerita di film anda. Pastinya dalam setiap shot besar atau kecilnya dapat mempengaruhi sebuah cerita.
  1. Extreme Long Shot - Objek tampak jauh dari scene sehingga objek tampak mengecil, biasanya digunakan untuk menampilkan objek yang lebih besar atau cerita yang memiliki pemandangan (environtment) yang bagus atau kondisi lingkungan di sekitarnya.
  2. Long Shot & Mid Shot - Objek tampak lebih dekat, kurang lebih masuk dalam main frame kamera tentunya ini membuat objek tampak jelas dengan melakukan beberapa interaksi tertentu.
  3. Closeup & Extreme Closeup - Biasanya digunakan untuk menunjukkan ekspresi muka seseorang dan pengambilan detail-detail objek yang penting.
Sebenarnya masih terdapat penjelasan yang lebih detail mengenai pengambilan ukuran shot kamera, karena diatas hanyalah point-point yang sering digunakan.

Komposisi

Komposisi
Mengatur komposisi sebuah kamera dapat mempengaruhi suasana cerita film, dalam pengambilan komposisi perlu ada hal-hal yang harus diperhatikan. Jika ingin membuat suasana menjadi natural atau alami gunakan komposisi (sepertiga dari main frame).
Untuk mengatur komposisi tampak formal atur komposisi kamera di tengah atau simetri sedangkan untuk membuat suasana menjadi seram dan menegangkan letakkan kamera pada sudut-sudut tertentu dan atur komposisi menjadi tidak seimbang.

Posisi dan Sudut kamera (Angle Camera)

Posisi dan Sudut kamera (Angle Camera)
Mengambil posisi shot kamera jangan hanya dari tingkat mata saja, tetapi buat angle atau sudut pandang tertentu misalnya dari bawah mengarah ke atas (low angle) membuat objek tampak lebih besar atau gagak sedangkan mengambil sudut pandang (high angle) dari atas kebawah membuat objek tampak lebih kecil. Anda bahkan bisa mengambil dari sudut pandang birdseye dan overhead secara langsung.

Letakkan kamera di tempat yang berbeda di sekitar subjek juga. Pengambilan sudut pandang atau shot dari depan tampak seperti orang berinteraksi atau dari samping untuk menunjukkan sudut pandang pengamat. Ubah posisi kamera dengan setiap shot.

Mengatur Gerakan Kamera (Camera Movement)

Mengatur Gerakan Kamera (Camera Movement)
Camera Movement atau gerakan kamera itu sangat penting sekali, kamera yang sering berguncang dan tidak stabil akan membuat semuanya menjadi kacau dalam hal-hal tertentu, makanya itu terdapat alat-alat yang cukup mahal untuk membuat kamera menjadi stabil jadi video nikmat dilihat oleh penonton.

Dalam mengatur gerakan kamera pasti membutuhkan alat-alat, biasanya saya menggunakan tripod atau monopod, untuk lebih stabil lagi anda dapat menggunakan stabilizer seperti gimbal, dolly dan lain-lain. Tentunya terdapat track sendiri jika anda menggunakan dolly, kurang lebih seperti jalur kereta yang di dorong kru-kru film.

Tetapi tidak hanya berbicara tentang alat untuk versi murahnya membuat video tampak halus anda dapat menggunakan efek warp stabilizer dalam adobe premiere atau after effect dan dapat juga menggunakan teknik slow motion untuk membuat tampak halus.

Menggunakan Lensa yang Cocok

Menggunakan Lensa yang Cocok
Anda dapat mengatur kamera fokus pada objek tertentu sehingga orang bisa melihat apa yang terjadi di latar depan dan latar belakang atau anda ingin mengaburkan latar belakang sehingga subjek anda terlihat menonjol.

Terutama dalam mengambil pemandangan anda dapat menampilkan secara keseluruhan dari kemegahan pemandangan anda dengan posisi yang dekat kemudian tampak di perluas pandangan kameranya. Gunakan lensa wide atau mengatur zoom untuk membuat perspektif kamera tampak dramatis. Gunakan lensa tele dan wide lebih baik untuk mengambil closeups wajah dan untuk detailnya.

Mengatur Cahaya dan Warna

Mengatur Cahaya dan Warna
Cahaya dan warna ini sangat mempengaruhi suasana cerita, dalam pencahayaan yang tinggi memiliki kesan yang suci sedangkan cahaya yang rendah memiliki kesan yang seram atau malam. Anda juga dapat mengatur dalam pengeditan video yang terdapat beberapa filter atau efek yang dapat anda pakai untuk mengatur cahaya, kontras warna dan lain-lain.


Untuk mengatur cahaya dan warna biasanya menyesuaikan dengan konsep film anda, jika film horror maka terdapat pengurangan warna yang kontras menjadi sedikit kelabu dan cahaya tampak gelap jika anda membuat film action maka kontas warna lebih tajam dan sedikit penyesuaian cahaya vintage.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai sinematografi atau videgrafi anda dapat langsung memberikan pertanyaan di kolom komentar yang tersedia, semoga apa yang saya sampaikan dapat anda mengerti pembelajaran dasar sinematografi. Sekian dan terima kasih.

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .