Powered by Blogger.

Follow us on facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Menu

Popular Posts

Tuesday, 9 January 2018

Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye

azcreative     January 09, 2018    
Komposisi dalam dunia fotografi memiliki peran yang penting karena bisa menentukan hasil akhir dari bidikan gambar. Salah satu tips komposisi yang perlu diketahui para fotografer pemula adalah tips menggunakan komposisi frog eye. Apa sih yang dimaksud dengan komposisi frog eyes? Komposisi frog eyes merupakan sudut pandang pengambilan gambar dari posisi bagian bawah subjek. Bahkan fotografer bisa mengambil gambar hingga menyentuh tanah. Biasanya komposisi frog eyes ini dilakukan untuk pengambilan gambar saat perang, flora ataupun fauna. Namun seiring perkembangan jaman, komposisi bisa dilakukan untuk beragam subjek yang diinginkan. Lalu bagaimana sih tips menggunakan komposisi frog eye itu?
Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye
Tips menggunakan komposisi frog eye ini sendiri bisa dilakukan agar gambar terlihat lebih tinggi atau megah. Sehingga kebanyakan orang akan mengambil gambar yang memiliki subjek gambar yang menjulang tinggi. Meskipun demikian, dasar komposisi ini biasanya banyak dilakukan untuk hewan, anak kecil atau subjek yang rendah. Untuk pengambilan gambar dengan komposisi ini akan lebih bagus jika menggunakan teknik levitasi yang berguna untuk memisahkan subjek dengan garis horison. Nah, untuk mengetahui tips menggunakan komposisi frog eye secara lebih rinci, mari kita simak ulasan berikut ini.
Frog Eye Photography

Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye

Nah, untuk mempraktekkan teknik fotografi dengan komposisi ini maka perhatikan tips komposisi forg eyes di bawah ini:
  1. Tips menggunakan komposisi frog eye yang pertama yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya hindari penggunaan flash kamera. Hal ini berlaku jika digunakan untuk subjek makhluk hidup seperti hewan, serangga, anak kecil atau yang lainnya. Penggunaan flash kamera bisa menimbulkan red-eye syndrome sehingga hasil gambar bisa menunjukkan mata yang menyorot tajam berwarna merah.
  2. Sebaiknya perhatikan cuaca ketika akan pengambilan gambar. Sebaiknya bidik gambar ketika cuaca sedang cerah atau ketika waktu siang hari sehingga subjek akan tampak lebih jelas tanpa harus mengatur pencahayaan. Namun, pengaturan lighting juga tidak kalah penting agar menghasilkan exposure yang pas ketika pengambilan gambar.
  3. Tips menggunakan komposisi frog eye yang tidak kalah penting adalah kesabaran, terlebih bidikan subjek kamu adalah hewan. Sebab, hewan atau serangga pada umumnya melakukan gerakan yang tidak kita duga sehingga kita haru menunggu angle yang pas agar gaya hewan sesuai dengan yang kita inginkan.
  4. Penggunaan life view ketika pengambilan gambar sangat efektif untuk hasil dengan komposisi frog eyes sehingga posisi point interestnya lebih mudah untuk diposisikan.
  5. Jika kamu lelah harus melihat lensa saat pengambilan gambar terutama untuk subjek hewan, maka tips menggunakan komposisi frog eye yang dapat kamu gunakan fitur LCD pada kamera kamu. Dengan demikian, kamu akan lebih relaks dan nyaman saat akan membidik gambar.
  6. Gunakan kamera yang bisa diatur sudutnya sehingga akan lebih memudahkan kamu dalam pengambilan gambar.
  7. Jika kamu mengambil gambar dengan smartphone, maka kamu harus mengaturnya terlebih dahulu. Dalam tips menggunakan komposisi frog eye yang terakhir ini, pastikan layar kamera teratur secara otomatis sehingga kamu tidak perlu menunggu sekian detik untuk mendapatkan fokus.
Pengertian Frog Eye View
Yang perlu dipahami sebelumnya adalah untuk dapat mempraktekkan tips menggunakan komposisi frog eye di atas, kamu bisa menggunakan kamera dengan lensa tele atau lensa wide. Penggunaan lensa ini tentu akan berpengaruh dengan hasil akhir, maka dari itu pastikan efek gambar yang kamu inginkan terlebih dahulu. Apabila kamu menginginkan subjek tetap proporsional, maka kamu bisa menggunakan lensa wide. Sedangkan untuk lensa wide, kamu bisa mendapatkan gambar dengan efek subjek terlihat lebih besar. Dan yang tidak kalah ketika pengambilan gambar ketika menggunakan frog eyes adalah memperhatikan subjek, apakah sudah mendapatkan angle yang seimbang atau belum. Nah, semoga tips menggunakan komposisi frog eye tersebut dapat berguna dan selamat mencoba!!

Monday, 8 January 2018

Cara Memilih Kamera DSLR yang Bagus

azcreative     January 08, 2018    
ebagai fotografer pemula, tentu untuk membeli kamera tipe DSLR sebelumnya harus mengetahui bagaimana cara memilih kamera DSLR. Tentu hal tersebut sangat diperlukan mengingat meski memiliki sejumlah keunggulan dan harganya pun saat ini tak semahal dulu. Di sisi lain, ada juga beberapa kekurangan yang mungkin saja belum kita ketahui atau kenal. Atau, mungkin kita bingung memilih tipe DSLR mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Oleh sebab alasan itulah maka kali ini, cara memilih kamera DSLR pun menjadi salah satu langkah konkrit yang sangat direkomendasikan untuk dipahami mengingat atas tuntutan untuk benar-benar jeli saat akan membeli sebuah kamera DSLR.
Cara Memilih Kamera DSLR
Di samping itu, cara memilih kamera DSLR ini juga sebagai salah satu upaya efektif. Terutama untuk mengetahui apakah kamera DSLR tersebut layak atau tidaknya untuk dimiliki. Sehingga, ada baiknya kawan-kawan melakukan review terlebih dahulu. Oleh sebab itu, dalam review kali ini, DIYKamera pun akan memberikan beberapa ulasan atau langkah konkrit terkait dengan bagaimana upaya efektif untuk menerapkan cara memilih kamera DSLR yang benar. Lebih lengkapnya, simak saja ulasannya di bawah ini!
Cara Memilih Kamera DSLR Yang Bagus

Cara Memilih Kamera DSLR

Di bawah ini, DIYKamera akan jelaskan beberapa langkah cara memilih kamera DSLR yang tepat guna mendapatkan tipe DSLR yang sesuai. Adapun tipsnya sebagai berikut :
  1. Sesuaikan Kebutuhan dan Budget
Tentu saja, penyesuaian pada kebutuhan dan ketersediaan dana atau budget yang ada merupakan salah satu tips dalam cara memilih kamera DSLR. Bukan tanpa alasan, mengingat harganya yang tak semurah membeli gorengan, tentu saja faktor ini perlu untuk dipertimbangkan agar tak menyesal di kemudian hari. Untuk penerapannya sendiri, Jika memang ingin membeli kamera untuk digunakan sehari-hari maka disarankan membeli kamera DSLR yang memiliki harga antara 5 juta sampai 10 juta.
  1. Kenali Fitur Kamera DSLR
Sebelum kita menentukan pilihan, kiranya dalam cara memilih kamera DSLR ini perlu untuk mengenal fitur-fitur apa saja yang akan ditawarkan pada kamera yang kita inginkan. Dalam penentuannya sendiri, bisa dilihat dari kebutuhannya. Untuk menunjang aktivitas fotografi kebutuhan sehari-hari tentunya kawan bisa memilih kamera DLSR yang memiliki fitur standard dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Sebaliknya jika teman-teman ingin membeli kamera untuk kebutuhan pekerjaan tentu saja kawan harus memilih kamera dengan fitur yang unggulan.
  1. Ajak Kawan yang Berpengalaman untuk Membeli Kamera DSL
Menginjak langkah ke tiga dari cara memilih kamera DSLR, kawan-kawan harus benar-benar mengetahui ciri-ciri kamera yang akan dibeli. Jika masih bingung, tentu saja dengan mengajak teman atau sahabat yang berpengalaman dalam dunia fotografi. Langkah ini sangat efektif untuk membantu sobat dalam memilih tipe kamera apa yang paling sesuai dengan keinginan atau kebutuhan.
Cara Memilih Kamera DSLR Yang Murah Dan Bagus
Meski cara memilih kamera DSLR di atas hanya ada 3 langkah saja namun jangan remehkan. Pasalnya, jika kita menerapkan ketiga point langkah di atas maka kita akan mendapatkan jenis atau merk kamera yang benar-benar cocok atau sesuai dengan yang kita butuhkan. Dengan demikian, bukan suatu hal yang salah jika ketiga langkah di atas untuk diterapkan secara langsung. Nah, kiranya itulah beberapa cara memilih kamera DSLR yang patut untuk kawan-kawan coba semua. Semoga saja beberapa informasi yang diulas di atas bisa menjadi info yang memberikan manfaat positif. Sampai jumpa kawan.

Tips Street Photography

azcreative     January 08, 2018    
Tahukah kawan bahwa dalam dunia fotografi, para fotografer harus menguasai tips street photography. Namun, sebelumnya perlu untuk kawan pahami bahwa street photography ini merupakan salah satu aliran fotografi jalanan. Dimana, esensi dari fotografi jalanan (street photography) ini tentang bagaimana kawan-kawan membidik sebuah spot foto tentang kehidupan sehari-hari dari masyarakat di jalanan untuk didokumentasikan dalam sebuah bingkai foto. Dengan kata lain, teknik ini lebih mengedepankan bagaimana kita membidik foto terhadap subyek foto bergerak pada kehidupan di jalanan. Lantas, kira-kira apa saja sih tips street photography itu?
Tips Street Photography
Secara tak langsung, dalam penerapan tips street photography ini memang dilakukan secara candid atau tanpa seizin maupun sepengetahuan subyek yang sobat bidik. Sehingga, dalam memotret kehidupan sosial di jalanan, teman-teman akan mendapatkan foto dengan kesan yang lebih natural dan tak dibuat-buat. Cukup menarik bukan? Nah, untuk mengenal lebih jauh bagaimana cara atau menerapkan beberapa tips street photography ini, berikut DIYKamera akan jelaskan beberapa cara yang bisa kawan tempuh dan coba.
Urban Street Photography Tips

Tips Street Photography

Berikut di bawah ini beberapa langkah penerapan tips street photography yang bisa sobat coba. Antara lain sebagai berikut :
  1. Gunakan Lensa Wide Angle
Bukan tanpa alasan, salah satu tips street photography yang patut untuk kawan coba yaitu menggunakan lensa terbaik. Dimana, lensa yang direkomendasikan yaitu lensa Wide Angle. Memang, untuk foto seperti foto jalanan akan cocok menggunakan zoom tele. Hanya saja, ketika kita mengambil foto di jalanan, akan terlihat aneh dan akan dilihat banyak orang.
  1. Terapkan Pengaturan yang Tepat
Penerapan pengaturan yang tepat juga merupakan salah satu tips street photography. Nah, kaitannya dengan foto jalanan, akan lebih baik jika pengaturan kamera dialihkan ke Aperture Priority (A/Av) atau bisa juga dengan (Shutter Priority (S/TV). Langkah ini untuk memaksimalkan pengambilan foto pada subyek yang mungkin selalu bergerak secara dinamis. Maka, untuk mencegah kehilangan momen yang pas, tentu pengaturan di atas bisa menjadi alternatif yang sangat direkomendasikan.
  1. Dekati Subyek Foto
Dalam menerapkan tips street photography, tampaknya sobat juga perlu untuk mendekati subyek yang akan dibidik. Keuntungan yang didapoat tentu bakal memberi kesan yang lebih nyata atau real. Cara ini memang perlu dilakukan jika sobat terfokus pada 1 subyek foto saja.
  1. Optimis pada Setiap Subyek Foto
Menginjak tips street photography terakhir, salah satu hal yang perlu dilakukan yaitu menghindari skeptis dan keraguan pada subyek foto. Dalam hal ini, lebih kepada bagaimana kawan-kawan menyikapi beberapa pikiran yang mengganggu saat akan mengambil foto jalanan. Contohnya saja seperti takut diancam oleh subyek kalau ketahuan, atau dikira orang jahat. Buang semua pikiran itu. Sebab, dalam menerapkan teknik fotografi jalanan ini, kita perlu keberanian, ketepatan, dan ketanggapan dalam membidik sebuah subyek agar mendapatkan hasil bidikan foto yang lebih maksimal dan terkesan  nyata.
Street Night Photography Tips
Bagiamana kawan? Demikian tadi ulasan mengenai bagaimana cara menerapkan tips street photography. Dari kelima langkah atau tips di atas, tentu harus kawan pahami mengingat setiap tips membutuhkan proses pengenalan maupun pembelajaran tersendiri. Tak cukup sampai di situ saja, bahkan beberapa tips di atas jika dilakukan dengan benar dan tepat maka hasil fotografi jalanan pun akan tampak lebih terkesan menarik. Nah, itulah tadi beberapa langkah terkait dengan tips street photography. Semoga bisa bermanfaat buat kawan-kawan semua dan sampai jumpa.

Cara Memotret Air Terjun dengan Dramatis

azcreative     January 08, 2018    
Banyak orang yang ingin mengetahui cara memotret air terjun karena bentang alam satu ini memiliki keindahan alam yang menarik. Air terjun adalah fenomena alam yang menakjubkan bahkan banyak yang dijadikan tempat wisata, terbentuk akibat proses erosi sungai yang mengalami penyempitan secara terus menerus sehingga semakin tinggi kecepatan air dan semakin tinggi tebing yang dilalui air sungai, air terjun akan terbentuk. Oleh karena itu, mengetahui cara memotret air terjun merupakan salah satu kewajiban yang harus diketahui khususnya dalam landscape photography oleh fotografer. Cara memotret air terjun pun susah-susah gampang, kadang-kadang karena gerakannya yang cepat, hasil potretannya menjadi blur atau berkabut. Banyak tantangan yang dihadapi ketik akan memotret air terjun, hal ini lah yang menjadi menarik.
Cara Memotret Air Terjun

Cara Memotret Air Terjun

Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara memotret air terjun, diantaranya yaitu:
  1. Pengaturan shutter speed
Pengaturan shutter speed untuk memotret air terjun tentu berbeda-beda, hal itu didasarkan pada kecepatan air terjun yang juga berbeda. Untuk menangkap gerakan air terjun, kita harus mensetting shutter speed cepat, misalnya 0.3 detik, untuk memotretnya juga baiknya kita menggunakan mode continuous shot agar dalam satu tekanan shutter speed, menghasilkan beberapa frame, hal itu akan memudahkan kita untuk memilih hasil terbaik dalam pemotretan. Jika menggunakan shutter speed 0.3 hasilnya masih kurang maksimal, anda bisa mencoba menggunakan shutter speed 1 detik, dan pengaturan lainnya. DIYKamera dalam tutorial cara memotret air terjun ini ingin mengingatkan kembali bahwa shutter speed adalah rentang waktu kecepatan bukaan rana.
  1. Gunakan tripod dan filter
Nah cara memotret air terjun selanjutnya berkaitan dengan aksesoris kamera. Tripod atau kaki tiga biasanya digunakan untuk membuat kamera tetap stabil, menggunakan tripod dapat meminimalisir efek kabut atau blur pada hasil potretan anda, mengapa harus menggunakan tripod? Memegang kamera menggunakan tangan memungkinkan kamera bergerak naik turun atau ke samping dan menjadikan kameranya tidak stabil. Ketidakstabilan tersebut akan membuat adanya kabut dalam hasil potretannya. Beberapa orang kadang malas untuk membawa tripod karena bentuknya yang agak besar dan agak ribet jika digunakan, namun benda ini cukup penting lho. Jika memang anda tidak punya tripod atau tidak membawanya, anda bisa memanfaatkan tempat yang ada misalnya di tetumpukan bebatuan. Setelah tripod, dalam cara memotret air terjun ini aksesoris lainnya yang dibutuhkan adalah filter kamera yang juga penting (apabila punya), filter dalah aksesoris kamera yang berupa kaca tipi dengan fungsi tertentu, anda bisa menggunakan filter neutral density untuk merubah efek warna air terjun sehingga hasil gambarnya menjadi lebih baik, anda juga bisa menggunakan filter polarisasi yang akan mengurangi pantulan atau refleksi dari air, batu yang basah, dan dedaunan. Filter juga dapat meningkatkan saturasi warna untuk menghasilkan gambar yang cukup jelas.
  1. Pengaturan ISO
Memotret air terjun di siang hari tentu anda harus mengatur ISO serendah mungkin. Dalam cara memotret air terjun ini DIYKamera memberikan rekomendasi ISO 100 sudah cukup membuat hasil potretan anda menjadi menakjubkan. ISO yang rendah akan mengurangi sensitivitas kamera sehingga memungkinkan kita menggunakan shutter speed yang lambat. Jangan menggunakan ISO yang tinggi karena ISO yang tinggi akan menghasilkan noise yang merusak hasil gambar air terjun kamera anda.
  1. Pengaturan Aperture
Pengaturan aperture merupakan salah satu cara memotret air terjun yang cukup penting, untuk menghasilkan gambar yang baik, gunakan settingan aperture lensa yang sempit sehingga waktu bukaan rana semakin lama. Menggunakan pengaturan aperture yang kecil akan menghasilkan kedalaman maksimum gambar pada air terjun dan tetap memberikan detail foto yang maksimal.
Cara Memotret Air Terjun Dengan Dramatis
Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diatur dalam cara memotret air terjun, sebelum memotret air terjun, sebaiknya anda juga mempersiapkan waktu dan lokasi tempatnya terlebih dahulu. Memotret air terjun paling ideal adalah ketika setelah matahari terbit atau terbenam jika ingin di sore hari atau malam hari, anda juga harus mencari komposisi yang menarik, dan mencari sudut pandang yang tidak biasa dengan kata lain anda harus mempu bereksperimen untuk menghasilkan hasil gambar air terjun yang baik, intinya jangan mainstream! Potretlah air terjun dalam mode portrait ataupun landscape, jangan lupa sertakan benda-benda alam sekitarnya seperti bebatuan, dedaunan, dan lainnya. Demikian informasi mengenai cara memotret air terjun

4 Cara Memotret Objek Bergerak dengan Kamera DSLR

azcreative     January 08, 2018    
Sebelum anda membaca cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR pasti anda pernah mendapatkan hasil foto yang blur atau goyang dan tentunya sangat menjengkelkan, apalagi jika yang dipotret adalah objek yang bergerak seperti orang berlari, orang berolahraga, mobil bergerak, dan banyak lagi. Bahkan, dalam dunia fotografi dikenal sebagai istilah foto panning, foto panning adalah foto yang objeknya tajam dengan background menjadi blur sementara. Nah dalam tutorial cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR kali ini, DIYKamera akan menjelaskan dengan lengkap mengenai foto panning. Foto panning itu biasanya ditujukan pada potretan objek bergerak pada kamera DSLR. Selain itu, jika kaitannya dengan orang yang sedang berolahraga misalnya pesepak bola, pebulu tangkis, petenis, dan lainnya, bagaimana cara memotret objek bergerak pada kamera DSLR? Tentu saja mudah dan semua orang bisa melakukan itu semua! Intinya adalah fokus dan anda harus mempelajari teknik dasar dalam menggunakan kamera DSLR terlebih dahulu.
Cara Memotret Objek Bergerak Dengan Kamera DSLR

Cara Memotret Objek Bergerak dengan Kamera DSLR

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam cara memotret objek bergerak pada kamera DSLR, dengan memperhatikan objek-objek ini, diharapkan anda bisa memotret objek bergerak dengan baik tanpa disertai dengan blur atau kabut, berikut ini adalah teknik yang harus diperhatikan
  1. Pengaturan shutter speed, aperture, dan ISO
Shutter speed adalah kecepatan bukaan rana yang mempengaruhi pencahayaan. Shutter speed mempunyai satuan detik atau second yang menunjukan rentang kecepatan bukaan rana pada kamera tersebut. Semakin cepat shutter speednya, semakin besar cahaya yang masuk ke dalam kamera, begitu juga sebaliknya. Menghasilkan gambar yang maksimal pada objek yang bergerak berarti anda harus mengatur shutter speed pada angka yang tepat, anda bisa mengatur shutter speed misalnya 1/2000 detik hingga 1/8000 detik. Jika anda mengubah shutter speed, tentunya anda juga harus mengatur ISO dan aperture, ingat segitiga eksposur kan? Dalam cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR kali ini, aperture atau bukaan pada lensa baiknya dibuat lebar (berarti angka dibelakang f/ kecil) sehingga akan menghasilkan efek blur dan fokus yang tertuju pada objek utamanya saja, anda bisa menggunakan aperture f/1.8, f/2.8, dan f/1.4. Mengenai ISO, anda bisa menyesuaikan pencahayaan alami pada lokasi nya, jika cahayanya cukup terang, anda tidak perlu mengunakan ISO yang tinggi karena hal itu hanya akan menyebabkan adanya noise pada foto.
  1. Mode Auto Fokus
Meskipun menggunakan mode manual untuk mengatur shutter speed, ISO, dan aperturenya, ketajaman dalam kamera atau fokus pada sebuah objek bergerak baiknya menggunakan pengaturan auto focus, hal ini akan mempercepat dan mempertajam lensa menangkap fokus pada objek yang dituju. Sekarang bayangkan jika anda menggunakan mode manual, mungkin anda akan kesulitan membidik objek misalnya objek burung yang terbang di angkasa, pesepak bola yang berlari, pebulu tangkis yang sedang melakukan smash, dan lainnya. Nah maka dari itu dalam cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR ini, DIYKamera menyarankan menggunakan mode auto fokus.
  1. Menggunakan bantuan tripod
Tripod atau kaki tiga adalah alat stand yang membantu agar kamera dapat stabil (datar dan tegak) Tripod kadang-kadang menjadi hal yang paling malas dibawa oleh beberapa fotografer. Padahal, tripod memiliki banyak fungsi dan keuntungan jika digunakan dalam cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR kali ini. Menggunakan tripod dalam pemotretan objek yang cepat dapat meminimalisir blur yang disebabkan oleh tidak stabilnya kamera. Jika tidak menggunakan tripod, anda bisa menggunakan monopod atau alat bantu lain yang bisa membuat kamera tidak mudah goyang atau stabil.
  1. Gunakan mode continuous speed
Nah akhirnya kita memasuki cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR yang terakhir. Mode continuous speed akan memungkinkan anda dapat mengambil gambar lebih dari 1 ketika anda menekan tombol shutter 1 kali. Penekanan pada tombol shutter yang lama akan memungkinkan anda untuk mendapatkan hasil foto yang banyak, hasil tersebut bisa anda pilih yang terbagus. Beberapa kamera mempunyai kemampuan continuous speed yang berbeda, ada yang dapat menghasikan 10 frame dalam 1 kali tekan dan ada juga yang hanya menghasilkan 5 frame dalam sekali tekan.
Cara Memotret Objek Bergerak Dengan Kamera DSLR Secara Lengkap
Mendapatkan hasil potretan kamera yang bagus untuk objek yang bergerak tidak harus menggunakan kamera DSLR, anda juga bisa menggunakan kamera smartphone seperti android untuk mendapat foto freeze yang bagus dalam objek yang bergerak. Cara memotret objek bergerak pada DSLR tidak jauh berbeda dengan cara memotret objek bergerak pada android, namun dibutuhkan beberapa aplikasi tambahan seperti camera MX dalam android dengan fiture live shot, fitur itu akan membuat anda semakin mudah dalam memotret gambar bergerak. Bagaimana mudah bukan cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR?

5 Cara Memotret Tajam pada Kondisi Gelap atau Minim Cahaya

azcreative     January 08, 2018    
Bagi yang ingin mengambil foto terbaik namun suasana dari penerangan cahaya sangat minim, tentunya beberapa tips cara memotret tajam pada kondisi gelap akan sangat kita butuhkan tentunya. Bagi sebagian orang yang masih baru dalam dunia foto ataupun fotografi tentunya ada beberapa yang kesulitan dalam mendapatkan gambar atau foto terbaik saat sedang dalam keadaan malam hari dan kondisinya tentu sangat gelap. Ketika memotret atau mengambil foto di malam hari tentunya kita akan sangat kesulitan dalam menentukan dan mendapatkan fokus terbaik dari sebuah foto. Tanpa menggunakan flash tentunya memang gambar yang diambil pada malam hari akan menjadi gelap dan kekurangan cahaya. Untuk bisa menghadapi foto yang kekurangan cahaya ataupun foto yang terlalu gelap, akan ada 5 tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya meskipun dalam kondisi gelap minim penerangan.
Cara Memotret Tajam Pada Kondisi Gelap

Cara Memotret Tajam pada Kondisi Gelap

Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang pertama adalah menggunakan tripod. Tripod memang menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki para fotografer. Penggunaan alat dengan kaki tiga ini juga akan sangat membantu saat kita sedang mengambil gambar dalam keadaan ruangan yang terlalu gelap ataupun saat di luar pada malam hari. dengan menggunakan tripod setidaknya juga akan membantu kita untuk bisa mengambil foto dalam jangka waktu yang lebih lama karena kita tidak harus memegang kamera menggunakan tangan kita sendiri. Bagi yang malas menggunakan tripod, mengingat pentingnya benda yang satu ini dalam memudahkan mengambil gambar atau foto dalam kondisi gelap maka DIYKamera dalam cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya ini tetap menyarankan untuk menggunakan tripod, walaupun ukurannya besar dan agak berat. Namun bila dirasa kurang ringkas, maka dapat menggunakan bantuan alat lainnya yang DIYKamera sarankan pada tips selanjutya di bawah ini.
Cara Memotret Tajam Pada Kondisi Minim Cahaya
Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang kedua adalah dengan menggunakan monopod. Bagi yang masih tidak ingin menggunakan tripod untuk mengambil foto, maka menggunakan monopod akan bisa dijadikan penggantinya. Berbeda dengan tripod, untuk monopod sendiri mempunyai bentuk yang lebih kecil dan hanya berkaki satu saja. Dengan badan yang kecil tentunya lebih memudahkan monopod untuk dibawa kemanapun dibandingkan dengan tripod tentunya. Yang menjadi keuntungan lain dari menggunakan monopod yang lainnya adalah lebih ringkas dari segi kaki yang ada di monopod itu sendiri. Dengan hanya menggunakan kaki satu saja tentunya akan bisa menghindari banyaknya orang yang akan menyandung kaki monopod apalagi kalau kita menggunakan monopod ini untuk mengambil gambar atau foto di malam hari dan di tempat yang cukup ramai. Tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya yang ketiga yang akan bisa kita gunakan adalah dengan menggunakan alat yang ada di sekitar kita. Bagi yang tidak mempunyai tripod ataupun monopod, maka jangan sedih. Kita juga bisa menggunakan barang lain yang mudah untuk ditemukan sebagai pengganti dari fungsi tripod ataupun monopod tentunya. Benda penggantinya diantaranya adalah kursi, meja, ataupun benda lainnya yang akan bisa membuat kamera akan tetap mengambil foto secara stabil tentunya.
Cara Memotret Tajam Pada Kondisi Gelap Atau Minim Cahaya
Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang keempat adalah menggunakan tangan sebagai penyangga kamera saat mengambil foto. Kalau tripod, monopod ataupun barang yang bisa menyangga kamera untuk tetap stabil tidak kita temukan, maka jalan satu-satunya yang akan bisa kita gunakan adalah menggunakan tangan. Untuk menggunakan tangan, kita bisa mengempit dua tangan kita di dada dalam kondisi tahan napas agar kamera nantinya akan tetap stabil saat mengambil foto. Dalam cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya ini, jangan lupa untuk menyender di tembok yang ada di sekitar kita agar tidak terjatuh atau tidak mudah oleng nantinya.
Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang terakhir adalah gunakan fitur image stabilizer. Untuk fitur ini bisa kita atur dalam pengaturan yang ada di kamera ataupun yang ada di bagian lensa kamera. Nah, itu tadi beberapa tips agar bisa mendapatkan foto terbaik meskipun keadaan cahaya yang sangat minim. Bagi yang masih pemula dalam mengambil foto, tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya yang ada di atas bisa sangat membantu dalam mendapatkan foto di malam hari khususnya.

Tips Foto Light Trail atau Jejak Lampu

azcreative     January 08, 2018    
Mungkin teman-teman pecinta fotografi pemula banyak yang belum mengetahui tips foto light trail atau jejak lampu. Perlu diketahui, foto light trail atau disebut juga dengan foto jejak lampu termasuk dalam jenis fotografi jalanan. Sebab fotografi ini banyak dilakukan di jalanan karena mengumpulkan rangkaian cahaya membentuk garis warna-warni. Pada umumnya, fotografer pemula akan mencari lokasi pada lokasi jalan yang padat. Namun, kadang kala banyak juga yang belum bisa melakukan teknik ini sehingga butuh kesabaran dan latihan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Untuk itu, tips foto light trail atau jejak lampu memang cukup penting untuk diketahui bagi kawan-kawan yang berniat untuk menciptakan foto light trail ini.
Tips Foto Light Trail Atau Jejak Lampu
Nah, pada kesempatan kali ini DIYKamera akan sedikit mengulas dan memberikan tips foto light trail atau jejak lampu agar menghasilkan gambar yang sempurna. Sebelum melakukan foto light trail alangkah baiknya kamu menyiapkan beberapa perlengkapan agar saat memotret tidak mengalami kesalahan. Sebab untuk mendapatkan hasil foto light trail juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit apabila kamu masih awam mengenai teknik ini. Nah, untuk lebih lengkapnya mari kita simak ulasan tips foto light trail atau jejak lampu di bawah ini.
Tips Foto Jejak Lampu

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Foto Light Trail

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail sebelum mempraktekan tips foto light trail atau jejak lampu. Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:
  1. Perspektif
Perspektif menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail karena hal ini sangat menentukan hasil yang menarik perhatian, karena angle bisa saja tidak menarik jika dilakukan dengan asal-asalan. Untuk tips foto light trail atau jejak lampu sebaiknya kamu mengambil gambar dari jalanan yang berkelok sehingga hasilnya tidak terkesan lurus dan membosankan. Ini adalah salah satu langkah yang bisa kamu lakukan jika menginginkan hasil yang berbeda, atau kamu bisa mengambil dari atas gedung sehingga hasilnya bisa terlihat lebih optimal.
  1. Lokasi
Lokasi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail. Pasalnya, hal ini hampir sama dengan perspektif karena lokasi sangat mempengaruhi perspektif kamu. Jadi, sebelum memutuskan untuk mengambil gambar sebaiknya untuk memperhatikan lokasi pengambilan gambar karena lokasi bisa menentukan hasil gambar yang menakjubkan.
  1. Waktu
Tips foto light trail atau jejak lampu yang harus diperhatikan selanjutnya adalah waktu. Bukan tanpa alasan waktu menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail, karena foto light trail hanya bisa dilakukan saat waktu malam hari. Kamu tidak bisa mendapatkan gambar ketika siang, pagi atau sore hari karena inti dari foto light trail adalah cahaya. Maka dari itu, sebelum memotret kamu harus mensetting kamera kamu agar tidak noise ketika digunakan untuk memotret ketika malam hari.
  1. Komposisi
Komposisi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail karena bisa dikatakan hal ini merupakan perpaduan dari perspektif dan lokasi. Bahkan komposisi tidak hanya harus diperhatikan pada tips foto light trail atau jejak lampu melainkan juga untuk teknik foto lainnya. Sehingga kamu harus menentukan komposisi atau framing foto light trail.
Tips Memotret Light Trail
Setelah mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam foto light trail di atas maka kamu sudah siap untuk mengambil gambar foto light trail. Prinsip-prinsip di atas akan membantu kamu untuk mendapatkan gambar yang menarik sehingga tidak terkesan monoton. Selanjutnya, DIYKamera akan menguraikan beberapa tips foto light trail atau jejak lampu secara lengkap.

Tips Foto Light Trail Atau Jejak Lampu

Salah satu tips foto light trail atau jejak lampu yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur shutter speed antara 10 hingga 20 detik karena bentangan waktu tersebut akan memberikan waktu kendaraan bisa masuk ke komposisi kamera. Gunakan aperture f/8. kembali lagi jika kamu menggunakan aperture tersebut menghasilkan overexposure maka kamu bisa mengecilkan aperturenya dan begitu sebaliknya. Untuk lebih jelasnya, mari simak uraian tips foto light trail atau jejak lampu di bawah ini:
  1. Histogram
Tips foto light trail atau jejak lampu yang perlu diperhatikan pertama adalah histogram. Biasanya untuk lokasi untuk memotret light trail akan dipenuhi cahaya dari beberapa sisi sehingga gambar bisa wah out atau terlalu terang. Permasalahan dari cahaya yang terlalu terang adalah bisa mengakibatkan distraction bagi gambar sehingga akan menghasilkan gambar overexposure. Cara mengatasainya adalah menggunakan Histogram jika ada area di dalam foto yang terlalu terang.
  1. Terapkan ISO rendah
ISO rendah menjadi salah satu tips foto light trail atau jejak lampu karena waktu pengambilan adalah malam hari sehingga diharapkan sekitar lokasi gelap dan hanya terfokus pada lampu kendaraan yang bergerak. Selain itu, jika menggunakan ISO rendah maka akan meminimalisir noise.
  1. Gunakan Format RAW
Format RAW juga menjadi salah satu hal dari tips foto light trail atau jejak lampu yang perlu diperhatikan. Pasalnya dengan menggunakan format RAW akan memungkinkan untuk pengeditan terutama untuk editing white balance. Sebab memotret kota di malam hari akan menemukan banyak cahaya.
  1. Manual Fokus
Yang tidak kalah penting pada tips foto light trail atau jejak lampu ini adalah pengaturan dengan manual fokus karena memotret trail light trail membutuhkan waktu. Biasanya untuk mendapatkan gambar untuk teknik trail light dengan mode manual focus akan mengalami kesulitan jika menggunakan tangan, maka kamu bisa memanfaatkan tripod dan remote sehingga kamu hanya menunggu timing yang pas dan tinggal mengambil gambar.
Tips Memotret Jejak Lampu
Nah, demikian beberapa tips foto light trail atau jejak lampu yang penting untuk diperhatikan untuk dapat menghasilkan gambar light trail yang sempurna dan menawan. Seperti yang sudah disampaikan di atas, selain tips tersebut ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemotretan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kawan-kawan dapat melakukan pengambilan gambar kight trail dengan baik. Semoga ulasan mengenai tips foto light trail atau jejak lampu ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan. Sampai jumpa!!

© 2011-2014 Az Creative. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .