Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Wednesday, 19 September 2018

Membuat Video Cinematic menggunakan Kamera DSLR

azcreative     September 19, 2018    
Tahap untuk membuat video seperti film bioskop atau video seperti cinema. Jake Coppinger memberikan pelajaran membuat video dengan camera DSLR seperti film bioskop atau efek Cinema. 

Membuat film dengan camera DSLR tidak seperti camcorder. Ada beberapa setting yang diperlukan. Jake memberikan penjelasan apa alasan setting dari camera harus dibuat sedemikian rupa.

Untuk Setting camera dengan video recording

Dengan setting manual, membuat proses pengambilan gambar video dapat dikendalikan oleh kita.
  • Di beberapa camera memiliki setting Movie Exposure. Model camera low end umumnya memiliki Auto Exposure dan Exposure Lock, prinsipnya sama.
  • Misal Canon DSLR terdapat setting Movie Exposure, pindahkan ke manual. Di camera low end, exposure lock dapat dikunci dengan sebuah tombol.
  • Setting video dengan 24 atau 25 fps. Pilih salah satu dan seluruh video dibuat dengan kecepatan frame rate tersebut.
  • Sebuah film yang direkam dengan kecepatan frame rate 50-60 fps akan terlihat lebih realistik tetapi bukan untuk setting film Cinema. Untuk film cinema dapat mengunakan setting 24 atau 25 fps.
  • Tentukan ukuran video, misalnya di rekam HD atau Full HD 1080p, atau mungkin anda memiliki camera dengan kemampuan 4K boleh juga.
  • Bila mengambil video di ruangan, dan berhubungan dengan cahaya lampu. Sebaiknya mengunakan setting 25 fps. Karena frekuensi lampu di Indonesia mengunakan 50Hz, bisa di cek dengan digital multimeter.

setting camera untuk membuat video

Setting Exposure Lock
Salah satu setting paling penting bila camera mengambil objek yang berbeda tingkat cahayanya. Misalnya dari terang dan gelap dan kembali terang
Camera DSLR mengunakan auto exposure atau otomatis kecerahan. Ketika mengambil objek yang terang, gambar rekaman di video akan terlihat baik.
Ketika camera DSLR bergerak dari sisi terang lalu ke arah lebih terang misalnya dari ruang luar dan bergerak ke dalam rumah. Maka gambar akan kembali gelap dan naik kembali mengambil exposure paling terang. Akibatnya objek yang sebelumnya terlihat jelas di video, akan sempat sekilas tampak lebih gelap.

Untuk setting camera DSLR ketika merekam video, dan cahaya gambar tidak turun naik seperti gelap terang dan kembali gelap lalu terang lagi. Tinggal di set di tombol Auto Exposure Lock. Pointing ke objek utama, dan tekan tombol seperti dibawah ini.

Setting Exposure Lock untuk pencahayaan objek
Deep of Field dengan Aperture dan ISO di camera
DOF dengan angka F3,5 objek depan lebih fokus dan dibelakang terlihat blur. 
Deep Focus dapat mengunakan angka F lebih besar seperti 8. Bila kita ingin membuat detil video terlihat fokus seluruhnya 
Anda ingin mengambil video close-up, dimana objek wajah orang lebih dekat atau objek malam. Boleh saja mengunakan f3,5 atau f2.0 agar gambar yang dihasilkan semakin tajam. Tapi efeknya seperti foto, gambar akan tampak bokeh (blur di bagian belakang)

Setting DOF di camera DSLR untuk video film cinema

Tip bila mengunakan f8, untuk mengatur kecerahan gambar misalnya mengunakan F8 mungkin gambar kurang terang. Naikan saja ISO di camera, tapi jangan terlalu berlebihan.

Bila di lokasi terlalu terang, bisa diturunkan ISO lebih rendah misalnya ISO 100. Agar noise video tidak banyak terlihat dan rekaman video tidak terlalu jelas..

Kombinasi antara Aperture dan ISO dimanfaatkan hasil gambar video yang dibuat dapat dilihat dibawah ini. Gambar kiri terlihat gambar terlalu terang, gambar kanan di set via manual Aperture (f) dari camera.

Setting Aperture bila gambar video terlalu terang dengan  mengecilkan setting pada lubang lensa

Setting diatas untuk mengatur setting di camera dalam pengambilan video Cinema

Selanjutnya setting dari Frame Rate video dan Software Video Editing / Post Production


 

Setting Frame rate video dan shutter speed

Ini bagian penting ketika melakukan setting camera untuk video Cinema.
Bila setting Shutter ketika merekam video terlalu tinggi menghasilkan video (film akhir) yang berbeda, seakan gambar menjadi “motion blur”. 
Bila setting shutter dibuat terlalu rendah seperti shutter 1/5s, ketika mengambil gerakan tangan atau tepuk tangan. Hasil rekaman pada bagian tangan akan terlihat berbayang. 

Setting yang tepat adalah 2x atau lebih dari frame rate video. misalnya mengunakan 25 fps untuk video, setting di shutter speed ke 1/50s, atau 1/100s atau 1/200s.
Bila angka kelipatan tidak ada di menu speed shutter, gunakan angka lebih tinggi yang terdekat atau mengunakan angka lebih besar dari frame rate video.
Intinya ambil angka lebih besar dari frame rate video

setting shutter speed dikalikan 2x dari frame rate video untuk camera dslr

Dapat dilihat dari contoh video kiri gambar terlihat lebih gelap dan bergetar, dengan 1/50s gambar kanan terlihat lebih terang dan benda bergerak akan lebih nyata. Teknik ini disebut aturan 180 derajat shutter

Efek video bila terlalu tinggi setting di Shutter Speed

Bagian paling penting untuk setting camera DSLR ambil angka diatas kecepatan frame rate

  • Lihat objek yang akan dibuat apakah objek diam atau bergerak. Bila objek bergerak lebih cepat, gunakan shutter lebih tinggi. Misalnya untuk video 25 fps, boleh mengunakan shutter speed 1/1000s
  • Apakah camera yang anda bawa ikut bergerak. Bila yah gunakan shutter speed lebih tinggi misalnya 2x menjadi 1/50s atau lebih tinggi.
  • Bila objek diam tapi sambil berbicara, shutter rendah tidak masalah. Contoh video untuk 25 fps, bisa mengunakan 1/30s atau lebih tinggi. Tapi tidak mengunakan 1/10s
  • Bila camera memiliki kecepatan frame rate 120fps dapat digunakan untuk efek slow motion. Misalnya camera mampu merekam 120fps, setting shutter speed 1/200s atau lebih tinggi. Nantinya video di perlambat ketika di proses di aplikasi video editing.
  • Proses video diambil oleh sensor, dan di proses menjadi video. Video akhir akan dibuat menjadi video final mengunakan frame rate 24fps (cinema), 25fps (Pal/Asia), 30fps (Amerika). Jangan mencampur video yang berbeda frame rate. Karena dalam proses editing akan terlihat berbeda.
  • Mengapa bagian ini penting. Agar video yang dibuat dan di edit tidak terlihat keterlambatan garis. Hal ini terjadi bila kita lupa mengatur shutter speed yang ternyata lebih rendah dari frame rate video yang dibuat.

Setting dari software editing video

Apa yang dapat dilakukan oleh editing software untuk video. Dengan software dapat mengunakan teknik gradasi warna, memberi warna serta output video seperti Cinema dengan ukuran lebar 2:35:1

Setting video dengan neutral atau warna netral
Video yang direkam sebaiknya mengunakan warna netral. Sehingga lebih mudah dirubah di software editing video.
  • Seperti gambar kiri adalah video asli yang direkam oleh camera digital. Terlihat warna sesuai warna asli ketika mengambil gambar
  • Dan gambar kanan setelah dirubah sepeti kontras dan warna. Membuat video lebih menarik setelah meningkatkan warna dalam sebuah video



Post-Production
Pembuat video amatir akan menghadapi gambar goyang. Sementara peralatan camera dari perusahaan film lebih canggih. Tentu hasilnya akan berbeda, dimana video yang dibuat kalangan amatir akan terlihat sering terguncang dan gambar tidak stabil.
Bila video yang dibuat hanya  sedikit mengalami gerakan, dapat dibantu dengan fitur Stabilizerdari software editing video.

Color Grading
Dalam sebuah film memiliki warna berbeda. Misalnya film Maxtrix dibuat dengan warna lebih gelap. Untuk film Tranformer lebih di dominasi warna agak kuning.

Ada efek dalam film seperti kuning, biru atau gelap menunjukan suasana atau mood / emosi. Biru atau gelap menunjukan cerita serius, tegang atau genting. Semakin terang menunjukan suasana kegembiraan. Kuning mendominasi warna film aksi. Film dengan warna biru umumnya masuk kategori thriller.

Setting dapat diatur dari software editing. Mengunakan efek color correction atau RGB Curves. Atau mengunakan setting di camera biasanya ditandai dengan angka Kelvin.

Memilih warna atau color mood dalam video atau film

Aspek Ratio atau ukuran lebar gambar video
Secara umum ukuran video modern mengunakan 16:9 seperti Full HD atau HD video
Untuk cinema dapat mengunakan rasio 2,35:1 seperti ukuran layar lebar bioskop dan disebut format ultra wide screen

Sisi atas dan bawah video dihilangkan atau hanya mengambil 60%-70% bidang gambar video. Proses pemotongan atau Crop dilakukan dari software video editing, sedangkan camera akan mengambil gambar secara normal dengan perbandingan 16:9

Teknik diatas dapat dilihat pada efek video dibawah ini. Perubahan pada display ketika camera mengunakan setting Auto Exposure secara normal vs Auto Exposure Lock

Tuesday, 5 June 2018

20 Tips Fotografi Keren Untuk Para Pemula

azcreative     June 05, 2018    



Memulai fotografi adalah sesuatu yang indah penuh dengan kreativitas dan temuan. Sayangnya, bagi kebanyakan pemula dalam fotografi, mereka mengenal fotografi dan ingin mendalaminya dengan terburu-buru, sehingga menciptakan kebingungan ketika mendengar saran dari teman dan frustrasi saat mereka baru belajar kamera dan mencoba untuk mengambil gambar pada media atau kamera digital hanya dari apa yang mereka lihat.
Belajar fotografi seharusnya adalah perjalanan yang menyenangkan, dan anda hanya perlu sedikit saran untuk memulai dan memilih tempat terbaik. Untuk memulainya adalah dengan konsep dasar yang digunakan untuk membuat sebuah foto yang baik. Pada akhir pembahasan ini, anda akan siap untuk mengambil langkah berikutnya dalam fotografi, tetapi mungkin masih dengan sedikit tantangan yang harus anda lewati.
Komposisi adalah dasar dari setiap foto. Ini mencakup garis besar dan bentuk dalam sebuah foto, juga termasuk penempatan objek, orang atau binatang (atau apa pun subjeknya) dalam hubungan dengan unsur-unsur lain dalam tampilan. Ketika anda mengambil sebuah foto, andalah penyusunnya dan sebagai pelukis, dalam mendesain lukisan baru. Memperhatikan komposisi setiap foto yang anda ambil dan anda akan segera melihat peningkatan yang signifikan pada hasil foto yang anda dapatkan.
Anda harus menetapkan sebuah subjek untuk setiap foto. Tanpa ini, gambar anda tidak akan pernah hidup. Subjek anda adalah apa yang anda sajikan pertama kali untuk penyimak gambar anda. Subjek anda bisa saja kecil atau besar, sebuah taman kecil yang ada laba-labanya atau mungkin juga pantai yang sangat indah. Tidak peduli apapun subjek anda, anda harus seksama dalam menetapkannya. Tapi, untuk belajar bagaimana menyusun sebuah simfoni yang indah, pastinya membutuhkan banyak latihan. Untuk menghasilkan foto yang baik, anda harus terus menekuni seni fotografi ini. Suatu waktu nanti anda akan dengan cepat tahu apa yang anda ingin capai. Kalau gagal, tidak apa-apa karena anda hanya perlu menghapus foto itu dan mengulangi lagi.
Berikut kami punya beberapa tips sederhana yang mudah di ingat, mudah di ikuti, dapat di aplikasikan dengan kamera apapun dan akan meningkatkan kualitas foto anda dalam waktu singkat, serta tidak ada pengetahuan teknis yang di perlukan:

1. Mengambil Gambar Secara Dekat

Seorang fotografer terkenal, bernama Robert Capa pernah berkata “Jika foto anda tidak cukup baik, berarti anda tidak cukup dekat saat membidiknya” ia menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan pendekatan dalam tindakan saat pengambilan gambar. Jika anda merasa sepertinya gambar yang diambil tidak ‘jelas’, mendekatlah lagi selangkah atau dua langkah lebih dekat dengan subjek anda. Isilah tampilan dengan subjek anda dan lihat berapa banyak hasil foto anda yang lebih baik tanpa banyaknya ruang yang terbuang. Semakin dekat anda dengan subyek, semakin jelas juga anda dapat melihat ekspresi wajahnya.
teknik fotografi untuk pemula
Memotret subjek secara lebih dekat agar gambar lebih jernih dan jelas

2. Latihan Memotret Setiap Hari

Cara terbaik untuk mengasah kemampuan anda, yaitu berlatihlah. Ada banyak cara. Memotretlah sebanyak yang anda bisa, tak peduli apa pun itu. Menghabiskan waktu berjam-jam di belakang kamera anda. Sebagai keterampilan teknis untuk anda tingkatkan dari waktu ke waktu, kemampuan anda untuk memanfaatkannya, untuk menceritakan kisah-kisah dan lainnya juga. Tidak perlu khawatir berlebihan tentang bagaimana cara memotret diawal. Percobaan dengan gaya anda yang ‘disuarakan’ tepat waktu, akan terlihat lebih otentik.

3. Amati Pencahayaan

Sebelum anda memotret dengan kamera anda, lihatlah dari mana cahaya datang dan gunakanlah untuk keuntungan anda dalam memotret. Apakah itu cahaya alami yang di hasilkan dari matahari atau sumber cahaya buatan seperti lampu, bagaimana anda dapat memanfaatkannya untuk membuat foto anda lebih baik? Bagaimana cahaya berinteraksi pada tampilan dan subjek? Apakah hanya menyoroti satu area atau menghasilkan bayangan yang menarik? Ini semua adalah hal yang dapat anda manfaatkan untuk membuat foto biasa menjadi luar biasa.
teknik fotografi menggunakan bayangan shadow
Perhatikan Pencahayaan yang tepat untuk hasil foto yang keren

4. Meminta Izin

Ketika memotret orang, terutama saat berada di negara-negara dengan berbagai budaya dan bahasa, tentunya akan sulit untuk berkomunikasi. Di negara-negara tertentu, jika anda memotret seseorang yang tidak ‘seharusnya’ anda foto, akibatnya anda bisa mendapatkan dampak yang buruk dan sangat fatal begitu cepat,jika anda tidak berhati-hati. Jadi, untuk menghormati aturan disuatu tempat, anda harus selalu meminta izin.

5. Gunakan Flash Pada Siang Hari

Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan Flash hanya pada waktu malam hari atau saat di dalam ruangan saja, sebenarnya tidak. Jika hari sangat cerah di luar sana dan matahari menciptakan bayangan yang terang pada subjek anda, nyalakanlah flash anda. Flash dapat memberi cahaya tambahan pada subjek, anda dapat menutupi bayangan  silau tadi dan menghasilkan pencahayaan yang lebih baik.

6. Belilah Buku-Buku untuk Menambah Ilmu Fotografi

Memiliki peralatan kamera yang mahal, tidak selalu berarti bahwa anda akan mendapatkan hasil foto yang baik. Banyak hasil potret gambar yang benar-benar menakjubkan ditangkap dengan kamera ponsel. Sebagai gantinya, milikilah sepuluh lensa yang berbeda, lalu pelajarilah buku-buku fotografi yang bermanfaat. Dengan melihat hasil karya para master fotografi dalam buku-buku tersebut, anda tidak hanya mendapatkan inspirasi, tapi juga mendapatkan ide-ide cemerlang untuk meningkatkan kualitas foto hasil karya anda sendiri.

7. Baca Petunjuk Penggunaan Pada Kamera Anda

Cara terbaik untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan kamera anda, yaitu dengan membaca petunjuk penggunaannya. Begitu banyak orang melewatkan langkah ini, yang sesungguhnya benar-benar penting dalam perjalanan fotografi mereka. Setiap kamera memiliki perbedaan, sehingga dengan membaca manual, anda akan mampu memahami hal-hal menarik yang terdapat pada kamera tersebut

8. Jangan Terburu-buru Saat Memotret

Perhatikan sejenak apa yang nampak pada Viewfinder sebelum anda memencet tombol Shutter, gambar apa yang akan anda bidik? bagaimana dengan pencahayaannya? jangan melangkah pada tahap berikutnya sebelum anda memikirkannya baik-baik terlebih dahulu, “Brad Marsellos”.

9. Pekalah Terhadap Subjek Anda

Maksud dari bagian ini adalah untuk menciptakan kontak mata, terlibat dalamnya dan lebih memperhatikan subjek anda. Dengan mata anda menggunakan kamera,menjadikannya semakin hidup. Tuntunlah kamera untuk menetukan bidikan yang tepat. Tapi ingat untuk menciptakan hal tersebut, seperti halnya anda membutuhkan udara, anda juga harus lebih peka pada subjek anda. Jangan memperlakukannya seperti percobaan ilmiah dengan menggunakan mikroskop. Bekerja samalah dengan subjek anda, berikan mereka penghargaan, tingkatkan hasil potret anda dan kekuatan dinamika di dalamnya lalu lihatlah hasilnya. Anda akan mendapatkan hasil gambar yang jauh lebih baik dan lebih banyak lagi dengan cara ini. – Heather Faulkner

10. Pembingkaian/Framing

Ini juga biasa disebut sebagai Point of Interest, yaitu ketika anda menempatkan subjek utama anda dalam foto sedemikian rupa, sehingga dikelilingi oleh elemen lainnya dalam foto. Teknik ini dapat di gunakan saat anda ingin menjadikan foto anda sebagai bahan perhatian. Dengan framing pada tampilan atau subjek, anda dapat mempersembahkannya lewat pertunjukan atau pementasan, anda akan membawa mata pemirsa ke titik fokus utama dalam hasil foto framing anda.
teknik fotografi membingkai subjek
Pembingkaian dalam gambar sangat di butuhkan untuk menarik perhatian dari para penyimak foto

   11. Bermainlah Dengan Cahaya

Jangan pernah mengambil gambar dengan matahari langsung di belakang anda. Cara ini membosankan, cahaya akan terlihat datar pada subjek. Jika anda memotret dengan sumber cahaya dari samping atau dari belakang subjek, anda dapat membentuk cahaya tersebut sedemikian rupa, serta menciptakan foto yang lebih menarik.

12. Isilah Baterai Kamera Anda

Hal ini tampaknya sederhana saja, tapi banyak fotografer diseluruh dunia melakukan hal ini sejak lama, yaitu segeralah mengisi ulang baterai kamera anda, setelah pulang dari kegiatan memotret anda. Hal yang kemudian harus diingat yaitu pastikanlah anda memasukan batre kembali ke kamera setelah diisi ulang.

13. Memotret dengan ‘Pikiran’

Meskipun anda tidak memotret gambar secara langsung, memotretlah dengan pikiran anda. Latihanlah dengan membayangkan ekspresi-ekspresi subjek anda dan kondisi cahaya. Pikirkanlah, bagaimana cara anda akan menyusun tampilan gambar diluar sana nanti, yang menarik minat anda dan jenis pencahayaan yang mungkin anda gunakan untuk mengambil gambar yang terbaik.

14. Bawalah Kamera Anda Setiap Saat

Anda tidak akan dapat menghasilkan foto yang baik, jika anda tidak membawa kamera anda setiap saat, bukan? kamera apa pun itu untuk memotret gambar, apakah DSLR ataupun kamera ponsel pintar, tidak masalah. Selama Anda memiliki akses untuk menuju kamera, Anda dapat menangkap momen-momen spontan dan unik dalam hidup yang mungkin tak ingin anda lewatkan.

15. Jangan Terlalu Banyak Menghabiskan waktu Untuk Proses Mengedit

Kuncinya adalah untuk mengatur kamera anda pada saat awal, sehingga anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk editing. Selama foto di-edit dalam perangkat lunak editing, sangat jarang terlihat baik kecuali jika anda mencoba untuk menggunakan efek super-seni foto. Jika anda membutuhkan waktu lebih lama dari sepuluh menit untuk mengedit foto anda, mungkin sebaiknya anda keluar kembali dan mengambil ulang gambar tersebut.

16. Mengambil Inspirasi dari Segala Bentuk

Mencari sebanyak mungkin informasi tentang fotografi, sebisa anda. Dari sumber online ataupun dari buku-buku dan majalah. Tapi jangan pasif. Cobalah dari sudut yang berbeda. Lakukan apa yang anda suka atau tidak suka tentang itu. Lihatlah unsur teknis pada gambar dan pikirkan tentang bagaimana cara membuatanya dan apa yang fotografer sedang coba untuk lakukan. Semakin banyak ilmu yang anda dapatkan, semakin baik pula hasil yang akan anda dapatkan saat mengaplikasikannya pada foto anda sendiri. 

17. Buatlah Daftar Gambar yang Ingin Anda Potret

Pada saat anda tidak dapat membawa kamera anda kemana-mana, bawalah buku catatan kecil untuk menulis. Anda akan datang kembali ke tempat tersebut dan memotret gambar. Pastikan untuk mencatat setiap detail penting, seperti pencahayaan, sehingga anda dapat kembali pada waktu yang sama di hari tersebut atau pada saat cuaca yang tepat.

18. Nikmatilah Proses Belajar

Bagian terbaik dari memiliki hobi seperti fotografi, yaitu takkan pernah kehabisan hal untuk dipelajari. Inspirasi ada di sekitar anda. Melihat segala sesuatu dengan sudut pandang fotografer dan anda akan melihat peluang yang tidak pernah anda lihat sebelumnya.

19. Bereksperimen dengan Pengaturan Kamera Anda

Hasil pengambilan gambar dan bidikan anda mungkin lebih fleksibel dan nyata dari yang anda tahu. Bacalah petunjuk manual, untuk membantu anda mengartikan semua simbol-simbol terkecil. Ketika anda mendalaminya, cobalah bidik subjek anda dengan beberapa pengaturan untuk mempelajari efek yang anda suka. Ketika anda sedang melihat foto anda di komputer, anda dapat memeriksa data EXIF ​​(biasanya terdapat pada file properti) untuk melihat kembali pengaturan anda gunakan.

20. Tunggulah Momen yang Tepat dan Tetap Fokus pada Subjek

Banyak fotografer amatir harus lebih mengenali subjek yang akan mereka foto, jika ingin mendapatkan hasil foto berkualitas. Anda harus terus memotret dan memotret lagi dengan menggunakan pengaturan kamera yang telah anda pilih dan anda perlu untuk terus melakukan itu sampai saat yang tepat tiba. Kenali-lah subjek anda. Yakinlah bahwa, sangat penting untuk memotret gambar lebih banyak lagi.

Kesimpulan:

Dari uraian tips di atas, dapat di simpulkan bahwa sebagai pemula dalam mendalami fotografi sangatlah diperlukan banyak pengetahuan untuk menekuninya. Sebagai pemula, kita dapat mempelajari banyak tentang fotografi melalui buku buku, tak hanya peralatan fotografi yang harus di lengkapi, tetapi juga ada banyak inspirasi yang dapat di cari untuk menambah pengetahuan dalam mengasah kemampuan ilmu fotografi lebih jauh lagi dan jika anda masih ingin mengetahui tips-tips keren lainnya tentang fotografi,, Sampai jumpa

Tuesday, 15 May 2018

20 Trik Agar Foto Lebih Tajam

azcreative     May 15, 2018    




Belfot ingin membagi 20 trik agar hasil foto anda lebih tajam. Ikuti dibawah ini:

1. Gunakan Tripod.

Kalau saat memotret kamera kita bergoyang dan bergerak, pasti susah menghasilkan foto tajam. Jadi beli dan pakailah tripod. Pastikan anda membeli tripod yang stabil dan kokoh. Sebelum membeli, cek artikel belfot mengenai tripod seperti ini. Selain agar foto selalu tajam, ada 12 alasan kenapa tripod sebaiknya dibeli lho.

2. Jangan Lupa Kepala Tripod.

Tripod sudah, eits.. jangan lupa kepala tripod alias head. Kepala tripod hampir sama pentingnya dengan tripod itu sendiri. Pastikan anda tahu apa saja pertimbangan saat memilih tripod head.

3. Cara Memegang Kamera?

Saat tidak menggunakan tripod, pelajari cara memegang kamera yang baik dan benar supaya kamera lebih stabil dan tidak gampang bergoyang.

4. Gunakan Kabel Rilis.

Cable release bisa membuat kita tak perlu menekan tombol shutter dengan tangan kita, jadi mengurangi kemungkinan kamera bergoyang. Cable release bisa berbentuk kabel yang secara fisik menempel ke kamera maupun yang sudah lenih canggih menggunakan remote nirkabel.

5. Manfaatkan Timer Kamera.

Tidak punya tripod? Lupa belum membeli kabel rilis? Hmmm, gunakan saja timer bawaan kamera. Coba-coba cari cara mengaktikan fitur self timer ini, setiap kamera pasti dibekali fitur ini.

6. Mirror Lock Up

Kalau anda menggunakan kamera DSLR, kamera ini dibekali cermin (mirror) yang berguna untuk menampilkan gambar di viewfinder. Hampir semua kamera DSLR dilengkapi fitur yang bisa mengunci cermin agar tidak bergoyang saat kamera mengambil exposure, fitur ini biasanya dinamai mirror lock up. Aktifkan fitur ini karena goyangan cermin bisa berefek pada ketajaman (meski tidak selalu). Kalau anda pakai kamera mirrorless?.. wong mirror-less berarti nggak ada cerminnya lho.

7. Aktifkan Stabilizer Lensa atau Kamera

Image stabilization, vibration reduction, apapun namanya bisa dimanfaatkan untuk menambah ketajaman foto. Fitur ini ada yang tersedia di lensa atau menempel di kamera. Perhatikan bahwa ada IS/VR yang perlu disesuaikan saat anda memakai tripod.

8. Beli Lensa Terbaik (yang anda mampu)

Kalau mau suara yang mantab, belilah sound system terbaik. Kalau mau motor yang ngacir, belilah motor yang terbaik. Kalau mau foto yang tajam? belilah lensa terbaik. Lensa terbaik yang lumayan enteng buat kantong? lensa 50mm.

9. Gunakan depth of field yang cukup

Kalau semuanya sudah anda coba namun foto masih belum tajam, siapa tahu anda menggunakan depth of field yang terlalu sempit. Manfaatkan tombol DOF Preview di kamera untuk memeriksa. Anda juga bisa memanfaatkan DOF calculator yang banyak tersedia di internet seperti ini.

10. Letakkan Fokus Ditempat Yang Benar

Saat memotret portrait, mata harus tajam. Saat memotret landscape, pastikan foreground tajam. Apapun obyek foto anda, ketahui titik kritis yang harus terlihat tajam dan taruh titik fokus kamera disana.

11. Gunakan Shutter Speed Yang Memadai

Kenapa harus memadai? karena didunia ini tidak ada yang ideal. Maunya sih selalu memotret di shutter speed 1/2000 detik. Sayangnya tidak mungkin. Namun paling tidak gunakan shutter speed tercepat yang mungkin untuk kondisi pemotretan yang anda hadapi.

12. Memotretlah Dalam Pencahayaan Yang Bagus

Saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang cukup dan bagus, autofokus akan mampu mengunci fokus dengan lebih cepat. Dan obyek dalam foto pun akan TAMPAK lebih tajam dibandingkan saat dipotret di remang-remang. BUkan berarti tidak bisa menghasilkan foto tajam dalam kondisi kurang cahaya, hanya lebih sulit.

13. Manfaatkan Live View Kamera

Hampir semua kamera sekarang memberi fitur live view. DAlam banyak situasi, fitur ini sangat berguna untuk lebih akurat menempatkan titik fokus. Saat anda memotret makro sebuah bunga misalnya, dengan menggunakan live view kita bisa tahu

14.Bersihkan dan rawat lensa

Kalau anda memiliki lensa yang mulai berumur tua, cobalah sesekali bawa ke tempat servis untuk dikalibrasi dengan body kamera anda. Kebersihan lensa terutama bagian optiknya juga membantu kecepatan autofokus. Selalu rawat barang berharga ini.

15. Pelajari trik memotret benda bergerak

Saat memotret benda yang bergerak menjauh atau mendekat, ada banyak setting yang perlu dipertimbangkan, terutama shutter speed yang cukup dan juga cara mengunci fokusnya: pelajari beberapa mode autofokus dan mekanismenya supaya anda bisa mengantisipasi dengan baik.

16. Gunakan Lensa Di Sweet Spotnya

Setiap lensa memiliki area dimana dia bisa menghasilkan foto yang paling tajam, orang sono menamainya sweet spot. Anda bisa melakukan tes yang rumit untuk mengetahui dengan pasti dimana sweet spot lensa. Namun aturan gampang adalah, rata-rata lensa memiliki sweet spot di aperture 2 x aperture maksimalnya. Sebagai contoh kalau anda memiliki lensa dengan aperture maksimal f/2.8, maka besar kemungkinan sweet spot lensa ini di f/5.6 sampai f/8.

17. Saat shutter speed tidak mencukupi , dorong ISO-nya

Lima tahun yang lalu, menggunakan ISO 1000 di kamera kelas Rp. 20 Juta-an bisa menghasilkan noise digital yang cukup mengganggu di hasil foto. Tidak saat ini. Sekarang kamera dibawah Rp. 10 Juta pun oke dibawa ke ISO 1000. Jadi jangan takut memotret dengan ISO tinggi saat situasi membutuhkannya. Gunakan fitur auto ISO di kamera.

18. Diopter Adjustment

Hal ini cukup sepele namun banyak yang tidak tahu atau kadang memang lupa. Di kamera kita tersedia tombol diopter adjustment untuk membantu menyesuaikan ketajaman viewfinder, spesifik dengan kondisi mata si pemilik kamera. Gunakan jika anda merasa viewfinder tampak kurang fokus. Dengan viewfinder tampak tajam dan jelas, ini bisa membantu kita mengamati titik fokus dengan lebih akurat.

19. Mata, mata dan mata

Saat memotret orang, pastikan matanya menjadi titik fokus. Kalau anda memotret dengan depth of field yang sangat sempit (f/1.8 misalnya), jadikan mata yang paling dekat kamera sebagai titik fokus.

20. Manfaatkan Sharpening

Kita semua bergumul dengan software fotografi, ada yang sering ada yang sesekali. Entah dengan photoshop atau dengan alternatifnya, semuanya menyediakan cara untuk mempertajam hasil akhir foto alias sharpening. Saat konversi RAW, gunakan sharpening yang sangat minimal, lalu gunakan sharpening lagi di langkah terakhir.
Nah selamat mencoba.

9 Rekomendasi Setting Untuk Kamera DSLR/Mirrorless Baru

azcreative     May 15, 2018    



Jadi anda baru saja membeli kamera “serius”, entah itu kamera DSLR atau Mirrorless, untuk pertama kalinya. Yang paling asyik sih langsung dipakai. Namun kemudian anda melihat banyaknya tombol dan roda kontrol yang tersedia lalu mulai bingung bagaimana dengan setting kamera baru anda.
Dalam artikel ini, kita akan membahas dan merekomendasikan beberapa setting kamera DSLR/Mirrorless  dasar yang akan memudahkan anda.

1. Kartu Memori

Segera setelah anda membuka kemasan, masukkan kartu memori ke kamera DSLR/Mirrorless anda. Format kartu memori tersebut agar bekerja secara serasi dengan manajemen file yang ditentukan oleh masing-masing kamera.
Slot kartu memori nikon
Masuklah ke menu utama kamera, kemudian cari perintah format. Di Nikon D5500 misalnya, anda masuk ke Menu >> Setup Menu >> Format. Sementara di Fuji X-E2 and pencet Menu OK >> geser ke bawah di Setup Menu 3 >> Format.

2. Tentukan Ukuran Dan Kualitas Gambar

Karena kamera anda sekarang cukup “serius”, ada baiknya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan foto dengan kualitas terbaik yang ada. Gunakan format JPEG dengan kualitas tertinggi (Extra Fine atau Highest Quality) dengan ukuran file Large.
Canon 100d menu qual
Jika tertarik dengan format RAW yang menyimpan informasi foto yang lebih banyak, anda juga bisa menggunakannya. Pastikan anda paham beda antara file foto dengan format JPEG vs RAW. Saat memakai format RAW, pastikan komputer anda memiliki perangkat lunak dan spesifikasi yang mencukupi untuk membaca dan konversi RAW ke format standar.

3. ISO

Setelan ISO di kamera menentukan berapa banyak cahaya uang dibutuhkan kamera untuk memproduksi foto.
ISO tinggi seperti 6400 berguna saat anda memotret di tempat dengan cahaya yang remang namun beresiko menghasilkan foto dengan bintik/noise. Sementara ISO rendah seperti 100 atau 200 menghasilkan foto tanpa noise yang lebih jernih dan dengan kualitas terbaik namun membuat foto rentan blur saat anda memotret di dalam ruangan.
Untuk tahap awal penggunaan, setelan ISO terbaik yang bisa anda pilih adalah Auto.

4. White Balance

Dial nikon d800
Setelan white balance kamera memengaruhi akurasi warna foto. Sebagaimana di bahas dalam artikel mengenai white balance ini, warna kulit atau warna baju mungkin akan tampak aneh saat kamera menggunakan white balance yang tidak pas.
Untungnya, kamera saat ini sudah amat canggih sehingga jarang meleset. Gunakan setelan auto white balance sebagai awalan sembari bereksperimen dengan setelan white balance yang lain.

5. Metering

Setelan metering menentukan bagaimana kamera mengukur cahaya yang dipantulkan objek lalu bagaimana mereka menghasilkan kombinasi shutter speed dan bukaan lensa yang sesuai hasil pengukuran tadi.
Di saa-saat awal menggunakan kamera DSLR/Mirrorless baru anda, pergunakan mode metering Evaluative (Canon) atau Matrik (Nikon). Sesuai penambahan jam terbang bersama kamera anda, mulailah gunakan mode metering yang lain sesuai kondisi pemotretan dan objek yang anda foto: center weighted, spot dan lainnya.
Pilihan-pilihan mode metering bisa anda pahami lebih rinci dalam artikel Memahami Mode Metering Kamera DSLR.

6. Fokus

Lensa di kamera yang anda pakai bisa secara otomatis mencari fokus dengan memanfaatkan sistem autofokus kamera atau secara manual dengan memutar cincin fokus di lensa.
Di tahap awal ini, manfaatkan sistem autofokus (AF) kamera dan gunakan mode Single AF (One Shot AF atau Single Area AF). Dalam mode ini, lensa akan mengunci fokus pada satu titik yang telah anda tentukan saat anda memencet tombol shutter separuh. Gunakan titik tengah fokus dan mulailah berlatih agar tangan anda lincah mengubah-ubah titik fokus.
Panel lcd
Pilihan mode AF yang lain misalnya AI-Servo atau AF-C bisa anda pakai saat anda akan memotret anak yang terus berlarian. Pembahasan mengenai mode autofokus bisa anda baca di sini.

7. Drive Mode

Drive mode kamera menentukan kecepatan kamera dalam mengambil eksposure. Mode Single Shot cocok dipakai dalam mayoritas kondisi pemotretan dan objek foto sehari-hari. Set kamera di mode ini saat anda pertama menggunakannya. Dalam mode ini, setiap kali kita memencet penuh tombol shutter, kamera akan membuat foto.
Mode lain yang tersedia adalah Continuous Mode, berguna saat memotret objek bergerak. Kamera akan terus menerus membuat foto begitu kita memencet penuh tombol shutter, mode berondongan kata para fotografer senior. Ada juga mode Delay atau Remote yang bisa dipakai dalam kondisi lain. Baca lebih jauh tentang Drive Mode di artikel ini.

8. Mode Eksposure

Ada dua mode yang cukup bersahabat untuk pemilik kamera baru: Mode Auto, Scene dan Mode Program. Dalam kedua mode ini, kamera menentukan semua atau sebagian besar setelan kamera sehingga anda bisa berfokus mengambil gambar.
Sayangnya saat kamera berada dalam kedua mode tersebut, banyak parameter yang di matikan kamera. Di hari pertama, sah-sah saja anda menggunakan salah satu dari 3 mode tersebut.
Selanjutnya, mulailah menggunakan Aperture Priority maupun Shutter Priority. Dan silakan juga mulai bereksperimen dengan mode Manual. Baca kembali mengenai Mode Ekpsoure Kamera.

9. Bagaimana Agar Hasil Foto Tajam ?

Salah satu pertanyaan terbanyak yang masuk ke halaman kontak adalah kenapa foto yang dihasilkan tetap blur, tidak tajam. Pastikan anda membaca 20 Trik Agar Foto Tajam dan mengetahui 5 Penyebab Foto Kenapa Foto Belum Tajam.
Nah selamat menikmati kamera baru anda.

Memahami Shutter Speed Dalam Fotografi

azcreative     May 15, 2018    
Untuk “membekukan” gerakan cheetah berlari cepat seperti ini, butuh kecepatan shutter yang sangat tinggi, 1/4000 detik. ISO 100, f/4.5, 200mm. (Foto karya Cara Fuller)

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter (jendela) di yang menutup sensor di kamera kita terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto.
Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:
  • Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
  • Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
  • Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization
  • Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
  • Shutter speed sangat tinggi dibutuhkan untuk membekukan gerakan seperti foto cheetah di atas. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.


Dibutuhkan shutter speed 5 menit (300 detik) untuk melembutkan efek gerakan awan dan gelombang permukaan air seperti dalam foto ini.
300 detik, F/9 ISO 100. (Foto karya Cedric Klei)

  • Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Foto long exposure di bawah menggunakan shutter speed 300 detik untuk membuat awan bergerak dan gelombang air menjadi selembut sutra. Butuh mode Bulb dan tripod yang sangat stabil untuk membuat foto seperti ini.

11 Tips Memotret Dengan Kamera Smartphone

azcreative     May 15, 2018    


Kamera smartphone dan handphone adalah kamera yang selalu kita bawa kemana – kemana. Itu fakta. Mungkin anda sekalian punya kamera DSLR atau mirrorless, namun tetap saja smartphone-lah yang menemani kita dari kelas di kampus sampai meeting di kantor bahkan di meja makan. Praktis dan multifungsi.
Itulah kenapa, kemampuan memaksimalkan kamera yang ada di smartphone dan handphone anda adalah salah satu skill wajib yang dimiliki manusia modern, ya nggak sih? Nah artikel ini berisi 11 tips yang bisa dipakai untuk memaksimalkan hasil foto dari kamera smartphone, apapun brand-nya. Silakan:

1. Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto

Lensa di kamera smartphone biasanya memilik panjang focal 25 sampai 28mm yang dalam ranah fotografi dikenal sebagai lensa sudut lebar, itulah sebabnya obyek jadi terlihat lebih kecil dibandingkan sebenarnya. Dan kita seringkali tergoda untuk melakukan pinch to zoom saat memotret dengannya. Hindari hal ini, karena zooming secara digital seperti ini layaknya anda melakukan cropping foto di komputer, resolusi foto jadi turun dan terpotong. Makin dahsyat kita melakukan zoom, makin besar degradasi resolusi foto.
Untuk menghindari hal ini, zoom-lah dengan kaki anda, dekati obyek foto dan fotolah dari dekat. Kalau anak anda akan mendapat piala karena juara pidato di sekolah dan anda nekat memotret dengan kamera smartphone, pasti ada kecenderungan untuk zoom-in. Kalau bisa keluarlah dari bangku dan dekati panggung, fotolah momen penting ini dari jarak sedekat anda bisa, tidak perlu malu.
Lebih baik lagi dan kalau anda mampu, belilah smartphone yang memiliki kamera ganda ala iPhone 8 Plus yang dilengkapi lensa lebar dan lensa semi-tele, jadi tidak perlu zoom secara digital.

2. Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi

Kamera handphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan  agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.

3. Pegang handphone se-stabil mungkin

Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.

Banyak orang memotret makanan dengan kamera smartphone, kalau anda serius dan mampu, belilah tripod meja seperti ini.

Tripod meja untuk smartphone

4. Baca tips tentang komposisi

Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini. Beberapa kaidah komposisi membantu membuat foto yang lebih “rapi” dan terlihat lebih kuat. Tapi jangan terlalu kaku bahwa semua foto harus mengikuti aturan komposisi, karena selera dan intuisi fotografer juga layak diikuti.

5. Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa


Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya jongkoklah dan memotretlah dari sudut yang lebih rendah dari objek fotonya. Dengan begitu foto kita memberi kesan khusus yang tidak biasa dilihat mata manusia normal.

6. Pilih smartphone terbaik yang anda mampu

Mau tidak mau harus diakui, smartphone dengan spesifikasi kamera yang lebih baik akan memudahkan fotografer menghasilkan foto yang lebih baik dibandingkan smartphone yang biasa-biasa saja. Kamera di iPhone X atau Pixel 2 atau Galaxy S9 memiliki dynamic range, reproduksi warna dan kemampuan memotret di kondisi kurang cahaya dengan lebih baik. Mereka juga memiliki fitur yang lebih canggih seperti mode portrait seperti foto di bawah ini.
Belize
Kalau smartphone premium seperti itu ada diluar jangkauan, beberapa smartphone kategori budget bisa jadi pilihan. Smartphone alternatif dengan harga lebih terjangkau seperti Huawei Honor, Moto G atau Xiaomi Mi6 dikenal memiliki kamera yangsangat baik dengan harga jauh dibawah 3 nama premium tadi.

7. Pastikan lensa selalu bersih

Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.

8. Kenali waktu jeda shutter

Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Tidak seperti kamera DSLR yang secepat kilat mengambil foto setelah kita memencet eksposur, handphone lumayan lelet. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.

9. Pilih app edit foto yang bagus

Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), cobalah pilih app edit foto yang berkualitas bagus sehingga memudahkan kita melakukan editing penting. Silakan baca app fotografi terbaik untuk Andorid dan untuk IOS.
tips-foto-handphone-smartphone-1

10. Foto sesering mungkin

Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin sampai memory di handphone anda penuh, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus

11. Beri efek filter yang pas, jangan berlebihan

Sebenarnya ini subjektif sih, namun menurut kebanyakan orang kalau foto sudah terlalu banyak difilter, hasilnya malah jadi tidak bagus. Editlah dengan tujuan utama untuk memperkuat kesan foto, bukan untuk menghiasnya. Jika anda menggunakan app edit foto yang bagus seperti poin di atas, cukup sesuaikan kontras, vignette, crop dan tambahkan mood yang membantu foto tampak lebih keren tanpa berkesan diber filter berlebihan. Lihatlah galeri foto para nominasi penghargaan fotografi dunia dengan smartphone ini dan apa kesan yang timbul? menurut belfot mayoritas foto yang terpilih adalah foto yang memberi kesan sederhana dan tidak terlalu banyak dipoles.

5 Cara Mengasah Kemampuan Komposisi Dalam Fotografi

azcreative     May 15, 2018    


Mata yang jeli terhadap komposisi adalah salah satu modal terpenting yang bisa membedakan fotografer biasa dengan mereka yang luar biasa. Salah satu cara paling ampuh yang bisa kita lakukan untuk mengasah kemampuan komposisi tadi adalah dengan melakukan satu hal yang sama sampai fasih baru beranjak ke hal yang lain.
Perulangan memang bisa membosankan, tapi yang sering dikatakan oleh orang tua kita, bahwa practice makes perfect, memang benar. Tanyalah kepada mereka yang sedang mengasah skill menguasai piano, baru setelah mahir fingering lalu mereka beranjak ke skill yang lain.
Berikut ini 5 contoh praktis yang bisa anda mulai detik ini juga:

1. Gunakan Hanya Satu Lensa

Panjang focal lensa sangat berpengaruh pada bagaimana sebuah foto tampak secara visual. Dan cara terbaik untuk memahami sebuah lensa dan bagaimana dia akan mewujudkan visi foto kita adalah dengan memaksakan diri memakai lensa tersebut dalam periode waktu yang cukup.
Idealnya, cukup gunakan 1 lensa prime selama sebulan misalnya. Kalaupun anda hanya punya lensa zoom, kunci-lah (atau selotip) lensa tersebut pada satu panjang focal.
Petani lebar

Petani tele
Objek sama, setting sama, namun foto yang dihasilkan lensa lebar 24mm (atas) secara visual sangat berbeda dengan foto bawah (lensa tele 130mm).
Punya banyak lensa memang menguntungkan, namun kita jadi cenderung gampang gonta-ganti lensa tanpa kenal dan paham dengan sifat masing-masing lensa. Sementara ini jangan gonta-ganti lensa, gonta-ganti pacar saja (…plakkk).

2. Belajar Membuat Foto Hitam Putih

Meskipun warna juga merupakan elemen komposisi, seringkali warna terlalu mendominasi foto. Elemen lain seperti garis, pola, dan lainnya menjadi kabur dan susah di apresiasi. Singkirkan elemen warna dari foto dan kita akan “dipaksa” untuk menyusun foto dengan lebih hati-hati agar foto tetap tampak bagus.


Dan sekali kita menyadari harus memanfaatkan elemen lain selain warna (garis, tekstur, pola dll) , makin jeli mata kita mencari elemen-elemen komposisi tadi.

3. Mencari Pola Berulang

Pola/pattern secara gampang bisa diartikan sebagai pengulangan. Pengulangan disini biasanya adalah pengulangan bentuk, garis, warna, benda atau objek, dan pengulangan-nya dalam format yang mendekati teratur. Dalam contoh foto diatas kita bisa melihat bagaimana pola garis dalam daun sedemikian teratur dan indah sehingga menyusun komposisinya sendiri. Dan juga tiap kelompok daun memiliki keteraturan yang mirip dengan kelompok daun yang lain.
Kalau anda memilik lensa makro, foto diatas bisa juga didekati dari jarak yang sangat dekat dan kita bisa mengekspoitasi garis-garis dalam satu daun saja. Belfot telah menulis lebih jauh tentang pola berulang di sini.

4. Mencari Garis

Dalam foto, garis lurus yang terentang dari satu sisi foto ke sisi yang lain memberi rasa rasa aman. Sementara garis diagonal memberi kesan dinamis. Kurva, garis lengkung, memberi kesan dinamis, anggun dan luwes, serta kemungkinan besar, seksi.
Dalam foto landscape, kita sering melihat gabungan serasi antara garis lurus dan garis lengkung sehingga memberi kesan landscape yang anggun dan megah sekaligus. Elemen garis dalam komposisi dibahas di sini, sementara mengenai kurva disini.

5. Ruang Negatif

Ruang negatif kerap dimanfaatkan oleh fotografer untuk memperkuat objek utama. Luas dan sepi-nya ruang negatif membuat mata kita bisa ter-fokus pada objek utama yang jadi menonjol meski ukurannya kecil. Dengan memperkuat objek utama, sebuah foto menjadi lebih mudah dicerna dan dinikmati.
Selamat mencoba. Lakukan masing-masing langkah di atas satu persatu. Pahami dan kuasai satu tema, lalu beralih ke yang lain.

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .